Kamis, 04 Jun 2026 11:13 WIB

Wali Kota Eri Akui Tanggul Lama Pakis Tak Mampu Hadapi Hujan Ekstrem, Pemkot Siapkan Rumah Pompa 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:20 WIB
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui infrastruktur pengendali banjir lama di kawasan Pakis sudah tidak lagi mampu menghadapi intensitas hujan ekstrem. 

Kondisi tersebut ditandai ambrolnya plengsengan dan melemahnya tanggul lama saat hujan deras mengguyur Surabaya pada Minggu (4/1/2026) sore. 

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Eri menjelaskan, derasnya debit air menyebabkan saluran lama di kawasan Pakis, khususnya Pakis 1B, tidak mampu menahan aliran air sehingga ambrol. Situasi ini memaksa Pemkot Surabaya mengambil langkah darurat demi melindungi kawasan permukiman.

“Plengsengan dan tanggul lama di Pakis memang sudah tidak kuat menahan debit air saat hujan ekstrem,” kata Eri, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemkot Surabaya menutup pintu air dan mengalihkan sementara genangan ke badan jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sisi selatan yang berbatasan dengan sungai.

“Kalau pintu air tidak kita tutup, wilayah Pakis bisa tenggelam. Maka genangan sementara kita alihkan ke jalan, itu pun hanya satu sisi. Sisi lainnya tetap aman dan air cepat surut setelah hujan reda,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siap Perjuangkan Perda Disabilitas

Menurut Eri, langkah tersebut murni bersifat darurat dan dilakukan dalam kondisi hujan dengan intensitas di atas normal. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan lebat yang melanda Surabaya dipengaruhi fenomena siklon tropis, sehingga debit air melonjak tajam dalam waktu singkat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Surabaya telah menyiapkan pembangunan rumah pompa baru yang akan mengalirkan air ke arah Gunungsari dan Ronggolawe. Proyek tersebut direncanakan mulai dianggarkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari pembenahan sistem pengendalian banjir.

“Ke depan, kita siapkan rumah pompa baru karena infrastruktur lama memang tidak dirancang untuk menghadapi hujan dengan intensitas seperti sekarang,” tuturnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Pameran Cross Musea Pertiwi 2026, Hadirkan Pengalaman Berbasis AI

Selain Pakis, Eri menegaskan penanganan banjir tahun 2026 juga akan difokuskan di sejumlah kawasan rawan lainnya, seperti Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo A, Simo Rejo 1A dan 1B, serta Tanjungsari.

Ia menambahkan, persoalan banjir di wilayah barat Surabaya bersifat menahun dan memerlukan penanganan bertahap dari hulu hingga hilir, termasuk normalisasi sungai, pembangunan bozem, serta penataan ulang aliran air.

“Ini bukan pekerjaan singkat. Tapi satu per satu kita benahi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkas Eri.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

Tersangka merupakan spesialis pembobol rumah kosong. Tersangka juga tercatat sebagai residivis dalam kasus serupa.