Senin, 02 Feb 2026 08:33 WIB

PPKM Level 3, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dibuka 25 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 17:41 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya sudah menerapkan 25 persen dari kapasitas siswa di masing-masing Sekolah sejak Jumat (18/2/2022) kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, karena kasus Covid-19 terus meningkat, sehingga Pemkot menerapkan PTM 25 persen dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Iya PTM kita lakukan 25 persen karena Covid-19 meningkat, tapi kita tetap lakukan dengan prokes, percepatan vaksin," ujar Eri, Minggu (20/2/2022).

Eri menjelaskan bahwa kebijakan PTM 25 persen sesuai inmendagri nomor 11 tahun 2022 karena Surabaya memasuki PPKM level 3.

"Kita harus ikut, yang penting tetap jalankan inmedagri. Nanti kita koordinasi lah sama guru-guru di Surabaya,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Yusuf Masruf, menjelaskan Bahwa teknis PTM 25 persen ini akan dibagi menjadi dua sesi, yakni 50 persen daring, sementara 50 persen lainnya luring, siswa luring tersebut yang akan dibagi menjadi dua sesi.

"50 persen masuk dan dibuat dua shift, 25 persen, 25 persen, terus hybridnya tetap 50 persen," tuturnya.

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Selain itu, kata Yusuf, berlakunya 25 persen PTM ini akan dilakukan secara bertahap, hal itu dilakukan karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan orang tua murid.

"Ini kan harus koordinasi dengan orangtua termasuk didalamnya kan orangtua mesti izin," jelas Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan PTM ini akan menyesuaikan kondisi sekolah. Apabila sekolah memiliki ruang kelas cukup besar maka kapasitas bisa diperbesar.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Selain itu, lanjut ia, ketika ada siswa yang izin maka, jumlah siswa yang mengikuti PTM juga bisa ditambah

"Bisa jadi tidak dua shift, kalau ruang kelas luas bisa juga sekolah menyesuaikan, jadi tidak mutlak itu (25 persen)," tuturnya.

Yusuf menambahkan, bahwa PTM 25 persen ini akan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di kota Surabaya. Ketika angka Covid-19 mulai membaik maka kapasitas PTM pun akan ditambah.

"Saya yakin sekolah akan mencari yang terbaik untuk pembelajaran PTM dan perkembangan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.