Rabu, 11 Feb 2026 00:52 WIB

Kapal Tongkang Kandas di Periaran Gili Iyang Sumenep, Minyak Tumpah Cemari Laut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Jan 2026 22:38 WIB
Kapal kandas di perairan Gili Iyang, Madura. Foto: Istimewa
Kapal kandas di perairan Gili Iyang, Madura. Foto: Istimewa

selalu.id - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 5 orang ABK Kapal Tongkang Indo Ocean Marine yang kandas di perairan Pulau Gili Iyang, kabupaten Sumenep, pada Kamis (22/1/2026). Seluruh ABK dievakuasi dalam kondisi selamat.

Berdasar rilis yang diterima Redaksi selalu.id, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan, BASARNAS mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Sumenep setelah menerima laporan kondisi darurat kapal.

Baca Juga: Sambil Ingatkan Ancaman Provokasi, Eri–Armuji Pamer Kekompakan

“Begitu menerima informasi, Kami langsung mengerahkan tim rescue Pos SAR Sumenep untuk membantu evakuasi lima ABK yang berada di kapal tongkang,” ujar Nanang.

Tim rescue Pos SAR Sumenep diberangkatkan menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Dermaga Kalianget menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 15 mil laut.

Berdasarkan informasi dari pelapor, kandasnya Kapal Tongkang Indo Ocean Marine ini terjadi pada Kamis (22/1/2026) dini hari, saat sedang ditarik oleh kapal TB Trans Pasific 66. Lokasi kandasnya kapal berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai di atas karang dangkal di desa Banraas, pulau Gili Iyang.

Baca Juga: Dugaan Penggelapan Dana Rumpon Rp21 Miliar, Nelayan Madura Datangi Polda Jatim

Dalam pelaksanaan operasi SAR ini, tim SAR gabungan menghadapi kondisi cuaca yang cukup menantang. Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di perairan Gili Iyang saat itu hujan ringan, kecepatan angin 18 knot dari barat laut, gelombang sedang setinggi 1,4 meter, serta arus laut sekitar 46 sentimeter per detik ke arah barat daya.

Pada pukul 09.20 WIB, tim SAR gabungan tiba di dermaga pulau Gili Iyang. Setelah berkoordinasi dengan unsur terkait, tim SAR gabungan langsung mengevakuasi seluruh ABK dari kapal tongkang ke RBB BASARNAS.

Kelima ABK kapal tongkang Indo Ocean Marine yang dievakuasi masing-masing bernama Jumanto (45), Wibo Ari Murdiyanto (20), Dwi Kurnianto (20), Sudirman (45), dan Briptu Ribut Prasetyo.

Baca Juga: Berdamai, Ormas yang Disinggung Armuji Resmi Cabut Laporan dari Polda Jatim

Selanjutnya, sekitar pukul 11.05 WIB, tim SAR gabungan bertolak dari Dermaga Gili Iyang menuju ke dermaga Kalianget. Pada pukul 12.50 WIB, tim SAR tiba di Dermaga Kalianget. Kelima orang ABK kemudian dibawa ke Kantor Polairud Sumenep untuk proses permintaan keterangan lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan sejumlah unsur, antara lain tim Pos SAR Sumenep, Satpolairud Kalianget, KSOP Kalianget, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, SROP Kalianget, serta nelayan setempat. Operasi dinyatakan berjalan aman, lancar, dan seluruh korban berhasil diselamatkan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.