Selasa, 21 Jul 2026 07:12 WIB

Wali Kota Eri Akui Tanggul Lama Pakis Tak Mampu Hadapi Hujan Ekstrem, Pemkot Siapkan Rumah Pompa 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:20 WIB
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui infrastruktur pengendali banjir lama di kawasan Pakis sudah tidak lagi mampu menghadapi intensitas hujan ekstrem. 

Kondisi tersebut ditandai ambrolnya plengsengan dan melemahnya tanggul lama saat hujan deras mengguyur Surabaya pada Minggu (4/1/2026) sore. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Eri menjelaskan, derasnya debit air menyebabkan saluran lama di kawasan Pakis, khususnya Pakis 1B, tidak mampu menahan aliran air sehingga ambrol. Situasi ini memaksa Pemkot Surabaya mengambil langkah darurat demi melindungi kawasan permukiman.

“Plengsengan dan tanggul lama di Pakis memang sudah tidak kuat menahan debit air saat hujan ekstrem,” kata Eri, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemkot Surabaya menutup pintu air dan mengalihkan sementara genangan ke badan jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sisi selatan yang berbatasan dengan sungai.

“Kalau pintu air tidak kita tutup, wilayah Pakis bisa tenggelam. Maka genangan sementara kita alihkan ke jalan, itu pun hanya satu sisi. Sisi lainnya tetap aman dan air cepat surut setelah hujan reda,” ujarnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Menurut Eri, langkah tersebut murni bersifat darurat dan dilakukan dalam kondisi hujan dengan intensitas di atas normal. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan lebat yang melanda Surabaya dipengaruhi fenomena siklon tropis, sehingga debit air melonjak tajam dalam waktu singkat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Surabaya telah menyiapkan pembangunan rumah pompa baru yang akan mengalirkan air ke arah Gunungsari dan Ronggolawe. Proyek tersebut direncanakan mulai dianggarkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari pembenahan sistem pengendalian banjir.

“Ke depan, kita siapkan rumah pompa baru karena infrastruktur lama memang tidak dirancang untuk menghadapi hujan dengan intensitas seperti sekarang,” tuturnya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Bayi Lahir Asli Surabaya Langsung Dapat Akta-KIA hingga KK Baru Gratis

Selain Pakis, Eri menegaskan penanganan banjir tahun 2026 juga akan difokuskan di sejumlah kawasan rawan lainnya, seperti Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo A, Simo Rejo 1A dan 1B, serta Tanjungsari.

Ia menambahkan, persoalan banjir di wilayah barat Surabaya bersifat menahun dan memerlukan penanganan bertahap dari hulu hingga hilir, termasuk normalisasi sungai, pembangunan bozem, serta penataan ulang aliran air.

“Ini bukan pekerjaan singkat. Tapi satu per satu kita benahi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkas Eri.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.