Selasa, 21 Jul 2026 17:05 WIB

Wakil Ketua DPRD Surabaya Minta Pemkot Tidak Memangkas Jumlah Kader

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Feb 2022 17:31 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti

selalu.id - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti meminta Pemerintah Kota Surabaya tidak mengurangi atau memberhentikan kader yang sudah bekerja. Reni mengaku mendapat laporan adanya pengurangan jumlah kader yang akan diterbitkan melalui Surat Keputusan (SK).

Reni mengatakan, sejumlah kader kesehatan resah karena informasi beberapa puskesmas dan camat adanya kabar pemangkasan kader kesehatan. Sehingga mereka mengadu kepada DPRD Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Saya menerima pengaduan itu dari kader Wonokromo, Sukolilo, Wonocolo, Sawahan, Benowo, dan Tambaksari jadi informasi yang diterima oleh kader akan ada pemangkasan itu sama semua kondisinya tersampaikan oleh Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Koordinator Kesehatan" kata Reni, saat dihubungi selalu.id, Sabtu (26/2/2022).

Bahkan, Reni menjelaskan bahwa koordinator kesehatan itu di beri waktu untuk menyerahkan terkait nama-nama yang tercatat di SK sebagai Buser Surabaya Hebat. Sehingga jumlahnya akan berkurang dari Kader Kesehatan yang sudah ada.

"Misal Saya baru saja mendapat keluhan dari satu wilayah pakis, tepatnya RW 8 bahwa yang awalnya 60 tinggal 22. Kemarin yang di Gubeng itu ada RW yang dari 103 tinggal 36 otomatis lebih banyak kader yang tidak masuk dalam SK," jelas Reni.

Lebih lanjut, Reni meminta kepada Pemkot Surabaya untuk tidak mengambil kebijakan yang meresahkan kader kesehatan. Sebab kader kesehatan di Surabaya 99 persen adalah ibu atau kaum perempuan.

"Kaum perempuan ini kan kesibukannya di rumah masih mau mengabdi sekian lama untuk warga kampungnya, ya jangan kemudian disampaikan kebijakan yang untuk ujuk-ujuk (tiba-tiba) kemudian mereka tidak dimasukkan ke dalam SK,"ungkap Reni.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

"Saya beharap kebijakan itu dibatalkan, mohon tidak mengambil kebijakan pemangkasan kader kesehatan,"imbuhnya.

Selain itu, Reni mengungkapkan, selama ini kader kesehatan tersebut sudah mengabdi lama. Pemkot menjanjikan memberi insentif naik menjadi Rp 400 ribu per bulan di akhir 2021.

"Jangan sampai tahun 2022 ini dikurangin. Jangan meresahkan, secara detail satu insentif kader bulan Januari-Februari agar dibayarkan penuh Rp 400 ribu itu kepada seluruh kader," ucapnya.

Kemudian, Reni menjelaskan, terkait rencana Buser Surabaya Hebat, apabila tujuannya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan kesejahteraan Kota Surabaya, dirinya menyetujui.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Monggo-monggo saja tetapi jangan memangkas kader kesehatan yang sudah mengabdi sekian lama, harus diberi insentif Rp 400 ribu yang sudah dijanjikan," tegasnya.

Ia berharap rencana pemangkasan tersebut tidak dilanjutkan. Reni menyebut bahwa Wali Kota Eri sangat perhatian terhadap ibu-ibu Kader. Sebab itu dirinya mohon jangan memangkas jumlah kader-kader yang aktif.

"Pak Wali Kota itu kan sangat perhatian terhadap ibu-ibu kader kesehatan, tiba-tiba langsung dipangkas apalagi kader kesehatan yang dipangkas itu adalah kader-kader yang aktif," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.