Rabu, 22 Jul 2026 03:02 WIB

Tim FIP Unesa Dampingi Guru SID Filipina untuk Siswa Lambat Belajar

selalu.id – Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendampingi guru Sekolah Indonesia Davao (SID), Filipina, dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran akomodatif bagi siswa, termasuk mereka yang lambat belajar. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) FIP Unesa.

 

Baca Juga: Sempat Vakum, Campus League Surabaya Kembali Dorong Ekosistem Basket Kampus

Tim dosen FIP yang terlibat terdiri dari Muhammad Nurul Ashar, Budi Purwoko, Ni Made Marlin Minarsih, dan Roid Al-Mahdi. Kegiatan pendampingan berlangsung delapan minggu melalui tiga tahap, yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.

 

Pada tahap persiapan, tim berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menganalisis kebutuhan serta menyusun bahan ajar. Tahap pelaksanaan mencakup asesmen awal, pendampingan praktik, hingga penerapan strategi pembelajaran akomodatif. Tahap evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas program sekaligus menyusun tindak lanjut.

 

“Berbagai pendekatan diterapkan dalam proses pembelajaran, mulai dari diferensiasi materi, penggunaan media visual, modifikasi tugas, hingga penguatan aspek sosial-emosional,” ujar salah satu anggota tim.

Baca Juga: Pengamat: Soekarno Cup U-17 Berpotensi Dongkrak Elektabilitas Eri Cahyadi

 

Upaya tersebut meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca, menulis, dan berhitung dasar. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif dalam belajar, sementara guru SID memperoleh pengalaman baru dalam mengembangkan strategi pengajaran inklusif.

 

Baca Juga: Pesantren Kilat SMP Labschool Unesa Diwarnai Belajar Merawat Jenazah

Guru besar FIP Unesa, Budi Purwoko, menyatakan kolaborasi ini mencerminkan kontribusi nyata Unesa dalam mendukung misi pendidikan inklusif yang berkeadilan di tingkat internasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak, dengan kondisi apapun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendampingan ini bukan hanya soal teknik pembelajaran, tetapi juga membangun kesadaran bersama bahwa pendidikan harus bisa merangkul semua,” tegasnya.

 

Unesa berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan, tidak hanya di SID, tetapi juga di sekolah-sekolah Indonesia lainnya di luar negeri. Praktik pendidikan inklusif yang sudah terbangun diharapkan semakin kuat dan memberi dampak luas bagi generasi muda.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.