Sabtu, 05 Sep 2026 14:54 WIB

Kapal Tongkang Kandas di Periaran Gili Iyang Sumenep, Minyak Tumpah Cemari Laut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Jan 2026 22:38 WIB
Kapal kandas di perairan Gili Iyang, Madura. Foto: Istimewa
Kapal kandas di perairan Gili Iyang, Madura. Foto: Istimewa

selalu.id - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 5 orang ABK Kapal Tongkang Indo Ocean Marine yang kandas di perairan Pulau Gili Iyang, kabupaten Sumenep, pada Kamis (22/1/2026). Seluruh ABK dievakuasi dalam kondisi selamat.

Berdasar rilis yang diterima Redaksi selalu.id, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, BASARNAS mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep setelah menerima laporan kondisi darurat kapal.

Baca Juga: Evakuasi Dramatis Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar di Sumenep

“Begitu menerima informasi, Kami langsung mengerahkan tim rescue Pos SAR Sumenep untuk membantu evakuasi lima ABK yang berada di kapal tongkang,” ujar Nanang.

Tim rescue Pos SAR Sumenep diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Dermaga Kalianget menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 15 mil laut.

Berdasarkan informasi dari pelapor, kandasnya Kapal Tongkang Indo Ocean Marine ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) dini hari, saat sedang ditarik oleh kapal TB Trans Pasific 66. Lokasi kandasnya kapal berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai di atas karang dangkal di desa Banraas, pulau Gili Iyang.

Baca Juga: BNNP Jatim Bongkar Peredaran Narkoba Jaringan Malaysia-Madura: Sita 5,4 Kg Sabu, Ringkus Dua Kurir

Dalam pelaksanaan operasi SAR ini, tim SAR gabungan menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di perairan Gili Iyang saat itu hujan ringan, kecepatan angin 18 knot dari barat laut, gelombang sedang setinggi 1,4 meter, serta arus laut sekitar 46 sentimeter per detik ke arah barat daya.

Pada pukul 09.20 WIB, tim SAR gabungan tiba di dermaga pulau Gili Iyang. Setelah berkoordinasi dengan unsur terkait, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi seluruh ABK dari kapal tongkang ke RBB BASARNAS.

Kelima ABK kapal tongkang Indo Ocean Marine yang dievakuasi masing-masing bernama Jumanto (45), Wibo Ari Murdiyanto (20), Dwi Kurnianto (20), Sudirman (45), dan Briptu Ribut Prasetyo.

Baca Juga: Tampang Gondrong Lora Bangkalan Tersangka Kekerasan Seksual yang Kini Kasusnya Sudah P21

Selanjutnya, sekitar pukul 11.05 WIB, tim SAR gabungan bertolak dari Dermaga Gili Iyang menuju ke dermaga Kalianget. Pada pukul 12.50 WIB, tim SAR tiba di Dermaga Kalianget. Kelima orang ABK kemudian dibawa ke Kantor Polairud Sumenep untuk proses permintaan keterangan lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain tim Pos SAR Sumenep, Satpolairud Kalianget, KSOP Kalianget, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, SROP Kalianget, serta nelayan setempat. Operasi dinyatakan berjalan aman, lancar, dan seluruh korban berhasil diselamatkan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.