Rabu, 21 Okt 2026 20:41 WIB

Tak Ingin Ludruk Hilang Ditelan Zaman, Pemkot Surabaya Arsipkan Kiprah Cak Kartolo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Jan 2026 16:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melakukan pendokumentasian kiprah maestro ludruk Cak Kartolo sebagai upaya menjaga kesinambungan warisan budaya daerah.

Pendokumentasian tersebut dilakukan melalui kunjungan Dispusip Surabaya ke kediaman Cak Kartolo pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengamanan arsip budaya dan pelestarian memori kolektif kesenian ludruk.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Kepala Dispusip Surabaya Yusuf Masruh hadir langsung bersama jajaran untuk berdialog dengan Cak Kartolo dan istrinya, Ning Tini, yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk. Dalam pertemuan tersebut, perjalanan Cak Kartolo di dunia ludruk sejak 1958 digali dan dicatat.

“Banyak kisah perjuangan seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Dispusip Surabaya juga melakukan alih media arsip pribadi milik Cak Kartolo. Arsip tersebut meliputi dokumen, foto, naskah, serta rekaman pertunjukan ludruk dari tahun 1958 hingga 2025.

Yusuf menjelaskan, arsip tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan didaftarkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

“Dokumentasi ini akan kami ajukan agar kiprah Cak Kartolo tercatat sebagai memori kolektif dan dapat diakses lintas generasi,” katanya.

Menurut Yusuf, program Memori Kolektif Bangsa merupakan upaya nasional untuk melindungi arsip bernilai sejarah dan kebudayaan. Melalui program ini, kontribusi tokoh seni daerah diharapkan mendapat pengakuan yang lebih luas.

Selain pengarsipan, Dispusip juga menggali kisah perjalanan Cak Kartolo untuk diolah menjadi bahan literasi kebudayaan. Materi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

“Kami ingin generasi muda mengenal tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, Cak Kartolo menyambut baik langkah Pemkot Surabaya dalam mendokumentasikan perjalanan ludruk. Menurutnya, perhatian pemerintah dibutuhkan agar kesenian tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Kartolo juga menekankan pentingnya literasi dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, serta perlunya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya di berbagai bidang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.