Kamis, 22 Okt 2026 05:26 WIB

Malang Autism Center Gelar Pameran Karya Anak Autis Pertama di Malang Raya

selalu.id – Malang Autism Center (MAC) menggelar pameran seni bertajuk “Voices from the Spectrum” sebagai wadah ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak dengan spektrum autisme. Pameran ini menjadi yang pertama di Malang Raya yang seluruh pesertanya merupakan penyandang autisme.

 

Baca Juga: Melihat Tubuh Lewat Seni Lukis dalam Pameran The Imaginary Bodies di ARTOTEL Grand Prima Surabaya

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Trijoko, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAC. Ia menegaskan pentingnya perlindungan dan kesetaraan hak bagi penyandang autisme.

 

“Saya imbau masyarakat agar peduli terhadap rekan-rekan di spektrum autisme. Mereka memang memiliki keterbatasan, tetapi juga punya kelebihan. Pemerintah wajib memberikan perlindungan agar mereka bisa saling melengkapi dalam kehidupan sosial,” ujar Trijoko.

 

Ia menambahkan, hak-hak anak dengan autisme telah diatur dalam undang-undang, termasuk hak untuk terbebas dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran. “Ada sanksi hukum bagi orang tua maupun pihak lain yang mengabaikan hak-hak tersebut,” tegasnya.

 

Pendiri sekaligus pengelola Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan karya 16 pelukis autisme dari berbagai daerah, termasuk Malang, Surabaya, Mojokerto, dan Jakarta.

 

Baca Juga: SBY Buka-bukaan Soal Isu Politik Praktis di Surabaya, Begini Penjelasannya

“Ini pameran pertama di Malang Raya. Dari hasil pencarian kami, belum ada yang serupa di Jawa Timur. Semua karya dibuat oleh anak-anak autisme dengan gaya dan karakter masing-masing,” ungkap Cahyadi.

 

Pameran yang digelar pada 17–26 Oktober 2025 ini menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) untuk mengekspresikan diri melalui seni. Harga karya yang dipamerkan bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp11 juta per lukisan, tergantung pengalaman dan prestasi pelukis.

 

“Semakin tinggi harganya, biasanya pelukisnya sudah punya prestasi atau pengalaman lebih. Tapi yang terpenting, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak autisme bisa berkarya seperti anak lainnya, asal diberi pelatihan, kesempatan, dan dukungan,” tambahnya.

Baca Juga: Menangkap Cahaya Rindu: Cerita di Balik 100 Mahakarya Lukisan SBY di Surabaya

 

Pameran ini juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun berdirinya Malang Autism Center pada bulan Oktober. Sebagai puncak kegiatan, MAC akan menggelar seminar nasional tentang autisme pada 25–26 Oktober yang menghadirkan lima dokter spesialis, dua akademisi, dan tiga praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan dan pendidikan anak dengan autisme.

 

“Tujuan utamanya agar masyarakat lebih memahami apa itu autisme. Data kami menunjukkan literasi masyarakat tentang autisme masih sangat rendah. Lewat pameran dan seminar ini, kami ingin membuka wawasan dan membangun empati,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.