Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 23 Nov 2025 12:07 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Moroseneng untuk mencegah bangkitnya praktik prostitusi terselubung.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan aktivitas tersebut bukan terjadi di area inti Dolly, melainkan di rumah-rumah kos di sekitar.
Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal
“Dolly-nya clear, aman. Di sana sudah ada usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu. Ini (penindakan praktik asusila) adanya di kos-kosan,” tegas Eri Cahyadi, Minggu (23/11/2025).
Eri mengungkapkan, mayoritas pelaku yang terjaring razia bukan warga Surabaya. Mereka akan dipulangkan setelah menjalani pembinaan di shelter milik Pemkot.
“Kami cek dulu apakah warga Surabaya atau bukan. Kalau warga Surabaya dibina supaya tidak mengulanginya. Kalau bukan, akan kami koordinasikan dengan daerah asal,” ujarnya.
Untuk mencegah praktik serupa, Pemkot bersama DPRD tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang rumah kos. Aturan baru ini melarang kos campur laki-laki dan perempuan di kawasan permukiman.
“Kalau campur itu nanti bisa ditiru anak-anak kecil. Jadi kos laki-laki harus laki-laki semua, perempuan juga begitu,” jelasnya.
Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang
Eri juga meminta peran aktif warga agar tidak menyewakan kos kepada orang yang dicurigai serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami meminta warga ikut menjaga kampungnya dan melaporkan jika ada gelagat prostitusi terselubung,” tegasnya.
Selain pengawasan, Pemkot juga mengevaluasi sentra UMKM dan wisata edukasi di eks Dolly agar kembali ramai dan produktif.
Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin
“Saya perintahkan Dinkopumdag mengevaluasi semua SWK dan UMKM. Kalau sepi, komoditasnya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” kata Eri.
Program wisata edukasi juga akan digerakkan bersama Karang Taruna dan pemuda setempat. Bahkan, Pemkot menyiapkan alokasi anggaran Rp5 juta per wilayah pada 2026 untuk mengaktifkan kegiatan Gen Z.
“Kita tidak ingin Pemkot yang menggerakkan, tapi pemuda di sana yang menjalankan supaya mereka ikut memiliki dan menjaga,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardianto