Selasa, 03 Feb 2026 12:57 WIB

Malang Autism Center Gelar Pameran Karya Anak Autis Pertama di Malang Raya

selalu.id – Malang Autism Center (MAC) menggelar pameran seni bertajuk “Voices from the Spectrum” sebagai wadah ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak dengan spektrum autisme. Pameran ini menjadi yang pertama di Malang Raya yang seluruh pesertanya merupakan penyandang autisme.

 

Baca Juga: Founder MAC: Autisme Bukan Penyakit, tapi Kondisi Perkembangan Saraf

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Trijoko, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAC. Ia menegaskan pentingnya perlindungan dan kesetaraan hak bagi penyandang autisme.

 

“Saya imbau masyarakat agar peduli terhadap rekan-rekan di spektrum autisme. Mereka memang memiliki keterbatasan, tetapi juga punya kelebihan. Pemerintah wajib memberikan perlindungan agar mereka bisa saling melengkapi dalam kehidupan sosial,” ujar Trijoko.

 

Ia menambahkan, hak-hak anak dengan autisme telah diatur dalam undang-undang, termasuk hak untuk terbebas dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran. “Ada sanksi hukum bagi orang tua maupun pihak lain yang mengabaikan hak-hak tersebut,” tegasnya.

 

Pendiri sekaligus pengelola Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan karya 16 pelukis autisme dari berbagai daerah, termasuk Malang, Surabaya, Mojokerto, dan Jakarta.

 

Baca Juga: Pameran The Jumping City Gresik, Representasi Kota yang Berjumpalitan

“Ini pameran pertama di Malang Raya. Dari hasil pencarian kami, belum ada yang serupa di Jawa Timur. Semua karya dibuat oleh anak-anak autisme dengan gaya dan karakter masing-masing,” ungkap Cahyadi.

 

Pameran yang digelar pada 17–26 Oktober 2025 ini menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) untuk mengekspresikan diri melalui seni. Harga karya yang dipamerkan bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp11 juta per lukisan, tergantung pengalaman dan prestasi pelukis.

 

“Semakin tinggi harganya, biasanya pelukisnya sudah punya prestasi atau pengalaman lebih. Tapi yang terpenting, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak autisme bisa berkarya seperti anak lainnya, asal diberi pelatihan, kesempatan, dan dukungan,” tambahnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya Selamatkan Anak dari Speech Delay

 

Pameran ini juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun berdirinya Malang Autism Center pada bulan Oktober. Sebagai puncak kegiatan, MAC akan menggelar seminar nasional tentang autisme pada 25–26 Oktober yang menghadirkan lima dokter spesialis, dua akademisi, dan tiga praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan dan pendidikan anak dengan autisme.

 

“Tujuan utamanya agar masyarakat lebih memahami apa itu autisme. Data kami menunjukkan literasi masyarakat tentang autisme masih sangat rendah. Lewat pameran dan seminar ini, kami ingin membuka wawasan dan membangun empati,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.