Minggu, 15 Feb 2026 12:01 WIB

Jaringan Perampok Minimarket Depok–Bogor Dibekuk di Jawa Timur

selalu.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menangkap komplotan perampok lintas provinsi yang beraksi di sejumlah minimarket di Jawa Timur. Kasus ini diungkap dalam konferensi pers yang dipimpin Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Abraham Jules Abast, Kamis (6/11/2025).

 

Baca Juga: Kisah Kelam Pasutri Hidup Mewah di Jakarta: Sering Foya-foya, Endingnya di Penjara

“Kami dari Polda Jawa Timur menyampaikan hasil pengungkapan kasus pencurian di beberapa minimarket di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Abraham.

 

Aksi perampokan dilakukan di empat lokasi berbeda, yakni Kabupaten Magetan, Nganjuk, Lamongan, dan Tuban. Laporan dari masing-masing daerah telah diterima oleh kepolisian setempat.

 

Kejadian pertama terjadi pada Kamis, 4 September 2025, di sebuah minimarket di Jalan Raya Solo–Mas, Kabupaten Magetan. Di hari yang sama, perampokan juga terjadi di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk. Aksi serupa berlanjut pada Minggu, 7 September 2025, di Jalan Raya Babat, Lamongan, dan terakhir pada Senin, 8 September 2025, di Jalan Martadinata, Kecamatan Tuban.

 

Para pelaku menggunakan modus pencurian dengan kekerasan. Mereka menargetkan uang di laci kasir, isi brankas, dan rokok. Saat beraksi, mereka membawa dua buah golok sebagai senjata.

 

Baca Juga: Lansia Tewas Dirampok di Pasuruan, Pelaku Akui Berencana Dua Bulan

“Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain satu unit mobil yang digunakan para pelaku, BPKB, dua buah golok, dua buah tas, dan dua buah lakban berwarna merah,” jelas Kombes Pol Abraham.

 

Para tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 9 hingga 15 tahun penjara.

 

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menuturkan kelompok tersebut dikenal sebagai komplotan “Jabar”, karena berasal dari wilayah Depok, Srengseng Sawah, dan Bogor. Sebelum beraksi di Jawa Timur, mereka lebih dulu melakukan kejahatan serupa di Jawa Tengah.

Baca Juga: Perampok Jebol Plafon Konter HP di Tambaksari Surabaya

 

“Mereka tidak langsung masuk ke semua lokasi. Jika ada banyak orang, mereka tidak berani. Sasarannya adalah minimarket yang sepi, hanya ada dua atau tiga pegawai,” kata AKBP Arbaridi.

 

Dari hasil kejahatan, para pelaku mendapatkan uang tunai sekitar Rp20 juta hingga Rp40 juta di setiap lokasi, serta rokok mahal yang dijual kembali. “Para pelaku ini juga memiliki gaya hidup mewah dan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” tambah Arbaridi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Buka Pendaftaran Paskibraka 2026, Ini Syaratnya bagi Pelajar Kelas X 

Pemkot Surabaya mengajak pelajar yang memenuhi syarat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai ajang pembentukan karakter.

Target Suara Golkar Naik 20 Persen, Arif Fathoni Gelar Ziarah Wali Lima di Dapil 3 Surabaya

Ziarah dipilih karena memiliki makna spiritual sekaligus mempererat komunikasi langsung antara wakil rakyat dan warga.

Dispendik Surabaya Buka Seleksi Dewan Pendidikan 2026–2030, Ini Jadwal dan Syaratnya

Seleksi terbuka bagi seluruh unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, praktisi pendidikan, pengusaha, hingga aktvis organisasi masyarakat dan agama.

Lebaran Idul Fitri Tahun Ini, Penjahit Padat Karya Surabaya Cairkan Tabungan Rp50,4 Juta

Uci menjelaskan, skema tabungan dilakukan dengan menyisihkan sebagian ongkos jahit setiap kali menerima pekerjaan.

Mengalirkan Kebaikan di HUT ke-52 SIER, Dirut Danareksa Turut Donorkan Darah

Peserta donor berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan aktif SIER, para pensiunan, tenant kawasan industri, hingga masyarakat umum.

Komitmen Green Party, PKB Jatim Kampanye Anti-Plastik Sekali Pakai

Gus Halim menuturkan, isu lingkungan memang menjadi perhatian serius PKB sejak awal.