Senin, 02 Feb 2026 19:12 WIB

Arif Fathoni: Gerakan 25 Agustus Adalah Alarm Moral bagi DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 09:49 WIB

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai rentetan aksi demonstrasi yang dikenal sebagai Gerakan 25 Agustus 2025 merupakan alarm moral bagi para wakil rakyat agar tidak kehilangan empati terhadap masyarakat.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Menurut Fathoni, kemarahan publik yang muncul melalui gerakan tersebut bukan bentuk kebencian, melainkan teguran agar lembaga legislatif kembali pada semangat pengabdian.

 

“Saya memandang gerakan itu sebagai teguran dari Tuhan. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi, vox Dei). Kalau rakyat marah, itu artinya ada pesan yang sedang disampaikan kepada kita untuk memperbaiki diri,” ujarnya dalam forum diskusi publik di Taman Budaya Surabaya, Selasa (28/10/2025) malam.

 

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Diskusi Publik dan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Jalanan ke Meja Kebijakan: Mencari Titik Temu di Antara Tuntutan Rakyat dan Fragmentasi Politik Indonesia Pasca Gerakan Massa 25 Agustus 2025.”

 

Acara yang digelar Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan politik dan akademisi.

 

Mas Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, menyebut Gerakan 25 Agustus menjadi sinyal kuat bahwa rakyat masih memiliki harapan terhadap DPRD.

 

“Kemarahan publik itu bukan kebencian, tapi bentuk cinta yang belum tersampaikan. Artinya, rakyat masih percaya bahwa kita bisa berubah,” tegasnya.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Ia mengingatkan, sebagian anggota legislatif kerap terjebak dalam rutinitas birokrasi dan kehilangan kedekatan emosional dengan masyarakat. Karena itu, ia mengajak DPRD lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat komunikasi publik.

 

“Kalau masyarakat marah, jangan buru-buru merasa diserang. Itu alarm agar kita kembali pada semangat pengabdian. DPRD tidak boleh kehilangan empati, karena tanpa empati, kekuasaan kehilangan arah,” tambahnya.

 

Sementara itu, akademisi FISIP Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, M.Si, menilai renggangnya hubungan antara rakyat dan wakilnya terjadi akibat krisis komunikasi publik yang diperparah oleh dominasi media sosial dan algoritma.

 

“Kita harus kembali berkomunikasi selayaknya manusia. Interaksi di media sosial sering dikendalikan algoritma. Jadi, mari hidupkan budaya arek Surabaya ngobrol, cangkrukan, terbuka, dan jujur,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama antara politisi, akademisi, dan mahasiswa. Para pembicara sepakat bahwa Gerakan 25 Agustus membuka ruang koreksi atas relasi antara rakyat dan lembaga politik.

 

Fathoni menutup pesannya agar para wakil rakyat tidak mengabaikan sinyal moral dari masyarakat.

 

“Gerakan ini adalah alarm moral. Kalau kita lalai mendengarnya, bisa jadi suatu hari rakyat berhenti bicara dan itu jauh lebih berbahaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir, hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.