Rabu, 11 Feb 2026 00:33 WIB

Tak Ingin Ludruk Hilang Ditelan Zaman, Pemkot Surabaya Arsipkan Kiprah Cak Kartolo

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 13 Jan 2026 16:51 WIB

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melakukan pendokumentasian kiprah maestro ludruk Cak Kartolo sebagai upaya menjaga kesinambungan warisan budaya daerah.

Pendokumentasian tersebut dilakukan melalui kunjungan Dispusip Surabaya ke kediaman Cak Kartolo pada Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program pengamanan arsip budaya dan pelestarian memori kolektif kesenian ludruk.

Baca Juga: 45 Ribu Peserta PBI JKN Surabaya Dinonaktifkan, Berikut Penjelasan Dinkes

Kepala Dispusip Surabaya Yusuf Masruh hadir langsung bersama jajaran untuk berdialog dengan Cak Kartolo dan istrinya, Ning Tini, yang juga dikenal sebagai pelaku seni ludruk. Dalam pertemuan tersebut, perjalanan Cak Kartolo di dunia ludruk sejak 1958 digali dan dicatat.

“Banyak kisah perjuangan seniman yang belum tercatat secara sistematis, padahal memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting,” ujar Yusuf.

Dalam kesempatan itu, Dispusip Surabaya juga melakukan alih media arsip pribadi milik Cak Kartolo. Arsip tersebut meliputi dokumen, foto, naskah, serta rekaman pertunjukan ludruk dari tahun 1958 hingga 2025.

Yusuf menjelaskan, arsip tersebut akan diusulkan sebagai bagian dari Memori Kolektif Bangsa 2026 dan didaftarkan melalui Arsip Nasional Republik Indonesia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

“Dokumentasi ini akan kami ajukan agar kiprah Cak Kartolo tercatat sebagai memori kolektif dan dapat diakses lintas generasi,” katanya.

Menurut Yusuf, program Memori Kolektif Bangsa merupakan upaya nasional untuk melindungi arsip bernilai sejarah dan kebudayaan. Melalui program ini, kontribusi tokoh seni daerah diharapkan mendapat pengakuan yang lebih luas.

Selain pengarsipan, Dispusip juga menggali kisah perjalanan Cak Kartolo untuk diolah menjadi bahan literasi kebudayaan. Materi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh sekolah, perpustakaan, dan komunitas literasi.

Baca Juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

“Kami ingin generasi muda mengenal tokoh budaya yang hidup dan berkarya di kota mereka sendiri,” jelas Yusuf.

Ia menambahkan, Cak Kartolo menyambut baik langkah Pemkot Surabaya dalam mendokumentasikan perjalanan ludruk. Menurutnya, perhatian pemerintah dibutuhkan agar kesenian tradisional tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Dalam pertemuan tersebut, Cak Kartolo juga menekankan pentingnya literasi dan budaya sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda, serta perlunya memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya di berbagai bidang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.