Selasa, 20 Okt 2026 06:29 WIB

Sarasehan Etika Politik, Ning Ita Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Persatuan

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari

selalu.id – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas dan memperkuat persatuan di tengah dinamika politik.

 

Baca Juga: Mau Ubah Desil? Ini Arahan dari Pemkot Mojokerto

Pesan itu disampaikan dalam acara Sarasehan Pemantapan Etika dan Budaya Politik bertema “Penguatan Etika dan Budaya Politik dalam Menjaga Kondusivitas dan Persatuan di Daerah” di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Rabu (12/11/2025) malam.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi Universitas Airlangga, Suko Widodo, dan diikuti para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).

 

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, menegaskan pentingnya etika dalam menjalankan politik yang berorientasi pada semangat persatuan.

 

“Kita memang punya hak untuk berpolitik, tetapi jangan sampai dalam berpolitik itu justru mengancam kondusifitas dan persatuan yang ada. Hidup damai berdampingan dalam kebhinekaan jauh lebih penting untuk kita jaga bersama,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam demokrasi. Namun setelah kontestasi politik usai, seluruh warga harus kembali bersatu membangun daerah.

 

Baca Juga: Berkat Akses dan Kualitas Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal 2 Miliar

“Perbedaan dalam menentukan pilihan itu hal yang biasa. Tapi setelahnya, kita harus bersatu kembali untuk membangun Kota Mojokerto,” tegasnya.

 

Ning Ita juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi perpecahan akibat penyebaran informasi yang tidak benar di era digital.

 

“Informasi melalui teknologi bisa menjadi ancaman jika digunakan untuk menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

 

Baca Juga: Sukses Majukan Koperasi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Sabet Penghargaan dari Menkop

Ia mengapresiasi kondisi Kota Mojokerto yang selama ini dinilai kondusif dan memiliki tingkat toleransi tinggi di tingkat nasional.

 

Ning Ita menegaskan, penguatan etika dan budaya politik menjadi bagian dari cita kedua dalam Panca Cita Kota Mojokerto sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

 

“Dengan mengedepankan penguatan etika dan budaya berpolitik yang baik, kita sebenarnya telah berkontribusi mewujudkan cita kedua dalam Panca Cita Kota Mojokerto,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).