Selasa, 21 Jul 2026 07:53 WIB

Kebutuhan Reformasi Sistem Perekrutan Guru, DPRD Jatim Soroti Perbandingan Gaji Profesi

Foto: Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Foto: Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Perbandingan gaji antara driver Satuan Pendidikan Penggerak (SPPG) dengan guru honorer maupun paruh waktu baru-baru ini menjadi perbincangan hangat, yang kemudian mengundang panggilan untuk pemerataan sistem penggajian bagi seluruh profesi yang berkontribusi pada pembangunan negara.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag) perlu melakukan dua langkah penting untuk menyelesaikan permasalahan terkait pengelolaan guru di Indonesia, mengingat Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah berhasil melakukan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

 

Jika kementerian terkait tidak dapat melakukan hal serupa, lanjut kata Jairi, kemungkinan terdapat kekeliruan dalam pendataan maupun sistem perekrutan guru selama ini.

 

“Pertama, sistem perekrutan guru harus final dengan memperhatikan kuota guru yang diperlukan bukan hanya rasio jumlah guru dan murid,” tegas Jairi kepada selalu.id saat dikonfirmasi pada Kamis (22/1/2026).

Baca Juga: Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

 

Menurutnya, jika hanya berpatokan pada rasio, kebutuhan guru di setiap daerah dan satuan pendidikan tidak akan terperinci dengan baik. Dengan memperhatikan kuota, kualitas pendidikan serta pengelolaan anggaran gaji dapat dipantau secara lebih efektif.

 

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Kedua, perlu dilakukan pengurangan beban mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Jairi menekankan bahwa kedua kementerian terkait harus memprioritaskan kualitas daripada kuantitas pelajaran. Selain itu, diperlukan guru yang sesuai dengan bidang pembelajarannya, bukan hanya untuk memenuhi jam pelajaran sebagai syarat pemenuhan gaji.

 

“Jangan memperlihatkan kemewahan fasilitas bagi satu profesi di saat belum bisa memberikan pemerataan bagi mereka yang sama-sama berkontribusi terhadap negeri ini,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.