Minggu, 06 Sep 2026 17:33 WIB

Tak Ingin Ludruk Hilang Ditelan Zaman, Pemkot Surabaya Arsipkan Kiprah Cak Kartolo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Jan 2026 16:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melakukan pendokumentasian kiprah maestro ludruk Cak Kartolo sebagai upaya menjaga kesinambungan warisan budaya daerah.

Pendokumentasian tersebut dilakukan melalui kunjungan Dispusip Surabaya ke kediaman Cak Kartolo pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengamanan arsip budaya dan pelestarian memori kolektif kesenian ludruk.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Kepala Dispusip Surabaya Yusuf Masruh hadir langsung bersama jajaran untuk berdialog dengan Cak Kartolo dan istrinya, Ning Tini, yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk. Dalam pertemuan tersebut, perjalanan Cak Kartolo di dunia ludruk sejak 1958 digali dan dicatat.

“Banyak kisah perjuangan seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Dispusip Surabaya juga melakukan alih media arsip pribadi milik Cak Kartolo. Arsip tersebut meliputi dokumen, foto, naskah, serta rekaman pertunjukan ludruk dari tahun 1958 hingga 2025.

Yusuf menjelaskan, arsip tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan didaftarkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

“Dokumentasi ini akan kami ajukan agar kiprah Cak Kartolo tercatat sebagai memori kolektif dan dapat diakses lintas generasi,” katanya.

Menurut Yusuf, program Memori Kolektif Bangsa merupakan upaya nasional untuk melindungi arsip bernilai sejarah dan kebudayaan. Melalui program ini, kontribusi tokoh seni daerah diharapkan mendapat pengakuan yang lebih luas.

Selain pengarsipan, Dispusip juga menggali kisah perjalanan Cak Kartolo untuk diolah menjadi bahan literasi kebudayaan. Materi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

“Kami ingin generasi muda mengenal tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, Cak Kartolo menyambut baik langkah Pemkot Surabaya dalam mendokumentasikan perjalanan ludruk. Menurutnya, perhatian pemerintah dibutuhkan agar kesenian tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Kartolo juga menekankan pentingnya literasi dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, serta perlunya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya di berbagai bidang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item