Selasa, 21 Jul 2026 18:30 WIB

PPKM Level 3, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dibuka 25 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 17:41 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya sudah menerapkan 25 persen dari kapasitas siswa di masing-masing Sekolah sejak Jumat (18/2/2022) kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, karena kasus Covid-19 terus meningkat, sehingga Pemkot menerapkan PTM 25 persen dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Iya PTM kita lakukan 25 persen karena Covid-19 meningkat, tapi kita tetap lakukan dengan prokes, percepatan vaksin," ujar Eri, Minggu (20/2/2022).

Eri menjelaskan bahwa kebijakan PTM 25 persen sesuai inmendagri nomor 11 tahun 2022 karena Surabaya memasuki PPKM level 3.

"Kita harus ikut, yang penting tetap jalankan inmedagri. Nanti kita koordinasi lah sama guru-guru di Surabaya,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Yusuf Masruf, menjelaskan Bahwa teknis PTM 25 persen ini akan dibagi menjadi dua sesi, yakni 50 persen daring, sementara 50 persen lainnya luring, siswa luring tersebut yang akan dibagi menjadi dua sesi.

"50 persen masuk dan dibuat dua shift, 25 persen, 25 persen, terus hybridnya tetap 50 persen," tuturnya.

Baca Juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel

Selain itu, kata Yusuf, berlakunya 25 persen PTM ini akan dilakukan secara bertahap, hal itu dilakukan karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan orang tua murid.

"Ini kan harus koordinasi dengan orangtua termasuk didalamnya kan orangtua mesti izin," jelas Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan PTM ini akan menyesuaikan kondisi sekolah. Apabila sekolah memiliki ruang kelas cukup besar maka kapasitas bisa diperbesar.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Selain itu, lanjut ia, ketika ada siswa yang izin maka, jumlah siswa yang mengikuti PTM juga bisa ditambah

"Bisa jadi tidak dua shift, kalau ruang kelas luas bisa juga sekolah menyesuaikan, jadi tidak mutlak itu (25 persen)," tuturnya.

Yusuf menambahkan, bahwa PTM 25 persen ini akan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di kota Surabaya. Ketika angka Covid-19 mulai membaik maka kapasitas PTM pun akan ditambah.

"Saya yakin sekolah akan mencari yang terbaik untuk pembelajaran PTM dan perkembangan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gebrakan Menko AHY di Benoa: Relokasi Kapal Perikanan demi Terwujudnya Marina District

Nantinya, Marina District akan mampu menampung hingga 180 unit yacht dengan ukuran maksimal panjang 90 meter. 

Nenek di Mojokerto jadi Korban Perampasan, Kalung Emas 7 Gram Raib

Saat beraksi, pelaku berpura-pura memberi makanan kepada korban, kemudian langsung merampas kalung emas yang dipakai korban. 

Puluhan Motor dan Truk Terjaring Razia di Mojokerto, Banyak yang Belum Bayar Pajak

Razia ini digelar karena jumlah warga yang membayar pajak kendaraan bermotor dan memperpanjang uji berkala kendaraan atau KIR mengalami penurunan.

Pemkab Sidoarjo Dorong Perbaikan Sekolah Terpencil dan Usulan Tunjangan Khusus Guru Pesisir

Pemkab Sidoarjo menilai seluruh anak berhak memperoleh fasilitas pendidikan yang aman dan nyaman tanpa membedakan lokasi tempat tinggal mereka.

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik, Seperti Cintamu ke Dia

Kondisi ini menambah tren kurang baik harga emas Antam Logam Mulia yang sempat naik tipis beberapa hari lalu.