Jumat, 05 Jun 2026 10:24 WIB

Kasus Turun 10 Persen, Surabaya Perluas 126 Lokasi Tes HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Des 2025 10:50 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan momentum Hari AIDS Sedunia untuk menekan penularan HIV AIDS. Dinas Kesehatan memperluas layanan tes dan memperkuat jaringan penanganan berbasis Puskesmas serta komunitas.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan saat ini tersedia 126 tempat tes HIV yang tersebar di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mempermudah akses masyarakat terutama kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, LSL, waria, ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular.

 

“Kami juga bekerja sama dengan kelompok peduli HIV seperti ASPA dan pendamping sebaya. Edukasi dan penjangkauan langsung di masyarakat menjadi bagian penting dari strategi kami,” kata Nanik, Rabu 3 Desember 2025.

 

Nanik menjelaskan Puskesmas kini menjadi pusat layanan HIV yang komprehensif mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga pemberian obat ARV. Tes HIV juga terintegrasi dengan pemeriksaan lain seperti tuberkulosis, pemeriksaan ibu hamil, calon pengantin, dan PKG.

 

Upaya edukasi publik diperluas ke sekolah tingkat SMP dan SMA. Dinas melibatkan kader kesehatan dan Karang Taruna untuk memperkuat literasi bahaya HIV dan narkoba di tingkat masyarakat.

 

Dinas Kesehatan Surabaya menggandeng perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas untuk pendampingan ODHIV dan penjangkauan kelompok berisiko yang sulit terdeteksi.

Baca Juga: Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

 

Menurut Nanik, upaya tersebut masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya stigma masyarakat, kesulitan menjangkau kelompok tersembunyi seperti LSL, penghentian pengobatan karena efek samping ARV, serta minimnya dukungan keluarga.

 

Tantangan lain yaitu Surabaya menjadi kota rujukan layanan HIV bagi wilayah Indonesia Timur sehingga banyak kasus yang tercatat bukan berasal dari warga kota.

 

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

“Surabaya ini magnet layanan. Banyak penderita dari luar kota yang tes dan berobat di sini sehingga datanya tercatat sebagai kasus Surabaya,” ujarnya.

 

Nanik menyampaikan hingga Oktober 2025 sebanyak 52,48 persen kasus baru HIV di Surabaya berasal dari luar kota. Secara umum perkembangan kasus HIV pada 2025 turun sekitar 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

“Penurunan ini hasil kerja keras banyak pihak dalam memperluas tes dan pengobatan. Tantangan stigma, mobilitas penduduk, dan kelompok berisiko tetap harus terus kita hadapi,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Capaian ini merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin indikator kinerja utama Pemprov Jatim yang selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.