Selasa, 21 Jul 2026 01:52 WIB

Karyawan Makanan Beku di Mojokerto Digendam 2 WNA, Uang Rp 1 Juta Raib

Rekaman CCTV aksi penggendaman
Rekaman CCTV aksi penggendaman

selalu.id - Pria dan wanita Warga Negara Asing (WNA) melakukan aksi gendam kepada karyawan makanan beku atau frozen food di Jalan Airlangga, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Gendam atau hipnotis yang dilakukan pelaku ini terekam kamera pengintai toko. Dua WNA yakni seorang pria dan perempuan tersebut berjalan kaki lalu masuk ke toko yang berada di pinggir jalan.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Pelaku pria mengenakan baju lengan panjang berwarna putih, celana panjang dan bertopi. Sedangkan, perempuan yang berjilbab warna oranye dan memakai baju gamis.

Karyawan toko makanan beku, Rahma Septia Jazumba (24) mengatakan, ciri-ciri pelaku pria berperawakan badan tinggi besar.

"Orangnya itu tinggi, besar. Terus ada brewoknya sama kumisnya. Orang luar,
Benar-benar orang luar (Warga Negara Asing). Awalnya dia sendiri datang, panggil-panggil, minta kecap-kecap. Kalau kecap dalam Bahasa Inggris kan berarti saus tomat, terus tak tunjukin sebelah sana," kata Rahma, Selasa (9/12/2025).

Ia menambahkan, saat hendak melancarkan aksi gendamnya, suasana toko lagi ramai. Kemudian pelaku pria memanggil perempuan yang berjilbab.

Baca Juga: Pria yang Sering Curi Motor di Mojokerto Ditangkap, Ini Tampangnya

"Entah Istrinya atau rekannya gitu. Langsung disuruh stay di sini. Orangnya keliling-keliling lagi. Terus pas agak sepi, dia bilang minta tukar. Dia bawa lima puluhan dua, minta seratus ribu kan. Terus seratus ribu itu tadi dituker, mintanya yang baru. Terus kita bilangin baru yang mana. Baru yang itu, itu. Sambil nunjuk itu.Tapi kan dia memang kayak keterbatasan bahasa Indonesia atau memang pura-pura, saya kan juga nggak tahu. Terus pas rame lagi, orangnya pergi lagi," ungkapnya.

Aksi keduanya gagal, pelaku pria ini kembali mencoba dengan kembali membeli makanan beku di toko tersebut sambil melakukan kontak fisik dengan karyawan toko.

"Milih-milih lagi, beli lagi. Terus pas puncaknya benar-benar toko sepi itu. Baru benar-benar dia tukar sambil langsung kontak fisik. Pegang uang sampai geledah-geledah lagi. Geledah gini, sampai ditutup gini, digeledah-geledah gini. Sampai tangannya itu gerak. Sampai dibawa-bawa gitu," jelasnya.

Baca Juga: Gara-gara Bambang, Ribuan Siswa di Mojokerto Kini Tak Dapat MBG

Menurut Rahma, dirinya baru sadar sudah menjadi korban gendam setelah pelaku pergi dan menghitung hasil jumlah penjualan.

"Pas orangnya pergi, terus kita hitung uangnya itu. Hitungan japitanku per satu jutanya itu kurang satu ikat lebih. Total kerugian Rp 1,150 juta," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.