Minggu, 15 Feb 2026 11:52 WIB

Dua Proyek Layanan Publik Mangkrak, DPRD Soroti Lemahnya Seleksi Kontraktor Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:50 WIB

selalu.id - Dua proyek layanan publik strategis di Surabaya dipastikan mangkrak setelah Pemerintah Kota Surabaya memutus kontrak dan memblacklist dua perusahaan kontraktor. Proyek tersebut meliputi pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon.


Dua kontraktor yang diputus kontraknya masing-masing CV SJU Baru asal Sidoarjo sebagai pelaksana proyek SMPN Tambak Wedi dan CV Reno Abadi dari Malang yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Manukan Kulon. Keduanya dinilai gagal menyelesaikan pekerjaan hingga akhir tahun anggaran 2025.

Baca Juga: Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya


Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Surabaya dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (7/1/2026). DPRD menilai kegagalan proyek berdampak langsung pada kualitas layanan publik.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, mengatakan mandeknya proyek Puskesmas Manukan Kulon berpotensi menimbulkan kerugian daerah.


“Keterlambatan ini berdampak langsung pada pelayanan. Di Puskesmas Manukan Kulon saja, potensi pendapatan kapitasi bisa berkurang sekitar Rp10 juta per bulan,” ujarnya.


Sorotan lebih keras diarahkan ke proyek pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi. Dari total anggaran sekitar Rp8 miliar, progres pembangunan disebut baru mencapai 37 persen. Padahal, sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima siswa baru kelas VII pada tahun ajaran 2026.


“Ini kebutuhan mendesak warga Tambak Wedi. Kami minta Pemkot segera tender ulang. Minimal satu lantai harus bisa difungsikan sebelum masa PPDB Juni Juli 2026,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Komisi D DPRD Surabaya juga meminta Pemkot melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur pengadaan barang dan jasa. Evaluasi dinilai perlu karena proyek mangkrak akibat lemahnya kapasitas kontraktor kembali terulang.

Baca Juga: DPRD Reses di Dapil Dua Surabaya, Penurunan Bantuan UKT jadi Keluhan Warga


“Blacklist jangan hanya formalitas. SOP harus diperketat agar kontraktor yang tidak kompeten tidak bisa lolos lagi, meski ganti bendera perusahaan,” tandas dr. Akmarawita.


Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang, Jasa, dan Administrasi Pembangunan Pemkot Surabaya, Aly Murtadlo, menyatakan proses pemilihan penyedia telah dilakukan sesuai ketentuan, termasuk melalui mekanisme e purchasing sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 46 Tahun 2025.


“Karena proyek dinilai tidak terlalu kompleks, kami gunakan katalog elektronik. Secara administrasi dan kemampuan awal, penyedia memenuhi syarat. Namun di tengah jalan muncul kendala permodalan,” jelasnya.

Baca Juga: Reses di Tambak Osowilangun, Yona Bagus Kucurkan Bantuan dan Singgung Validitas DTSEN


Menurut Aly, Pemkot sempat memberikan perpanjangan waktu setelah kontraktor mengklaim memperoleh tambahan modal. Namun hingga batas akhir 2025, komitmen tersebut tidak terealisasi dan progres pekerjaan tetap jauh dari target.


“Tidak ada toleransi lagi. Kontrak diputus dan penyedia kami blacklist. Selanjutnya sisa pekerjaan akan dihitung. Jika nilainya di atas Rp400 juta, akan segera dilelang ulang agar bangunan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.

PKB Jatim Peremajaan Struktur, Dominasi Anak Muda Hadapi Dinamika Politik

Gus Halim menilai, peta pemilih ke depan akan didominasi kalangan muda dengan karakter dan dinamika yang berbeda.