Senin, 02 Feb 2026 03:46 WIB

DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Okt 2025 10:40 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengembangkan riset kecerdasan buatan (AI) untuk sektor perikanan modern. Inovasi tersebut sedang dikompetisikan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2025.

 

Baca Juga: Rapor Merah Dari DPRD Surabaya untuk Setahun Kepemimpinan Eri-Armuji

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut riset tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional.

 

“Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai antisipasi terhadap situasi geopolitik global yang tidak menentu. Kunci keberlangsungan bangsa ada pada kemandirian energi dan pangan,” ujar Fathoni, Kamis (16/10/2025).

 

Menurut politisi yang akrab disapa Mas Toni ini, Surabaya memiliki peluang besar dalam mendukung program tersebut, terutama melalui penguatan sektor perikanan di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi menjadi kunci penerapan teknologi dalam budi daya ikan agar lebih efisien.

 

“Surabaya bisa mendukung program ini lewat edukasi kepada pemilik tambak di pantai timur. Kampus seperti Unesa dapat berperan dalam penerapan teknologi agar produktivitas meningkat,” jelasnya.

 

Baca Juga: Atap Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, DPRD Desak Evaluasi Total Bangunan Sekolah

Mas Toni juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama akses jalan menuju kawasan tambak. “Kalau jalan ke tambak rusak, hasil panen sulit diangkut. Pemkot perlu membangun akses yang layak agar distribusi hasil perikanan ke pasar dan grosir lebih mudah,” tegasnya.

 

Ia mengapresiasi riset mahasiswa Unesa yang memanfaatkan AI untuk mengukur kualitas air, kadar amonia, dan takaran pakan ikan secara otomatis. “Ini gagasan yang bagus dan realistis. Kalau bisa diimplementasikan, akan sangat membantu Pemkot Surabaya mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo,” ujarnya.

 

Selain itu, Mas Toni juga mendorong Pemkot memanfaatkan lahan tidak produktif untuk pengembangan pangan lokal alternatif seperti budidaya semanggi. “Semanggi bisa jadi alternatif pangan selain beras. Selain bernilai ekonomi, masyarakat kini juga semakin sadar pentingnya pola makan sehat,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan

 

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menilai langkah mahasiswa Unesa sebagai contoh nyata sinergi antara riset kampus dan pembangunan daerah. “Kami di DPRD tentu mendukung penuh ide mahasiswa seperti ini. Kalau kampus menyiapkan teknologinya dan Pemkot menyiapkan infrastrukturnya, ketahanan pangan Surabaya bisa benar-benar terwujud,” ujar Nurdjayanto.

 

Menurutnya, inovasi dari kalangan muda menjadi bukti bahwa generasi akademik memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pangan masa depan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.