Kamis, 04 Jun 2026 04:46 WIB

Data Warga Muncul di Website, Dispendukcapil Surabaya Klaim Bukan Kebocoran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Jan 2026 18:07 WIB
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto

selalu.id - Penayangan data kependudukan warga di situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya di media sosial, beredar dugaan kebocoran data administrasi kependudukan (adminduk) yang disebut-sebut menempatkan data warga dalam kondisi rentan.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantah adanya kebocoran data. 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa informasi yang ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil bukan data bocor, melainkan bagian dari mekanisme verifikasi domisili warga.

Menurut Eddy, data tersebut merupakan data tahun 2024 yang dihimpun dari hasil penelusuran petugas kelurahan. Warga yang tercantum dalam daftar itu disebut tidak ditemukan saat proses pendataan jemput bola, bahkan hingga Juni 2024 keberadaannya masih belum terkonfirmasi.

“Penayangan data di website ini bertujuan agar warga yang bersangkutan mengetahui dan segera datang ke kelurahan untuk memastikan keberadaannya,” ujar Eddy, Jumat (16/1/2026).

Meski demikian, langkah publikasi data ini menuai tanda tanya di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi. Eddy menyebut, langkah tersebut dilakukan demi menertibkan administrasi kependudukan agar program intervensi pemerintah tidak salah sasaran.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Ia mengklaim data yang ditampilkan telah disamarkan, baik pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun nama, sehingga tidak bisa diakses secara utuh oleh publik.

“Hanya yang bersangkutan yang bisa mengenali datanya. Ini untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi faktual di lapangan,” katanya.

Dispendukcapil juga memastikan keamanan data adminduk warga tetap terjaga dan meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi liar di media sosial. Namun, polemik ini tetap memunculkan pertanyaan soal metode verifikasi yang dipilih pemerintah, khususnya terkait transparansi dan standar perlindungan data pribadi.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Di akhir pernyataannya, Eddy mengimbau warga Surabaya yang telah pindah domisili namun belum memperbarui alamat agar segera melapor ke kelurahan.

“Kalau sudah pindah tapi belum lapor, silakan segera melapor agar datanya sesuai dengan alamat tempat tinggal saat ini,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.

Jaring Atlet Jelang Porprov Jatim 2027, Pordasi Sidoarjo Gelar Lomba Berkuda

Federasi berkuda Sidoarjo membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet muda untuk berpartisipasi tanpa terbebani biaya. Menampilkan bakat hingga jadi atlet.