Minggu, 01 Feb 2026 15:22 WIB

Jalur KA Utara Terendam Banjir, 7 Kereta dari Surabaya Dibatalkan, Ratusan Penumpang Refund

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Jan 2026 16:12 WIB
Kondisi Stasiun Pasar Turi saat 7 keberangkatan KA dibatalkan akibat cuaca buruk.
Kondisi Stasiun Pasar Turi saat 7 keberangkatan KA dibatalkan akibat cuaca buruk.

selalu.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat sebanyak 7 perjalanan KA terpaksa dibatalkan, akibat luapan air yang merendam jalur kereta api (KA) lintas utara di wilayah Pekalongan berdampak luas terhadap perjalanan kereta api dari dan menuju Jawa Timur, Minggu (18/1/2026).

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono menyebut kondisi ini merupakan imbas dari genangan air di beberapa titik jalur rel yang telah terjadi sejak Kamis (15/1/2026) hingga pagi hari ini belum sepenuhnya surut. 

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Demi menjaga keselamatan perjalanan, KAI menerapkan rekayasa pola operasi yang berdampak pada keterlambatan hingga pembatalan keberangkatan KA.

Mahendro menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama di tengah cuaca ekstrem yang melanda jalur utara Pulau Jawa.

“KAI telah menurunkan petugas prasarana untuk melakukan normalisasi jalur. Namun, demi aspek keselamatan, kami harus melakukan pengaturan ulang perjalanan kereta,” ujar Mahendro dalam keterangan tertulis.

Akibat perubahan pola operasi tersebut, sejumlah rangkaian kereta yang seharusnya berangkat dari wilayah Daop 8 Surabaya tidak dapat diberangkatkan karena harus menunggu kedatangan rangkaian dari perjalanan sebelumnya.

Adapun 7 perjalanan KA yang dibatalkan meliputi:

• KA Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasarturi–Gambir),

• KA Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi–Gambir),

Baca Juga: Angin Kencang di Mojokerto Rusak 4 Rumah dan Tumbangkan Pohon Bikin Macet

• KA Ambarawa Ekspress (Surabaya Pasarturi–Semarang Poncol),

• KA Matarmaja (Malang–Pasarsenen),

• KA Sembrani Tambahan (Surabaya Pasarturi–Gambir),

• KA Blambangan Ekspres (Ketapang–Surabaya Pasarturi–Pasarsenen),

Baca Juga: Kabar Gembira, Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2026 Kini Sudah Bisa Dipesan

• KA Blambangan Ekspres (Pasarsenen–Surabaya Pasarturi–Ketapang).

KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi penumpang yang terdampak pembatalan maupun rekayasa perjalanan.

Hingga pukul 08.30 WIB, tercatat 528 penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya telah mengajukan pembatalan tiket. Proses refund dapat dilakukan maksimal 7 hari sejak jadwal keberangkatan melalui loket stasiun maupun Contact Center 121, termasuk melalui aplikasi Access by KAI.

“Kami mengapresiasi kesabaran pelanggan. KAI Daop 8 Surabaya akan terus memantau kondisi jalur dan berkoordinasi dengan pihak terkait demi menjamin keselamatan perjalanan,” pungkas Mahendro.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Jika kalian ingin performa motor tetap bandel atau tahan lama meski diterjang hujan maupun banjir, mungkin cara ini bisa jadi rekomendasi.

6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau

Selain menawarkan pesona alam yang luar biasa, kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini juga menyimpan budaya lokal yang kental.

Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Selain pembangunan baru, pemkot juga melakukan normalisasi saluran dengan pengerukan sedimentasi menggunakan alat berat serta tenaga satuan tugas (Satgas).

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.