Tim FIP Unesa Dampingi Guru SID Filipina untuk Siswa Lambat Belajar
- Penulis : Rahmat Hidayat
- | Senin, 22 Sep 2025 13:42 WIB
selalu.id – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendampingi guru Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina, dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran akomodatif bagi siswa, termasuk mereka yang lambat belajar. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FIP Unesa.
Baca Juga: Aktivis 98 Tolak Wacana Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional ke Soeharto
Tim dosen FIP yang terlibat terdiri dari Muhammad Nurul Ashar, Budi Purwoko, Ni Made Marlin Minarsih, dan Roid Al-Mahdi. Kegiatan pendampingan berlangsung delapan minggu melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Pada tahap persiapan, tim berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menganalisis kebutuhan serta menyusun bahan ajar. Tahap pelaksanaan mencakup asesmen awal, pendampingan praktik, hingga penerapan strategi pembelajaran akomodatif. Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program sekaligus menyusun tindak lanjut.
“Berbagai pendekatan diterapkan dalam proses pembelajaran, mulai dari diferensiasi materi, penggunaan media visual, modifikasi tugas, hingga penguatan aspek sosial-emosional,” ujar salah satu anggota tim.
Baca Juga: FH UNESA Gelar Pengabdian Masyarakat, Ajak UMKM Nglanggeran Pahami Merek Kolektif
Upaya tersebut meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung dasar. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, sementara guru SID memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan strategi pengajaran inklusif.
Baca Juga: DPRD Surabaya Apresiasi Mahasiswa Unesa Kembangkan Teknologi AI di Sektor Perikanan
Guru besar FIP Unesa, Budi Purwoko, menyatakan kolaborasi ini mencerminkan kontribusi nyata Unesa dalam mendukung misi pendidikan inklusif yang berkeadilan di tingkat internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, dengan kondisi apapun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendampingan ini bukan hanya soal teknik pembelajaran, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan harus bisa merangkul semua,” tegasnya.
Unesa berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, tidak hanya di SID, tetapi juga di sekolah-sekolah Indonesia lainnya di luar negeri. Praktik pendidikan inklusif yang sudah terbangun diharapkan semakin kuat dan memberi dampak luas bagi generasi muda.
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-10873-tim-fip-unesa-dampingi-guru-sid-filipina-untuk-siswa-lambat-belajar
