Minggu, 19 Jul 2026 21:21 WIB

Pelaku Pemalsuan Ijazah Unitomo Jalani Sidang di PN Surabaya, Terungkap Tarif Jasanya

Terdakwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya
Terdakwa saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya

selalu.id - Ari Pratama (lulusan Teknik Komputer) diadili di Pengadilan Negeri Surabaya atas dakwaan pembuatan dan penjualan ijazah, akta nikah, serta akta cerai palsu. Dia didampingi kuasa hukumnya, Veronika Yunani, dalam sidang perkara tersebut.

Jaksa penuntut umum Estik Dilla Rahmawati mengungkap, Ari menyalahgunakan keterampilan edit Adobe Photoshop dan pengetahuan teknik komputer untuk mendompleng ijazah Universitas Dr. Soetomo (Unitomo).

Ijazah S-1 palsu tersebut ditawarkan seharga Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta, disertai transkrip nilai fiktif sesuai jurusan yang diinginkan calon pembeli. ”Terdakwa melakukan pengisian identitas, program universitas, dan daftar nilai secara fiktif yang seolah-olah dari Unitomo,” ujar Dilla.

Baca Juga: Terdakwa Pengusiran dan Perusakan Rumah Nenek Elina di Surabaya Divonis Tiga Tahun 10 Bulan

Ari mengunggah hasil editan ke Facebook dan meminta data diri (nama, tempat tanggal lahir, foto) dari pembeli untuk diisi ke ijazah yang dicetak pada kertas HVS biasa. Selain ijazah S-1, dia juga menawarkan ijazah SMP, SMA, dan kejar paket, serta akta nikah dan akta cerai palsu.

Baca Juga: Hakim Vonis Ringan Eks Manajer Akuntasi PT Dejavu Multi Kreasi dalam Kasus Penggelapan

Total keuntungan yang diperolehnya mencapai Rp 5 jutaan, meskipun pesanan tidak selalu ada setiap bulan. Aksi Ari terendus pada pertengahan Juli lalu setelah pihak Unitomo menemukan perbedaan kentara antara ijazah palsu dan asli.

Baca Juga: Direktur PT GTI Divonis 10 Tahun dalam Kasus TPPU Investasi Fiktif Rp220,3 M

Rektor Unitomo Siti Marwiyah menjelaskan, ijazah asli kampus terbuat dari bahan serat kapas dan linen (sama dengan uang kertas), sedangkan ijazah palsu hanya menggunakan HVS. Selain itu, nama pada ijazah palsu tidak tersinkronisasi dengan pangkalan data PD Dikti.

”Kami alami kerugian immaterial karena nama baik kampus tercoreng,” ungkap Marwiyah di hadapan majelis hakim.

Menurut Ari, dia melakukan praktek tersebut setelah diberhentikan dari pekerjaan sebagai admin distributor jam tangan pada awal tahun ini dan kesulitan mencari pekerjaan baru untuk memenuhi nafkah keluarga. Sampai saat ini, pihak pengadilan telah menemukan sekitar lima ijazah palsu dengan kop mendompleng Unitomo yang dibuat oleh terdakwa.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.