Rabu, 23 Sep 2026 22:50 WIB

FH UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat, Ajak UMKM Nglanggeran Pahami Merek Kolektif

selalu.id – Tim dosen dan alumni Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya (FH UNESA) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Sosialisasi Urgensi Pendaftaran Merek Kolektif bagi UMKM” di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan pentingnya perlindungan hukum melalui pendaftaran merek kolektif.

 

Baca Juga: Pakar Hukum Ingatkan Pemkot Surabaya Cermat Terbitkan Izin Acara Besar Pasca-Kericuhan Konser SUBEC

Kegiatan yang diinisiasi oleh Mieke Yustia Ayu Ratna Sari, Budi Hermono, Cita Yustisia Serfiani, Eny Sulistyowati, dan tim dari FH UNESA ini menyasar pelaku UMKM di sektor kuliner, kerajinan, dan pertanian. Nglanggeran dikenal sebagai desa wisata agrowisata dan pengolahan cokelat dengan lebih dari 200 UMKM aktif.

 

Ketua tim pelaksana, Mieke Yustia Ayu Ratna Sari, menjelaskan masih banyak pelaku usaha di Nglanggeran yang belum memahami manfaat strategis pendaftaran merek kolektif.

“Merek kolektif dapat menjadi alat bersama untuk memperkuat identitas produk lokal, mencegah pembajakan, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di pasar nasional maupun global,” ujarnya.

 

Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui survei kebutuhan, sesi sosialisasi hukum, dan diskusi interaktif. Peserta mendapat penjelasan mengenai perbedaan antara merek individu, merek kolektif, dan co-branding daerah seperti Jogjamark dan 100% Jogja yang dikelola Pemerintah Daerah DIY.

 

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Dalam sesi tanya jawab, para pelaku UMKM menyampaikan antusiasme dan kebutuhan pendampingan lanjutan. Banyak di antara mereka belum pernah mendaftarkan merek dagang karena keterbatasan informasi dan biaya. FH UNESA mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha agar tercipta ekosistem perlindungan hukum yang lebih inklusif.

 

“Desa Nglanggeran memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis UMKM. Pendaftaran merek kolektif bisa menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha mereka,” kata Budi Hermono dari tim hukum ekonomi bisnis FH UNESA.

 

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

Selain penyuluhan, kegiatan juga menampilkan produk unggulan seperti Chocomix, Chocobar, dan Pisang Salut Coklat, serta memperkenalkan potensi wisata edukatif di Griya Coklat Nglanggeran.

 

Tim FH UNESA berharap kegiatan ini dapat memotivasi UMKM di Gunungkidul untuk memperkuat merek dan legalitas usaha. Fakultas Hukum UNESA menegaskan komitmennya mengimplementasikan tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat di bidang hukum ekonomi dan perlindungan kekayaan intelektual.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Soiree Rooftop Bar Gelar Soiree Gigs Vol 2 Akhir Pekan Ini, Ada Silampukau hingga DJ Gatra

Agenda musik akhir pekan ini bakal berlangsung pada Sabtu, 26 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB.

Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Pantauan di lokasi, terdapat empat mobil Avanza berwarna hitam terparkir di halaman Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto. Diduga mobil itu dikendarai oleh tim KPK.

Oknum ASN Jember Dilaporkan ke Itjen Kemenag Buntut Nikah Siri, Modusnya Bikin Ngelus Dada

Oknum ASN itu berinisial AFA, yang bertugas di salah satu Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Pungli Rekrutmen Pemkot Surabaya: Jangan Cuma Tangkap Kroco, Seret Penikmat Aliran Dananya!

Jika dalam proses pemeriksaan ditemukan aliran uang atau keterlibatan pihak lain, termasuk pejabat di atasnya, kasus tersebut harus ditelusuri sesuai ketentuan.

Kekeringan di Jatim Makin Parah, Fraksi PKS Sentil Pemprov: Jangan Cuma Sibuk Bagi-bagi Air!

Saat ini, krisis kekeringan di Jawa Timur kian meluas, dengan 24 kabupaten/kota telah menetapkan status siaga maupun tanggap darurat. 

Ketika Sedekah Bumi dan Pengajian Satukan Warga Sidoarjo

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan bahwa Sedekah Bumi merupakan bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk memperkuat silaturahmi antarwarga.