Kamis, 04 Jun 2026 08:57 WIB

Tak Ingin Ludruk Hilang Ditelan Zaman, Pemkot Surabaya Arsipkan Kiprah Cak Kartolo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Jan 2026 16:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melakukan pendokumentasian kiprah maestro ludruk Cak Kartolo sebagai upaya menjaga kesinambungan warisan budaya daerah.

Pendokumentasian tersebut dilakukan melalui kunjungan Dispusip Surabaya ke kediaman Cak Kartolo pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengamanan arsip budaya dan pelestarian memori kolektif kesenian ludruk.

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Kepala Dispusip Surabaya Yusuf Masruh hadir langsung bersama jajaran untuk berdialog dengan Cak Kartolo dan istrinya, Ning Tini, yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk. Dalam pertemuan tersebut, perjalanan Cak Kartolo di dunia ludruk sejak 1958 digali dan dicatat.

“Banyak kisah perjuangan seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Dispusip Surabaya juga melakukan alih media arsip pribadi milik Cak Kartolo. Arsip tersebut meliputi dokumen, foto, naskah, serta rekaman pertunjukan ludruk dari tahun 1958 hingga 2025.

Yusuf menjelaskan, arsip tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan didaftarkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

“Dokumentasi ini akan kami ajukan agar kiprah Cak Kartolo tercatat sebagai memori kolektif dan dapat diakses lintas generasi,” katanya.

Menurut Yusuf, program Memori Kolektif Bangsa merupakan upaya nasional untuk melindungi arsip bernilai sejarah dan kebudayaan. Melalui program ini, kontribusi tokoh seni daerah diharapkan mendapat pengakuan yang lebih luas.

Selain pengarsipan, Dispusip juga menggali kisah perjalanan Cak Kartolo untuk diolah menjadi bahan literasi kebudayaan. Materi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

“Kami ingin generasi muda mengenal tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, Cak Kartolo menyambut baik langkah Pemkot Surabaya dalam mendokumentasikan perjalanan ludruk. Menurutnya, perhatian pemerintah dibutuhkan agar kesenian tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Kartolo juga menekankan pentingnya literasi dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, serta perlunya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya di berbagai bidang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.