Selasa, 03 Feb 2026 05:46 WIB

Tim FIP Unesa Dampingi Guru SID Filipina untuk Siswa Lambat Belajar

selalu.id – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendampingi guru Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina, dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran akomodatif bagi siswa, termasuk mereka yang lambat belajar. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FIP Unesa.

 

Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto

Tim dosen FIP yang terlibat terdiri dari Muhammad Nurul Ashar, Budi Purwoko, Ni Made Marlin Minarsih, dan Roid Al-Mahdi. Kegiatan pendampingan berlangsung delapan minggu melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.

 

Pada tahap persiapan, tim berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menganalisis kebutuhan serta menyusun bahan ajar. Tahap pelaksanaan mencakup asesmen awal, pendampingan praktik, hingga penerapan strategi pembelajaran akomodatif. Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program sekaligus menyusun tindak lanjut.

 

“Berbagai pendekatan diterapkan dalam proses pembelajaran, mulai dari diferensiasi materi, penggunaan media visual, modifikasi tugas, hingga penguatan aspek sosial-emosional,” ujar salah satu anggota tim.

Baca Juga: FH UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat, Ajak UMKM Nglanggeran Pahami Merek Kolektif

 

Upaya tersebut meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung dasar. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, sementara guru SID memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan strategi pengajaran inklusif.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan

Guru besar FIP Unesa, Budi Purwoko, menyatakan kolaborasi ini mencerminkan kontribusi nyata Unesa dalam mendukung misi pendidikan inklusif yang berkeadilan di tingkat internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, dengan kondisi apapun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendampingan ini bukan hanya soal teknik pembelajaran, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan harus bisa merangkul semua,” tegasnya.

 

Unesa berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, tidak hanya di SID, tetapi juga di sekolah-sekolah Indonesia lainnya di luar negeri. Praktik pendidikan inklusif yang sudah terbangun diharapkan semakin kuat dan memberi dampak luas bagi generasi muda.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.