Senin, 09 Nov 2026 06:01 WIB

Dua Proyek Layanan Publik Mangkrak, DPRD Soroti Lemahnya Seleksi Kontraktor Pemkot Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jan 2026 10:50 WIB

selalu.id - Dua proyek layanan publik strategis di Surabaya dipastikan mangkrak setelah Pemerintah Kota Surabaya memutus kontrak dan memblacklist dua perusahaan kontraktor. Proyek tersebut meliputi pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi dan Puskesmas Manukan Kulon.


Dua kontraktor yang diputus kontraknya masing-masing CV SJU Baru asal Sidoarjo sebagai pelaksana proyek SMPN Tambak Wedi dan CV Reno Abadi dari Malang yang mengerjakan pembangunan Puskesmas Manukan Kulon. Keduanya dinilai gagal menyelesaikan pekerjaan hingga akhir tahun anggaran 2025.

Baca Juga: DPRD Surabaya Pertanyakan Ratusan Miliar Anggaran Kecamatan Masuk Pos Pendidikan


Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Komisi D DPRD Surabaya dalam rapat koordinasi yang digelar Rabu (7/1/2026). DPRD menilai kegagalan proyek berdampak langsung pada kualitas layanan publik.
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, mengatakan mandeknya proyek Puskesmas Manukan Kulon berpotensi menimbulkan kerugian daerah.


“Keterlambatan ini berdampak langsung pada pelayanan. Di Puskesmas Manukan Kulon saja, potensi pendapatan kapitasi bisa berkurang sekitar Rp10 juta per bulan,” ujarnya.


Sorotan lebih keras diarahkan ke proyek pembangunan SMP Negeri Tambak Wedi. Dari total anggaran sekitar Rp8 miliar, progres pembangunan disebut baru mencapai 37 persen. Padahal, sekolah tersebut ditargetkan mulai menerima siswa baru kelas VII pada tahun ajaran 2026.


“Ini kebutuhan mendesak warga Tambak Wedi. Kami minta Pemkot segera tender ulang. Minimal satu lantai harus bisa difungsikan sebelum masa PPDB Juni Juli 2026,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Komisi D DPRD Surabaya juga meminta Pemkot melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur pengadaan barang dan jasa. Evaluasi dinilai perlu karena proyek mangkrak akibat lemahnya kapasitas kontraktor kembali terulang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Sentil Kinerja Pemkot: Jangan Cuma Bersandar Capaian Anggaran!


“Blacklist jangan hanya formalitas. SOP harus diperketat agar kontraktor yang tidak kompeten tidak bisa lolos lagi, meski ganti bendera perusahaan,” tandas dr. Akmarawita.


Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang, Jasa, dan Administrasi Pembangunan Pemkot Surabaya, Aly Murtadlo, menyatakan proses pemilihan penyedia telah dilakukan sesuai ketentuan, termasuk melalui mekanisme e purchasing sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 46 Tahun 2025.


“Karena proyek dinilai tidak terlalu kompleks, kami gunakan katalog elektronik. Secara administrasi dan kemampuan awal, penyedia memenuhi syarat. Namun di tengah jalan muncul kendala permodalan,” jelasnya.

Baca Juga: Polemik Jam Operasional Pasar Tanjungsari, DPRD Surabaya: Kalau Perlu Perdanya Diubah!


Menurut Aly, Pemkot sempat memberikan perpanjangan waktu setelah kontraktor mengklaim memperoleh tambahan modal. Namun hingga batas akhir 2025, komitmen tersebut tidak terealisasi dan progres pekerjaan tetap jauh dari target.


“Tidak ada toleransi lagi. Kontrak diputus dan penyedia kami blacklist. Selanjutnya sisa pekerjaan akan dihitung. Jika nilainya di atas Rp400 juta, akan segera dilelang ulang agar bangunan bisa segera dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peduli Krisis Air Bersih, SIER Salurkan 25.000 Liter Air dan Tiga Tandon untuk Warga Pasuruan

Dalam kegiatan tersebut, SIER menyalurkan bantuan berupa 25.000 liter air bersih serta tiga unit tandon air.

Presiden Prabowo Bertemu 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Apa?

Selain para mantan Kapolri, pertemuan itu juga dihadiri Kapolri Jenderal Suyudi, Panglima TNI Jenderal Agus Sudibyo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Gus Fawait Ajak Kader LSN Bersatu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Forkopimda Jember, pimpinan OPD, serta pengurus LSN.

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.