Rabu, 05 Agu 2026 21:35 WIB

Arif Fathoni: Gerakan 25 Agustus Adalah Alarm Moral bagi DPRD Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 29 Okt 2025 09:49 WIB

selalu.id – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menilai rentetan aksi demonstrasi yang dikenal sebagai Gerakan 25 Agustus 2025 merupakan alarm moral bagi para wakil rakyat agar tidak kehilangan empati terhadap masyarakat.

 

Baca Juga: Banyak Mahasiswa Berprestasi di Surabaya Terancam Gagal Beasiswa, DPRD Desak Dinsos Benahi Data Desil

Menurut Fathoni, kemarahan publik yang muncul melalui gerakan tersebut bukan bentuk kebencian, melainkan teguran agar lembaga legislatif kembali pada semangat pengabdian.

 

“Saya memandang gerakan itu sebagai teguran dari Tuhan. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi, vox Dei). Kalau rakyat marah, itu artinya ada pesan yang sedang disampaikan kepada kita untuk memperbaiki diri,” ujarnya dalam forum diskusi publik di Taman Budaya Surabaya, Selasa (28/10/2025) malam.

 

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Diskusi Publik dan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Dari Jalanan ke Meja Kebijakan: Mencari Titik Temu di Antara Tuntutan Rakyat dan Fragmentasi Politik Indonesia Pasca Gerakan Massa 25 Agustus 2025.”

 

Acara yang digelar Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan politik dan akademisi.

 

Mas Toni, sapaan akrab Arif Fathoni, menyebut Gerakan 25 Agustus menjadi sinyal kuat bahwa rakyat masih memiliki harapan terhadap DPRD.

 

“Kemarahan publik itu bukan kebencian, tapi bentuk cinta yang belum tersampaikan. Artinya, rakyat masih percaya bahwa kita bisa berubah,” tegasnya.

 

Baca Juga: Di Balik Pagar Besi Mal Surabaya, DPRD Endus Adanya Kekhawatiran

Ia mengingatkan, sebagian anggota legislatif kerap terjebak dalam rutinitas birokrasi dan kehilangan kedekatan emosional dengan masyarakat. Karena itu, ia mengajak DPRD lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat komunikasi publik.

 

“Kalau masyarakat marah, jangan buru-buru merasa diserang. Itu alarm agar kita kembali pada semangat pengabdian. DPRD tidak boleh kehilangan empati, karena tanpa empati, kekuasaan kehilangan arah,” tambahnya.

 

Sementara itu, akademisi FISIP Universitas Airlangga, Dr. Suko Widodo, M.Si, menilai renggangnya hubungan antara rakyat dan wakilnya terjadi akibat krisis komunikasi publik yang diperparah oleh dominasi media sosial dan algoritma.

 

“Kita harus kembali berkomunikasi selayaknya manusia. Interaksi di media sosial sering dikendalikan algoritma. Jadi, mari hidupkan budaya arek Surabaya ngobrol, cangkrukan, terbuka, dan jujur,” ujarnya.

Baca Juga: DPRD Minta Pemkot Surabaya Tak Tunggu Laporan Warga untuk Normalisasi Saluran Air

 

Diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama antara politisi, akademisi, dan mahasiswa. Para pembicara sepakat bahwa Gerakan 25 Agustus membuka ruang koreksi atas relasi antara rakyat dan lembaga politik.

 

Fathoni menutup pesannya agar para wakil rakyat tidak mengabaikan sinyal moral dari masyarakat.

 

“Gerakan ini adalah alarm moral. Kalau kita lalai mendengarnya, bisa jadi suatu hari rakyat berhenti bicara dan itu jauh lebih berbahaya,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bupati Gus Barra Pimpin Razia Rokok Ilegal di Pasar Sawahan Mojokerto, Ratusan Ribu Batang Disita

Gus Barra menegaskan bahwa langkah kolaboratif ini merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam melindungi penerimaan negara.

DPRD dan Pemprov Jatim Sahkan KUA-PPAS P-APBD 2026, Kejar Target IKU hingga Pokir

Penyesuaian target pendapatan nantinya akan digodok matang bersama komisi membidangi agar presisi dengan potensi riil tiap sektor penerimaan daerah.

Gempur Miras Ilegal di Sidoarjo: 3 Penjual Diseret ke Sidang Tipiring, Didenda hingga Rp1 Juta

Tak berhenti pada sanksi denda, seluruh barang bukti miras yang disita dan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dijadwalkan bakal dimusnahkan.

Sikat Premanisme, Polrestabes Surabaya Tahan Tiga Tersangka Penyerobot Ruko LeIang

Proses penyidikan saat ini masih terus berjalan untuk membongkar keterlibatan aktor lain di balik aksi penyerobotan tersebut.

DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi Korban KMP Mutiara Sentosa II, Total 4 Jenazah Sudah Diserahkan

Dengan penyerahan ini, Tim DVI Polda Jatim tercatat telah menyerahkan total empat jenazah teridentifikasi kepada pihak keluarga.

Langkah Tegas Polres Pasuruan Usut Tuntas Tewasnya Terduga Pelaku Judol di Beji

Hasil dari pemeriksaan internal ini nantinya juga bakal dibuka secara terbuka kepada publik sebagai wujud transparansi institusi.