Minggu, 18 Okt 2026 16:09 WIB

Jaringan Perampok Minimarket Depok–Bogor Dibekuk di Jawa Timur

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menangkap komplotan perampok lintas provinsi yang beraksi di sejumlah minimarket di Jawa Timur. Kasus ini diungkap dalam konferensi pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Abraham Jules Abast, Kamis (6/11/2025).

 

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bongkar Jaringan Curanmor-Perampokan di Malang, 2 Pelaku Ditembak

“Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan hasil pengungkapan kasus pencurian di beberapa minimarket di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Abraham.

 

Aksi perampokan dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni Kabupaten Magetan, Nganjuk, Lamongan, dan Tuban. Laporan dari masing-masing daerah telah diterima oleh kepolisian setempat.

 

Kejadian pertama terjadi pada Kamis, 4 September 2025, di sebuah minimarket di Jalan Raya Solo–Mas, Kabupaten Magetan. Di hari yang sama, perampokan juga terjadi di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Aksi serupa berlanjut pada Minggu, 7 September 2025, di Jalan Raya Babat, Lamongan, dan terakhir pada Senin, 8 September 2025, di Jalan Martadinata, Kecamatan Tuban.

 

Para pelaku menggunakan modus pencurian dengan kekerasan. Mereka menargetkan uang di laci kasir, isi brankas, dan rokok. Saat beraksi, mereka membawa dua buah golok sebagai senjata.

 

Baca Juga: Perampokan Toko Emas di Wonokromo Surabaya, Tiga Penghuni Disekap dan Dianiaya

“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit mobil yang digunakan para pelaku, BPKB, dua buah golok, dua buah tas, dan dua buah lakban berwarna merah,” jelas Kombes Pol Abraham.

 

Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 hingga 15 tahun penjara.

 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menuturkan kelompok tersebut dikenal sebagai komplotan “Jabar”, karena berasal dari wilayah Depok, Srengseng Sawah, dan Bogor. Sebelum beraksi di Jawa Timur, mereka lebih dulu melakukan kejahatan serupa di Jawa Tengah.

Baca Juga: Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

 

“Mereka tidak langsung masuk ke semua lokasi. Jika ada banyak orang, mereka tidak berani. Sasarannya adalah minimarket yang sepi, hanya ada dua atau tiga pegawai,” kata AKBP Arbaridi.

 

Dari hasil kejahatan, para pelaku mendapatkan uang tunai sekitar Rp20 juta hingga Rp40 juta di setiap lokasi, serta rokok mahal yang dijual kembali. “Para pelaku ini juga memiliki gaya hidup mewah dan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” tambah Arbaridi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC