Selasa, 21 Jul 2026 02:47 WIB

APBD 2026 Jatim Disorot, Pengangguran Lulusan SMK SMA Dinilai Mengkhawatirkan

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati

selalu.id – DPRD Jawa Timur menyoroti masalah pengangguran di kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dan Sekolah Menengah Atas sebagai fokus pembahasan dalam APBD 2026.

 

Baca Juga: Jatim Masih jadi Target Jaringan Internasional, DPRD Soroti Lemahnya Pencegahan Narkoba

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Jatim menilai perlunya alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran untuk menekan angka pengangguran generasi muda.

 

Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Timur pada Agustus 2025 berada di angka 3,88 persen. TPT tertinggi tercatat pada lulusan SMK sebesar 6,78 persen dan lulusan SMA sebesar 5,75 persen.

 

“Kondisi ini memerlukan perhatian serius dalam kebijakan belanja daerah, terutama pada sektor pendidikan menengah dan kejuruan,” ujar Lilik di Surabaya, Selasa (19/11/2025).

 

Ia menambahkan, Pemprov Jatim perlu memperluas program yang sudah berjalan seperti Jatim Kerja, Millennial Job Center, dan revitalisasi pelatihan kerja hingga tingkat desa. Perbaikan iklim investasi juga dinilai penting untuk memperbanyak lapangan pekerjaan.

 

Baca Juga: Penebangan Hutan Ilegal Picu Risiko Karhutla, Anggota DPRD Jatim Minta Pengawasan Diperketat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran di Jawa Timur pada Agustus 2025 mencapai 960,7 ribu orang. Lulusan SMK dan SMA masih mendominasi.

 

TPT secara umum menurun 0,31 persen dibandingkan Agustus 2024. Namun masalah pengangguran lulusan SMK dan SMA dinilai masih menjadi isu utama.

 

Data BPS menunjukkan pola TPT berdasarkan pendidikan tidak banyak berubah sejak Agustus 2023. Pada Agustus 2025, TPT lulusan SMK berada di angka 6,78 persen, turun dari 6,81 persen pada Agustus 2024 dan 8,70 persen pada Agustus 2023.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Susun Kajian Ilmiah Peta Potensi Pendapatan Daerah

 

APBD Jatim 2026 disepakati oleh Gubernur Jawa Timur dan pimpinan DPRD. Pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 26,300 triliun, turun dari Rp 28,263 triliun. Penurunan Rp 1,962 triliun terjadi akibat kebijakan pemangkasan Transfer ke Daerah, terutama Dana Alokasi Umum.

 

Pendapatan daerah bersumber dari Pendapatan Asli Daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Penyesuaian juga dilakukan pada belanja daerah seiring turunnya target pendapatan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.