Sabtu, 06 Jun 2026 00:02 WIB

Kasus Turun 10 Persen, Surabaya Perluas 126 Lokasi Tes HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Des 2025 10:50 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan momentum Hari AIDS Sedunia untuk menekan penularan HIV AIDS. Dinas Kesehatan memperluas layanan tes dan memperkuat jaringan penanganan berbasis Puskesmas serta komunitas.

 

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan saat ini tersedia 126 tempat tes HIV yang tersebar di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mempermudah akses masyarakat terutama kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, LSL, waria, ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular.

 

“Kami juga bekerja sama dengan kelompok peduli HIV seperti ASPA dan pendamping sebaya. Edukasi dan penjangkauan langsung di masyarakat menjadi bagian penting dari strategi kami,” kata Nanik, Rabu 3 Desember 2025.

 

Nanik menjelaskan Puskesmas kini menjadi pusat layanan HIV yang komprehensif mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga pemberian obat ARV. Tes HIV juga terintegrasi dengan pemeriksaan lain seperti tuberkulosis, pemeriksaan ibu hamil, calon pengantin, dan PKG.

 

Upaya edukasi publik diperluas ke sekolah tingkat SMP dan SMA. Dinas melibatkan kader kesehatan dan Karang Taruna untuk memperkuat literasi bahaya HIV dan narkoba di tingkat masyarakat.

 

Dinas Kesehatan Surabaya menggandeng perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas untuk pendampingan ODHIV dan penjangkauan kelompok berisiko yang sulit terdeteksi.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

 

Menurut Nanik, upaya tersebut masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya stigma masyarakat, kesulitan menjangkau kelompok tersembunyi seperti LSL, penghentian pengobatan karena efek samping ARV, serta minimnya dukungan keluarga.

 

Tantangan lain yaitu Surabaya menjadi kota rujukan layanan HIV bagi wilayah Indonesia Timur sehingga banyak kasus yang tercatat bukan berasal dari warga kota.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

“Surabaya ini magnet layanan. Banyak penderita dari luar kota yang tes dan berobat di sini sehingga datanya tercatat sebagai kasus Surabaya,” ujarnya.

 

Nanik menyampaikan hingga Oktober 2025 sebanyak 52,48 persen kasus baru HIV di Surabaya berasal dari luar kota. Secara umum perkembangan kasus HIV pada 2025 turun sekitar 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

“Penurunan ini hasil kerja keras banyak pihak dalam memperluas tes dan pengobatan. Tantangan stigma, mobilitas penduduk, dan kelompok berisiko tetap harus terus kita hadapi,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.