Sabtu, 05 Sep 2026 20:58 WIB

PPKM Level 3, Sekolah Tatap Muka di Surabaya Dibuka 25 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 20 Feb 2022 17:41 WIB
Balai Kota Surabaya
Balai Kota Surabaya

selalu.id - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya sudah menerapkan 25 persen dari kapasitas siswa di masing-masing Sekolah sejak Jumat (18/2/2022) kemarin.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, karena kasus Covid-19 terus meningkat, sehingga Pemkot menerapkan PTM 25 persen dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Iya PTM kita lakukan 25 persen karena Covid-19 meningkat, tapi kita tetap lakukan dengan prokes, percepatan vaksin," ujar Eri, Minggu (20/2/2022).

Eri menjelaskan bahwa kebijakan PTM 25 persen sesuai inmendagri nomor 11 tahun 2022 karena Surabaya memasuki PPKM level 3.

"Kita harus ikut, yang penting tetap jalankan inmedagri. Nanti kita koordinasi lah sama guru-guru di Surabaya,"jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Yusuf Masruf, menjelaskan Bahwa teknis PTM 25 persen ini akan dibagi menjadi dua sesi, yakni 50 persen daring, sementara 50 persen lainnya luring, siswa luring tersebut yang akan dibagi menjadi dua sesi.

"50 persen masuk dan dibuat dua shift, 25 persen, 25 persen, terus hybridnya tetap 50 persen," tuturnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Selain itu, kata Yusuf, berlakunya 25 persen PTM ini akan dilakukan secara bertahap, hal itu dilakukan karena pihak sekolah masih berkoordinasi dengan orang tua murid.

"Ini kan harus koordinasi dengan orangtua termasuk didalamnya kan orangtua mesti izin," jelas Yusuf.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan PTM ini akan menyesuaikan kondisi sekolah. Apabila sekolah memiliki ruang kelas cukup besar maka kapasitas bisa diperbesar.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Selain itu, lanjut ia, ketika ada siswa yang izin maka, jumlah siswa yang mengikuti PTM juga bisa ditambah

"Bisa jadi tidak dua shift, kalau ruang kelas luas bisa juga sekolah menyesuaikan, jadi tidak mutlak itu (25 persen)," tuturnya.

Yusuf menambahkan, bahwa PTM 25 persen ini akan menyesuaikan perkembangan Covid-19 di kota Surabaya. Ketika angka Covid-19 mulai membaik maka kapasitas PTM pun akan ditambah.

"Saya yakin sekolah akan mencari yang terbaik untuk pembelajaran PTM dan perkembangan anak," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.