Rabu, 22 Jul 2026 18:28 WIB

Malang Autism Center Gelar Pameran Karya Anak Autis Pertama di Malang Raya

selalu.id – Malang Autism Center (MAC) menggelar pameran seni bertajuk “Voices from the Spectrum” sebagai wadah ekspresi dan kreativitas bagi anak-anak dengan spektrum autisme. Pameran ini menjadi yang pertama di Malang Raya yang seluruh pesertanya merupakan penyandang autisme.

 

Baca Juga: Founder MAC: Autisme Bukan Penyakit, tapi Kondisi Perkembangan Saraf

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Malang, Trijoko, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan apresiasi atas inisiatif MAC. Ia menegaskan pentingnya perlindungan dan kesetaraan hak bagi penyandang autisme.

 

“Saya imbau masyarakat agar peduli terhadap rekan-rekan di spektrum autisme. Mereka memang memiliki keterbatasan, tetapi juga punya kelebihan. Pemerintah wajib memberikan perlindungan agar mereka bisa saling melengkapi dalam kehidupan sosial,” ujar Trijoko.

 

Ia menambahkan, hak-hak anak dengan autisme telah diatur dalam undang-undang, termasuk hak untuk terbebas dari kekerasan, eksploitasi, dan penelantaran. “Ada sanksi hukum bagi orang tua maupun pihak lain yang mengabaikan hak-hak tersebut,” tegasnya.

 

Pendiri sekaligus pengelola Malang Autism Center, Mohammad Cahyadi, menjelaskan bahwa pameran ini menampilkan karya 16 pelukis autisme dari berbagai daerah, termasuk Malang, Surabaya, Mojokerto, dan Jakarta.

 

Baca Juga: Pameran The Jumping City Gresik, Representasi Kota yang Berjumpalitan

“Ini pameran pertama di Malang Raya. Dari hasil pencarian kami, belum ada yang serupa di Jawa Timur. Semua karya dibuat oleh anak-anak autisme dengan gaya dan karakter masing-masing,” ungkap Cahyadi.

 

Pameran yang digelar pada 17–26 Oktober 2025 ini menjadi ruang apresiasi bagi anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) untuk mengekspresikan diri melalui seni. Harga karya yang dipamerkan bervariasi, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp11 juta per lukisan, tergantung pengalaman dan prestasi pelukis.

 

“Semakin tinggi harganya, biasanya pelukisnya sudah punya prestasi atau pengalaman lebih. Tapi yang terpenting, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak autisme bisa berkarya seperti anak lainnya, asal diberi pelatihan, kesempatan, dan dukungan,” tambahnya.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya Selamatkan Anak dari Speech Delay

 

Pameran ini juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun berdirinya Malang Autism Center pada bulan Oktober. Sebagai puncak kegiatan, MAC akan menggelar seminar nasional tentang autisme pada 25–26 Oktober yang menghadirkan lima dokter spesialis, dua akademisi, dan tiga praktisi untuk membahas berbagai aspek kesehatan dan pendidikan anak dengan autisme.

 

“Tujuan utamanya agar masyarakat lebih memahami apa itu autisme. Data kami menunjukkan literasi masyarakat tentang autisme masih sangat rendah. Lewat pameran dan seminar ini, kami ingin membuka wawasan dan membangun empati,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.