Selasa, 03 Feb 2026 02:45 WIB

Wali Kota Eri Akui Tanggul Lama Pakis Tak Mampu Hadapi Hujan Ekstrem, Pemkot Siapkan Rumah Pompa 

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 05 Jan 2026 17:20 WIB
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman
Pemberian sand bag untuk meredam air ke pemukiman

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengakui infrastruktur pengendali banjir lama di kawasan Pakis sudah tidak lagi mampu menghadapi intensitas hujan ekstrem. 

Kondisi tersebut ditandai ambrolnya plengsengan dan melemahnya tanggul lama saat hujan deras mengguyur Surabaya pada Minggu (4/1/2026) sore. 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Eri menjelaskan, derasnya debit air menyebabkan saluran lama di kawasan Pakis, khususnya Pakis 1B, tidak mampu menahan aliran air sehingga ambrol. Situasi ini memaksa Pemkot Surabaya mengambil langkah darurat demi melindungi kawasan permukiman.

“Plengsengan dan tanggul lama di Pakis memang sudah tidak kuat menahan debit air saat hujan ekstrem,” kata Eri, Senin (5/1/2026).

Ia mengungkapkan, untuk mencegah dampak yang lebih luas, Pemkot Surabaya menutup pintu air dan mengalihkan sementara genangan ke badan jalan Mayjen Sungkono, tepatnya di sisi selatan yang berbatasan dengan sungai.

“Kalau pintu air tidak kita tutup, wilayah Pakis bisa tenggelam. Maka genangan sementara kita alihkan ke jalan, itu pun hanya satu sisi. Sisi lainnya tetap aman dan air cepat surut setelah hujan reda,” ujarnya.

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

Menurut Eri, langkah tersebut murni bersifat darurat dan dilakukan dalam kondisi hujan dengan intensitas di atas normal. Berdasarkan informasi dari BMKG, hujan lebat yang melanda Surabaya dipengaruhi fenomena siklon tropis, sehingga debit air melonjak tajam dalam waktu singkat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Surabaya telah menyiapkan pembangunan rumah pompa baru yang akan mengalirkan air ke arah Gunungsari dan Ronggolawe. Proyek tersebut direncanakan mulai dianggarkan pada tahun 2026 sebagai bagian dari pembenahan sistem pengendalian banjir.

“Ke depan, kita siapkan rumah pompa baru karena infrastruktur lama memang tidak dirancang untuk menghadapi hujan dengan intensitas seperti sekarang,” tuturnya.

Baca Juga: Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Selain Pakis, Eri menegaskan penanganan banjir tahun 2026 juga akan difokuskan di sejumlah kawasan rawan lainnya, seperti Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo A, Simo Rejo 1A dan 1B, serta Tanjungsari.

Ia menambahkan, persoalan banjir di wilayah barat Surabaya bersifat menahun dan memerlukan penanganan bertahap dari hulu hingga hilir, termasuk normalisasi sungai, pembangunan bozem, serta penataan ulang aliran air.

“Ini bukan pekerjaan singkat. Tapi satu per satu kita benahi agar kejadian serupa tidak terus berulang,” pungkas Eri.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.