Selasa, 03 Feb 2026 22:21 WIB

Retribusi Parkir Surabaya Bocor, DPRD Ungkap Realisasi Hanya 40 Persen

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 03 Nov 2025 11:20 WIB

selalu.id – Kebocoran retribusi parkir tepi jalan umum (TJU) di Kota Surabaya belum juga teratasi. Hingga akhir 2025, realisasi pendapatan dari sektor tersebut diprediksi hanya mencapai 40 persen dari target yang ditetapkan.

 

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menilai kondisi itu menunjukkan masih lemahnya sistem pengelolaan parkir di lapangan.

 

“Belum memenuhi target. Prediksi sampai akhir 2025 mungkin sekitar 40 persen,” ujarnya, Senin (3/11/2025).

 

Eri menyebut kebocoran retribusi parkir sudah terjadi bertahun-tahun dan menjadi persoalan klasik yang belum tuntas. Namun, DPRD tetap optimistis situasi akan membaik tahun depan seiring penerapan sistem digital yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

 

Mulai awal 2026, sistem pembayaran parkir akan beralih ke model non-tunai dengan menggandeng salah satu bank BUMN.

 

“Setiap jukir nanti dibekali sistem di ponselnya, jadi masyarakat cukup tap untuk bayar parkir,” jelasnya.

 

Langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menutup celah kebocoran pendapatan akibat transaksi tunai yang rawan tidak tercatat.

 

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

“Belajar dari belum tercapainya target tahun ini, kita optimistis 2026 akan jauh lebih baik karena ada perbaikan sistem secara signifikan,” tambah politisi PDI Perjuangan tersebut.

 

Selain sistem pembayaran digital, Pemkot juga akan memperkuat pengawasan lapangan melalui pemasangan 750 CCTV di titik-titik parkir utama.

 

“Pengetatan monitoring lewat CCTV ini untuk memastikan setiap transaksi parkir tercatat resmi dan tidak ada pungli,” tegas Eri.

 

Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya juga akan memperluas kolaborasi dengan aparat penegak hukum.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

 

“Termasuk pendampingan TNI/Polri agar ke depan semua pihak terus sinergis dalam meningkatkan kualitas layanan perparkiran,” imbuhnya.

 

DPRD mendorong agar evaluasi sistem pengawasan dan pembagian wilayah juru parkir dilakukan lebih ketat. Langkah ini dinilai penting agar perbaikan yang diterapkan pada 2026 dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Perbaikan sistem yang terencana ini diharapkan bisa mengatasi berbagai kebocoran dan inefisiensi yang selama ini terjadi,” tutup Eri.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.