Jumat, 04 Sep 2026 16:17 WIB

APBD 2026 Jatim Disorot, Pengangguran Lulusan SMK SMA Dinilai Mengkhawatirkan

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti masalah pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas sebagai fokus pembahasan dalam APBD 2026.

 

Baca Juga: APBD Sidoarjo 2027 Naik jadi Rp5,15 T, Fokus Perbaiki Infrastruktur dan Kesehatan

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jatim menilai perlunya alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran untuk menekan angka pengangguran generasi muda.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur pada Agustus 2025 berada di angka 3,88 persen. TPT tertinggi tercatat pada lulusan SMK sebesar 6,78 persen dan lulusan SMA sebesar 5,75 persen.

 

“Kondisi ini memerlukan perhatian serius dalam kebijakan belanja daerah, terutama pada sektor pendidikan menengah dan kejuruan,” ujar Lilik di Surabaya, Selasa (19/11/2025).

 

Ia menambahkan, Pemprov Jatim perlu memperluas program yang sudah berjalan seperti Jatim Kerja, Millennial Job Center, dan revitalisasi pelatihan kerja hingga tingkat desa. Perbaikan iklim investasi juga dinilai penting untuk memperbanyak lapangan pekerjaan.

 

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Jawa Timur pada Agustus 2025 mencapai 960,7 ribu orang. Lulusan SMK dan SMA masih mendominasi.

 

TPT secara umum menurun 0,31 persen dibandingkan Agustus 2024. Namun masalah pengangguran lulusan SMK dan SMA dinilai masih menjadi isu utama.

 

Data BPS menunjukkan pola TPT berdasarkan pendidikan tidak banyak berubah sejak Agustus 2023. Pada Agustus 2025, TPT lulusan SMK berada di angka 6,78 persen, turun dari 6,81 persen pada Agustus 2024 dan 8,70 persen pada Agustus 2023.

Baca Juga: KUA-PPAS Sidoarjo 2026 Digedok, Belanja Daerah Turun Rp102,78 Miliar

 

APBD Jatim 2026 disepakati oleh Gubernur Jawa Timur dan pimpinan DPRD. Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 26,300 triliun, turun dari Rp 28,263 triliun. Penurunan Rp 1,962 triliun terjadi akibat kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah, terutama Dana Alokasi Umum.

 

Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Penyesuaian juga dilakukan pada belanja daerah seiring turunnya target pendapatan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.