Rabu, 05 Agu 2026 17:49 WIB

Pelaku Prostitusi dari Luar Surabaya Dipulangkan, Wali Kota Eri: Dolly Aman

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 23 Nov 2025 12:07 WIB
Susana tahun baru di Prostitusi Dolly saat masih aktif
Susana tahun baru di Prostitusi Dolly saat masih aktif

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan di kawasan eks lokalisasi Dolly dan Moroseneng untuk mencegah bangkitnya praktik prostitusi terselubung.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memastikan aktivitas tersebut bukan terjadi di area inti Dolly, melainkan di rumah-rumah kos di sekitar.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perluas TPU Keputih yang Mulai Penuh, Bangunan Liar Ditertibkan

“Dolly-nya clear, aman. Di sana sudah ada usaha yang berjalan, seperti sentra sepatu. Ini (penindakan praktik asusila) adanya di kos-kosan,” tegas Eri Cahyadi, Minggu (23/11/2025).

Eri mengungkapkan, mayoritas pelaku yang terjaring razia bukan warga Surabaya. Mereka akan dipulangkan setelah menjalani pembinaan di shelter milik Pemkot.

“Kami cek dulu apakah warga Surabaya atau bukan. Kalau warga Surabaya dibina supaya tidak mengulanginya. Kalau bukan, akan kami koordinasikan dengan daerah asal,” ujarnya.

Untuk mencegah praktik serupa, Pemkot bersama DPRD tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) tentang rumah kos. Aturan baru ini melarang kos campur laki-laki dan perempuan di kawasan permukiman.

“Kalau campur itu nanti bisa ditiru anak-anak kecil. Jadi kos laki-laki harus laki-laki semua, perempuan juga begitu,” jelasnya.

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Eri juga meminta peran aktif warga agar tidak menyewakan kos kepada orang yang dicurigai serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

“Kami meminta warga ikut menjaga kampungnya dan melaporkan jika ada gelagat prostitusi terselubung,” tegasnya.

Selain pengawasan, Pemkot juga mengevaluasi sentra UMKM dan wisata edukasi di eks Dolly agar kembali ramai dan produktif.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99,94 Persen, Puluhan Ribu Bansos Salah Sasaran juga Sukses Ditekan

“Saya perintahkan Dinkopumdag mengevaluasi semua SWK dan UMKM. Kalau sepi, komoditasnya harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” kata Eri.

Program wisata edukasi juga akan digerakkan bersama Karang Taruna dan pemuda setempat. Bahkan, Pemkot menyiapkan alokasi anggaran Rp5 juta per wilayah pada 2026 untuk mengaktifkan kegiatan Gen Z.

“Kita tidak ingin Pemkot yang menggerakkan, tapi pemuda di sana yang menjalankan supaya mereka ikut memiliki dan menjaga,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

187 Jabatan Kepsek di Sidoarjo Kosong, DPRD Minta BKD dan Dindik Segera Bertindak

Kondisi tersebut dinilai tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu efektivitas tata kelola sekolah sekaligus menghambat proses regenerasi.

UMKM Herbaroso Sidoarjo Sulap Pekarangan jadi Cuan dan Obat Ginjal

Selain bernilai ekonomi, Wabup Sidoarjo Mimik Idayana menyebut tanaman kumis kucing telah lama dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan.

Perjuangan Personel Gabungan Padamkan Kebakaran Bromo Secara Manual

Langkah tersebut ditempuh karena medan yang curam serta sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

Kawasan Bromo Dilanda Karhutla, Ini Pintu Masuk Wisata yang Masih BIsa Dilalui

Pengunjung hanya diizinkan menikmati area lautan pasir dan dilarang keras menyeberang atau mendekati kawasan Savana.

Kebakaran di Kawasan Bromo Meluas, Tiga Pintu Masuk Wisata Ditutup

Pihak TNBTS mengimbau seluruh wisatawan dan pelaku jasa wisata untuk ekstra waspada serta mematuhi aturan keselamatan, terutama terkait larangan penggunaan api.

Kebakaran di Bromo Kini Meluas ke Perbatasan Probolinggo

Kebakaran hutan saat ini diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare lebih dan melebar ke kawasan Desa Sari Wani, Sukapura, Probolinggo.