Rabu, 22 Jul 2026 18:20 WIB

DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Okt 2025 10:40 WIB

selalu.id – DPRD Kota Surabaya menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mengembangkan riset kecerdasan buatan (AI) untuk sektor perikanan modern. Inovasi tersebut sedang dikompetisikan dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2025.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyebut riset tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kemandirian energi nasional.

 

“Presiden Prabowo sangat menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai antisipasi terhadap situasi geopolitik global yang tidak menentu. Kunci keberlangsungan bangsa ada pada kemandirian energi dan pangan,” ujar Fathoni, Kamis (16/10/2025).

 

Menurut politisi yang akrab disapa Mas Toni ini, Surabaya memiliki peluang besar dalam mendukung program tersebut, terutama melalui penguatan sektor perikanan di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya). Ia menilai kolaborasi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi menjadi kunci penerapan teknologi dalam budi daya ikan agar lebih efisien.

 

“Surabaya bisa mendukung program ini lewat edukasi kepada pemilik tambak di pantai timur. Kampus seperti Unesa dapat berperan dalam penerapan teknologi agar produktivitas meningkat,” jelasnya.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Mas Toni juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur penunjang, terutama akses jalan menuju kawasan tambak. “Kalau jalan ke tambak rusak, hasil panen sulit diangkut. Pemkot perlu membangun akses yang layak agar distribusi hasil perikanan ke pasar dan grosir lebih mudah,” tegasnya.

 

Ia mengapresiasi riset mahasiswa Unesa yang memanfaatkan AI untuk mengukur kualitas air, kadar amonia, dan takaran pakan ikan secara otomatis. “Ini gagasan yang bagus dan realistis. Kalau bisa diimplementasikan, akan sangat membantu Pemkot Surabaya mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo,” ujarnya.

 

Selain itu, Mas Toni juga mendorong Pemkot memanfaatkan lahan tidak produktif untuk pengembangan pangan lokal alternatif seperti budidaya semanggi. “Semanggi bisa jadi alternatif pangan selain beras. Selain bernilai ekonomi, masyarakat kini juga semakin sadar pentingnya pola makan sehat,” tambahnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

 

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menilai langkah mahasiswa Unesa sebagai contoh nyata sinergi antara riset kampus dan pembangunan daerah. “Kami di DPRD tentu mendukung penuh ide mahasiswa seperti ini. Kalau kampus menyiapkan teknologinya dan Pemkot menyiapkan infrastrukturnya, ketahanan pangan Surabaya bisa benar-benar terwujud,” ujar Nurdjayanto.

 

Menurutnya, inovasi dari kalangan muda menjadi bukti bahwa generasi akademik memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pangan masa depan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.