Sabtu, 05 Sep 2026 21:00 WIB

Karyawan Makanan Beku di Mojokerto Digendam 2 WNA, Uang Rp 1 Juta Raib

Rekaman CCTV aksi penggendaman
Rekaman CCTV aksi penggendaman

selalu.id - Pria dan wanita Warga Negara Asing (WNA) melakukan aksi gendam kepada karyawan makanan beku atau frozen food di Jalan Airlangga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Gendam atau hipnotis yang dilakukan pelaku ini terekam kamera pengintai toko. Dua WNA yakni seorang pria dan perempuan tersebut berjalan kaki lalu masuk ke toko yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Pelaku pria mengenakan baju lengan panjang berwarna putih, celana panjang dan bertopi. Sedangkan, perempuan yang berjilbab warna oranye dan memakai baju gamis.

Karyawan toko makanan beku, Rahma Septia Jazumba (24) mengatakan, ciri-ciri pelaku pria berperawakan badan tinggi besar.

"Orangnya itu tinggi, besar. Terus ada brewoknya sama kumisnya. Orang luar,
Benar-benar orang luar (Warga Negara Asing). Awalnya dia sendiri datang, panggil-panggil, minta kecap-kecap. Kalau kecap dalam Bahasa Inggris kan berarti saus tomat, terus tak tunjukin sebelah sana," kata Rahma, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, saat hendak melancarkan aksi gendamnya, suasana toko lagi ramai. Kemudian pelaku pria memanggil perempuan yang berjilbab.

Baca Juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

"Entah Istrinya atau rekannya gitu. Langsung disuruh stay di sini. Orangnya keliling-keliling lagi. Terus pas agak sepi, dia bilang minta tukar. Dia bawa lima puluhan dua, minta seratus ribu kan. Terus seratus ribu itu tadi dituker, mintanya yang baru. Terus kita bilangin baru yang mana. Baru yang itu, itu. Sambil nunjuk itu.Tapi kan dia memang kayak keterbatasan bahasa Indonesia atau memang pura-pura, saya kan juga nggak tahu. Terus pas rame lagi, orangnya pergi lagi," ungkapnya.

Aksi keduanya gagal, pelaku pria ini kembali mencoba dengan kembali membeli makanan beku di toko tersebut sambil melakukan kontak fisik dengan karyawan toko.

"Milih-milih lagi, beli lagi. Terus pas puncaknya benar-benar toko sepi itu. Baru benar-benar dia tukar sambil langsung kontak fisik. Pegang uang sampai geledah-geledah lagi. Geledah gini, sampai ditutup gini, digeledah-geledah gini. Sampai tangannya itu gerak. Sampai dibawa-bawa gitu," jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Mojokerto Kucurkan Rp3,2 Miliar untuk Kelompok Tani, Ajak Milenial Tak Gengsi jadi Petani

Menurut Rahma, dirinya baru sadar sudah menjadi korban gendam setelah pelaku pergi dan menghitung hasil jumlah penjualan.

"Pas orangnya pergi, terus kita hitung uangnya itu. Hitungan japitanku per satu jutanya itu kurang satu ikat lebih. Total kerugian Rp 1,150 juta," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.