Rabu, 11 Feb 2026 16:02 WIB

Karyawan Makanan Beku di Mojokerto Digendam 2 WNA, Uang Rp 1 Juta Raib

Rekaman CCTV aksi penggendaman
Rekaman CCTV aksi penggendaman

selalu.id - Pria dan wanita Warga Negara Asing (WNA) melakukan aksi gendam kepada karyawan makanan beku atau frozen food di Jalan Airlangga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Gendam atau hipnotis yang dilakukan pelaku ini terekam kamera pengintai toko. Dua WNA yakni seorang pria dan perempuan tersebut berjalan kaki lalu masuk ke toko yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga: Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Pelaku pria mengenakan baju lengan panjang berwarna putih, celana panjang dan bertopi. Sedangkan, perempuan yang berjilbab warna oranye dan memakai baju gamis.

Karyawan toko makanan beku, Rahma Septia Jazumba (24) mengatakan, ciri-ciri pelaku pria berperawakan badan tinggi besar.

"Orangnya itu tinggi, besar. Terus ada brewoknya sama kumisnya. Orang luar,
Benar-benar orang luar (Warga Negara Asing). Awalnya dia sendiri datang, panggil-panggil, minta kecap-kecap. Kalau kecap dalam Bahasa Inggris kan berarti saus tomat, terus tak tunjukin sebelah sana," kata Rahma, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, saat hendak melancarkan aksi gendamnya, suasana toko lagi ramai. Kemudian pelaku pria memanggil perempuan yang berjilbab.

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

"Entah Istrinya atau rekannya gitu. Langsung disuruh stay di sini. Orangnya keliling-keliling lagi. Terus pas agak sepi, dia bilang minta tukar. Dia bawa lima puluhan dua, minta seratus ribu kan. Terus seratus ribu itu tadi dituker, mintanya yang baru. Terus kita bilangin baru yang mana. Baru yang itu, itu. Sambil nunjuk itu.Tapi kan dia memang kayak keterbatasan bahasa Indonesia atau memang pura-pura, saya kan juga nggak tahu. Terus pas rame lagi, orangnya pergi lagi," ungkapnya.

Aksi keduanya gagal, pelaku pria ini kembali mencoba dengan kembali membeli makanan beku di toko tersebut sambil melakukan kontak fisik dengan karyawan toko.

"Milih-milih lagi, beli lagi. Terus pas puncaknya benar-benar toko sepi itu. Baru benar-benar dia tukar sambil langsung kontak fisik. Pegang uang sampai geledah-geledah lagi. Geledah gini, sampai ditutup gini, digeledah-geledah gini. Sampai tangannya itu gerak. Sampai dibawa-bawa gitu," jelasnya.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

Menurut Rahma, dirinya baru sadar sudah menjadi korban gendam setelah pelaku pergi dan menghitung hasil jumlah penjualan.

"Pas orangnya pergi, terus kita hitung uangnya itu. Hitungan japitanku per satu jutanya itu kurang satu ikat lebih. Total kerugian Rp 1,150 juta," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Xiaomi SU7 Ultra Siap Taklukkan Lintasan Virtual Gran Turismo 7

Kehadiran mobil ini sudah meluncur melalui "Update 1.67" pada 29 Januari 2026, menandai debut bersejarah Xiaomi dalam franchise Gran Turismo.

Gubernur Khofifah Diperiksa Besok di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim, Berani Datang?

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa penjadwalan ulang ini dilakukan karena Gubernur Khofifah berhalangan hadir alias mangkir pada jadwal sebelumnya.

Wisata Trawas dan Pacet Mojokerto Cocok Buat Liburan dengan Keluarga: Tempatnya Nyaman, Aksesnya Mudah

Wisata di Mojokerto ini cocok sekali bagi kamu yang ingin sejenak melepas penat dari hiruk-pikuk kota dan mencari suasana baru untuk menyegarkan pikiran.

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Adi Sutarwijono Digelar Besok Siang

Jenazah Cak Awi diberangkatkan dari Jakarta pada hari ini, Rabu, 11 Februari 2026 siang menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Bendera Setengah Tiang di DPRD Surabaya untuk Penghormatan Terakhir pada Adi Sutarwijono

Sekretaris DPRD Surabaya, Musdiq Ali Suhudi mengatakan bendera setengah tiang itu dipasang untuk penghormatan terakhir kepada Cak Awi.

Gedung TK di Kedurus Surabaya Terancam Roboh, DPRD Turun Tangan

“Tidak boleh ada masalah warga Kedurus yang dibiarkan berlarut. Camat dan lurah harus responsif,” jelas Cak Yebe.