Selasa, 03 Feb 2026 02:21 WIB

FH UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat, Ajak UMKM Nglanggeran Pahami Merek Kolektif

selalu.id – Tim dosen dan alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (FH UNESA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sosialisasi Urgensi Pendaftaran Merek Kolektif bagi UMKM” di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan pentingnya perlindungan hukum melalui pendaftaran merek kolektif.

 

Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto

Kegiatan yang diinisiasi oleh Mieke Yustia Ayu Ratna Sari, Budi Hermono, Cita Yustisia Serfiani, Eny Sulistyowati, dan tim dari FH UNESA ini menyasar pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan pertanian. Nglanggeran dikenal sebagai desa wisata agrowisata dan pengolahan cokelat dengan lebih dari 200 UMKM aktif.

 

Ketua tim pelaksana, Mieke Yustia Ayu Ratna Sari, menjelaskan masih banyak pelaku usaha di Nglanggeran yang belum memahami manfaat strategis pendaftaran merek kolektif.

“Merek kolektif dapat menjadi alat bersama untuk memperkuat identitas produk lokal, mencegah pembajakan, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional maupun global,” ujarnya.

 

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui survei kebutuhan, sesi sosialisasi hukum, dan diskusi interaktif. Peserta mendapat penjelasan mengenai perbedaan antara merek individu, merek kolektif, dan co-branding daerah seperti Jogjamark dan 100% Jogja yang dikelola Pemerintah Daerah DIY.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan

Dalam sesi tanya jawab, para pelaku UMKM menyampaikan antusiasme dan kebutuhan pendampingan lanjutan. Banyak di antara mereka belum pernah mendaftarkan merek dagang karena keterbatasan informasi dan biaya. FH UNESA mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha agar tercipta ekosistem perlindungan hukum yang lebih inklusif.

 

“Desa Nglanggeran memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis UMKM. Pendaftaran merek kolektif bisa menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka,” kata Budi Hermono dari tim hukum ekonomi bisnis FH UNESA.

 

Baca Juga: Tim FIP Unesa Dampingi Guru SID Filipina untuk Siswa Lambat Belajar

Selain penyuluhan, kegiatan juga menampilkan produk unggulan seperti Chocomix, Chocobar, dan Pisang Salut Coklat, serta memperkenalkan potensi wisata edukatif di Griya Coklat Nglanggeran.

 

Tim FH UNESA berharap kegiatan ini dapat memotivasi UMKM di Gunungkidul untuk memperkuat merek dan legalitas usaha. Fakultas Hukum UNESA menegaskan komitmennya mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat di bidang hukum ekonomi dan perlindungan kekayaan intelektual.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.