Rabu, 21 Okt 2026 22:43 WIB

Kasus Turun 10 Persen, Surabaya Perluas 126 Lokasi Tes HIV

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 03 Des 2025 10:50 WIB

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan momentum Hari AIDS Sedunia untuk menekan penularan HIV AIDS. Dinas Kesehatan memperluas layanan tes dan memperkuat jaringan penanganan berbasis Puskesmas serta komunitas.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan saat ini tersedia 126 tempat tes HIV yang tersebar di 63 Puskesmas, 62 rumah sakit, dan satu klinik utama. Fasilitas tersebut dipersiapkan untuk mempermudah akses masyarakat terutama kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, LSL, waria, ibu hamil, calon pengantin, dan pasien penyakit menular.

 

“Kami juga bekerja sama dengan kelompok peduli HIV seperti ASPA dan pendamping sebaya. Edukasi dan penjangkauan langsung di masyarakat menjadi bagian penting dari strategi kami,” kata Nanik, Rabu 3 Desember 2025.

 

Nanik menjelaskan Puskesmas kini menjadi pusat layanan HIV yang komprehensif mulai dari deteksi dini, pengobatan, hingga pemberian obat ARV. Tes HIV juga terintegrasi dengan pemeriksaan lain seperti tuberkulosis, pemeriksaan ibu hamil, calon pengantin, dan PKG.

 

Upaya edukasi publik diperluas ke sekolah tingkat SMP dan SMA. Dinas melibatkan kader kesehatan dan Karang Taruna untuk memperkuat literasi bahaya HIV dan narkoba di tingkat masyarakat.

 

Dinas Kesehatan Surabaya menggandeng perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas untuk pendampingan ODHIV dan penjangkauan kelompok berisiko yang sulit terdeteksi.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

 

Menurut Nanik, upaya tersebut masih menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya stigma masyarakat, kesulitan menjangkau kelompok tersembunyi seperti LSL, penghentian pengobatan karena efek samping ARV, serta minimnya dukungan keluarga.

 

Tantangan lain yaitu Surabaya menjadi kota rujukan layanan HIV bagi wilayah Indonesia Timur sehingga banyak kasus yang tercatat bukan berasal dari warga kota.

 

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

“Surabaya ini magnet layanan. Banyak penderita dari luar kota yang tes dan berobat di sini sehingga datanya tercatat sebagai kasus Surabaya,” ujarnya.

 

Nanik menyampaikan hingga Oktober 2025 sebanyak 52,48 persen kasus baru HIV di Surabaya berasal dari luar kota. Secara umum perkembangan kasus HIV pada 2025 turun sekitar 10,03 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

 

“Penurunan ini hasil kerja keras banyak pihak dalam memperluas tes dan pengobatan. Tantangan stigma, mobilitas penduduk, dan kelompok berisiko tetap harus terus kita hadapi,” katanya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).