Rabu, 11 Feb 2026 02:07 WIB

Data Warga Muncul di Website, Dispendukcapil Surabaya Klaim Bukan Kebocoran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 16 Jan 2026 18:07 WIB
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto
Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto

selalu.id - Penayangan data kependudukan warga di situs resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya di media sosial, beredar dugaan kebocoran data administrasi kependudukan (adminduk) yang disebut-sebut menempatkan data warga dalam kondisi rentan.

Menanggapi polemik tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membantah adanya kebocoran data. 

Baca Juga: Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Kepala Dispendukcapil Surabaya, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa informasi yang ditampilkan di laman resmi Dispendukcapil bukan data bocor, melainkan bagian dari mekanisme verifikasi domisili warga.

Menurut Eddy, data tersebut merupakan data tahun 2024 yang dihimpun dari hasil penelusuran petugas kelurahan. Warga yang tercantum dalam daftar itu disebut tidak ditemukan saat proses pendataan jemput bola, bahkan hingga Juni 2024 keberadaannya masih belum terkonfirmasi.

“Penayangan data di website ini bertujuan agar warga yang bersangkutan mengetahui dan segera datang ke kelurahan untuk memastikan keberadaannya,” ujar Eddy, Jumat (16/1/2026).

Meski demikian, langkah publikasi data ini menuai tanda tanya di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap perlindungan data pribadi. Eddy menyebut, langkah tersebut dilakukan demi menertibkan administrasi kependudukan agar program intervensi pemerintah tidak salah sasaran.

Baca Juga: Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Ia mengklaim data yang ditampilkan telah disamarkan, baik pada Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun nama, sehingga tidak bisa diakses secara utuh oleh publik.

“Hanya yang bersangkutan yang bisa mengenali datanya. Ini untuk klarifikasi dan pembaruan alamat sesuai kondisi faktual di lapangan,” katanya.

Dispendukcapil juga memastikan keamanan data adminduk warga tetap terjaga dan meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi liar di media sosial. Namun, polemik ini tetap memunculkan pertanyaan soal metode verifikasi yang dipilih pemerintah, khususnya terkait transparansi dan standar perlindungan data pribadi.

Baca Juga: Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Di akhir pernyataannya, Eddy mengimbau warga Surabaya yang telah pindah domisili namun belum memperbarui alamat agar segera melapor ke kelurahan.

“Kalau sudah pindah tapi belum lapor, silakan segera melapor agar datanya sesuai dengan alamat tempat tinggal saat ini,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.

45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Penonaktifan tersebut merupakan bagian dari proses pembaruan data oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Kata Fathoni soal Wacana Adela Kanasya Gantikan Adies Kadies: Bukan Dinasti Politik!

Menurut Fathoni, posisi tersebut murni ditentukan berdasarkan perolehan suara sah dalam pemilu 2024, yang mana Adela meraih suara terbanyak kedua.

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.