Sabtu, 14 Feb 2026 07:47 WIB

Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Nov 2025 12:07 WIB
Susana tahun baru di Prostitusi Dolly saat masih aktif
Susana tahun baru di Prostitusi Dolly saat masih aktif

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Moroseneng untuk mencegah bangkitnya praktik prostitusi terselubung.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan aktivitas tersebut bukan terjadi di area inti Dolly, melainkan di rumah-rumah kos di sekitar.

Baca Juga: Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

“Dolly-nya clear, aman. Di sana sudah ada usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu. Ini (penindakan praktik asusila) adanya di kos-kosan,” tegas Eri Cahyadi, Minggu (23/11/2025).

Eri mengungkapkan, mayoritas pelaku yang terjaring razia bukan warga Surabaya. Mereka akan dipulangkan setelah menjalani pembinaan di shelter milik Pemkot.

“Kami cek dulu apakah warga Surabaya atau bukan. Kalau warga Surabaya dibina supaya tidak mengulanginya. Kalau bukan, akan kami koordinasikan dengan daerah asal,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik serupa, Pemkot bersama DPRD tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang rumah kos. Aturan baru ini melarang kos campur laki-laki dan perempuan di kawasan permukiman.

“Kalau campur itu nanti bisa ditiru anak-anak kecil. Jadi kos laki-laki harus laki-laki semua, perempuan juga begitu,” jelasnya.

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Eri juga meminta peran aktif warga agar tidak menyewakan kos kepada orang yang dicurigai serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Kami meminta warga ikut menjaga kampungnya dan melaporkan jika ada gelagat prostitusi terselubung,” tegasnya.

Selain pengawasan, Pemkot juga mengevaluasi sentra UMKM dan wisata edukasi di eks Dolly agar kembali ramai dan produktif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Catat Tanggalnya

“Saya perintahkan Dinkopumdag mengevaluasi semua SWK dan UMKM. Kalau sepi, komoditasnya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” kata Eri.

Program wisata edukasi juga akan digerakkan bersama Karang Taruna dan pemuda setempat. Bahkan, Pemkot menyiapkan alokasi anggaran Rp5 juta per wilayah pada 2026 untuk mengaktifkan kegiatan Gen Z.

“Kita tidak ingin Pemkot yang menggerakkan, tapi pemuda di sana yang menjalankan supaya mereka ikut memiliki dan menjaga,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Daftar Shio yang Diprediksi Paling Hoki di Tahun Kuda Api

Menurut kalender lunar, dipandang oleh pakar feng shui sebagai masa yang sangat dinamis dan penuh perubahan.

BPKH Perlu Ruang Lebih Banyak Kelola Dana Haji dengan Prinsip Kehati-hatian

Saleh menekankan perlunya pembenahan dengan meninjau kembali seluruh pasal terkait kewenangan dan tanggung jawab BPKH dalam undang-undang.

Santri asal Sidoarjo Meninggal Dunia Diduga Tersengat Listrik di Mojokerto

Korban sempat terjatuh ke kolam tandon air di lantai 4 gedung pondok. Korban diketahui bernama KAW (13), warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.

Potret Bersih-bersih Sampah di Kawasan Wisata Bromo Jelang Liburan dan Ramadan

Hasilnya, total sampah yang terkumpul sebanyak sekitar 1 ton, yang dimuat dalam 2 truk dan 3 mobil jenis pikap.

Wamendagri Dorong Pengawasan Dana Desa di Jember, Tata Kelola Jadi Kunci

Dalam agenda tersebut, Bima Arya menyampaikan bahwa pemerintah pusat menempatkan desa sebagai prioritas pembangunan nasional.

Cara Cek BPJS PBI JK Sudah Diaktifkan Lagi atau Belum

Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN serta chatbot BPJS Kesehatan. Begini caranya.