Rabu, 11 Feb 2026 01:53 WIB

APBD 2026 Jatim Disorot, Pengangguran Lulusan SMK SMA Dinilai Mengkhawatirkan

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti masalah pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas sebagai fokus pembahasan dalam APBD 2026.

 

Baca Juga: Polisi Juga Bakal Panggil Anggota DPRD Surabaya dalam Kasus Bimtek, Siapa Jadi Tersangka?

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jatim menilai perlunya alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran untuk menekan angka pengangguran generasi muda.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur pada Agustus 2025 berada di angka 3,88 persen. TPT tertinggi tercatat pada lulusan SMK sebesar 6,78 persen dan lulusan SMA sebesar 5,75 persen.

 

“Kondisi ini memerlukan perhatian serius dalam kebijakan belanja daerah, terutama pada sektor pendidikan menengah dan kejuruan,” ujar Lilik di Surabaya, Selasa (19/11/2025).

 

Ia menambahkan, Pemprov Jatim perlu memperluas program yang sudah berjalan seperti Jatim Kerja, Millennial Job Center, dan revitalisasi pelatihan kerja hingga tingkat desa. Perbaikan iklim investasi juga dinilai penting untuk memperbanyak lapangan pekerjaan.

 

Baca Juga: Pengadaan Laptop Pesantren Diduga Ada Kejanggalan, Inspektorat Jatim Dinilai Lamban Bertindak

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Jawa Timur pada Agustus 2025 mencapai 960,7 ribu orang. Lulusan SMK dan SMA masih mendominasi.

 

TPT secara umum menurun 0,31 persen dibandingkan Agustus 2024. Namun masalah pengangguran lulusan SMK dan SMA dinilai masih menjadi isu utama.

 

Data BPS menunjukkan pola TPT berdasarkan pendidikan tidak banyak berubah sejak Agustus 2023. Pada Agustus 2025, TPT lulusan SMK berada di angka 6,78 persen, turun dari 6,81 persen pada Agustus 2024 dan 8,70 persen pada Agustus 2023.

Baca Juga: Kejati Jatim Tahan Direktur PT BJS dalam Kasus Korupsi Dana Pendidikan

 

APBD Jatim 2026 disepakati oleh Gubernur Jawa Timur dan pimpinan DPRD. Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 26,300 triliun, turun dari Rp 28,263 triliun. Penurunan Rp 1,962 triliun terjadi akibat kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah, terutama Dana Alokasi Umum.

 

Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Penyesuaian juga dilakukan pada belanja daerah seiring turunnya target pendapatan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kabar Berpulangnya Adi Sutarwijono buat Gelombang Pentakziyah Padati Rumah Dinas

Hingga berita ini diturunkan, gelombang pentakziyah dari berbagai lapisan masyarakat masih terus berdatangan.

Kepergian Adi Sutarwijono Bikin Kader Terpukul, PDIP Surabaya: Terasa Seperti Mimpi!

Para kader mengaku terpukul dan tak menyangka sosok yang selama ini menjadi pengayom partai itu pergi begitu cepat.

Adi Sutarwijono Tutup Usia, DPRD Surabaya Kehilangan Figur Bersahaja dan Pengayom

Cak Awi dikenang sebagai sosok pemimpin yang tenang, bersahaja, serta mampu merangkul berbagai kalangan, baik di parlemen maupun di internal partai.

Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono Berpulang

Cak Awi, sapaan akrab-Dominikus Adi Sutarwijono, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Jakarta.

Satpol PP Jember Segel Billboard Tak Berizin, Jalan Jawa Jadi Sorotan Utama

"Tindakan ini dilakukan demi menjaga ketertiban umum dan kelestarian lingkungan," tegas Kasatpol PP Jember, Bambang Rudiyanto.

Mengenal Sepatu Aveka, Pemenang Shopee Jagoan UMKM asal Mojokerto

Usaha milik Muhammad Nurfuat ini mulai dirintis sejak tahun 2018. Pria asal Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan ini merupakan guru ponpes kawasan Nganjuk.