Rabu, 22 Jul 2026 17:58 WIB

Founder MAC: Autisme Bukan Penyakit, tapi Kondisi Perkembangan Saraf

selalu.id – Founder sekaligus CEO Malang Autism Center (MAC) Mohammad Cahyadi menegaskan autisme bukan penyakit, melainkan kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi, dan memproses informasi.

 

Baca Juga: Ancaman Kemerdekaan Pers di Balik Permintaan Penghapusan Berita

Pernyataan itu disampaikan dalam Jagongan Bareng bertema “Autisme dan Kita” yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) Surabaya di Balai RW-RLD, Jalan Kaca Piring 6 Surabaya, Senin (29/9).

 

“Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dapat menunjukkan perilaku berbeda dari anak seusianya, seperti kesulitan berbicara atau memahami emosi,” kata Cahyadi.

 

Ia menekankan setiap anak dengan ASD memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan. Malang Autism Center yang berdiri sejak 2015, menurutnya, telah memberikan layanan komprehensif mulai terapi harian, program asrama, hingga terapi musiman.

 

Cahyadi menegaskan lembaga tersebut berkomitmen membantu anak-anak ASD agar lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan sosial.

 

Ia menambahkan, banyak orang tua masih terbatas informasi mengenai autisme. Karena itu edukasi berkelanjutan dan deteksi dini sangat penting. Kemajuan ilmu pengetahuan saat ini, kata dia, memungkinkan deteksi sejak bayi berusia enam bulan.

 

Baca Juga: RLD Soroti Ancaman Penghapusan Konten Digital pada Independensi Kerja Jurnalistik

“Dengan intervensi yang tepat, anak-anak bisa mencapai kemandirian sosial dan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

 

Cahyadi juga menyampaikan pesan kepada tiga kelompok orang tua. Ia meminta orang tua baru memperkaya informasi tumbuh kembang anak, orang tua bayi enam bulan waspada terhadap perilaku berbeda, serta orang tua yang anaknya menjalani intervensi aktif memantau perkembangan bersama terapis.

 

Sementara itu, pemerhati isu autisme Chusnur Ismiati menilai kesadaran publik sangat penting untuk mendukung anak autisme mencapai potensi maksimal. Ia menyebut teknologi dapat berperan dalam deteksi dini, termasuk melalui aplikasi yang mengenali potensi autisme sebelum anak diperiksa psikolog atau dokter.

 

Baca Juga: Perkuat Literasi Mahasiswa, RLD dan GMNI Surabaya Gelar Pelatihan Jurnalistik

Rumah Literasi Digital Surabaya melalui Jagongan Bareng “Autisme dan Kita” berupaya menghadirkan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian terhadap isu autisme.

 

Sebagai tambahan, Malang Autism Center akan menggelar Malang Autism Conference (MACo) 2025 pada 25–26 Oktober di Malang Creative Center. Acara tersebut menghadirkan seminar, kampanye sosial, pameran karya, serta ruang ekspresi bagi anak autisme.

 

Perhelatan itu melibatkan dokter spesialis, terapis, akademisi, dan penggiat autisme. MACo 2025 tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun ke-10 MAC, tetapi juga wadah menghapus stigma, membuka ruang dialog, serta mendorong masyarakat lebih ramah dan inklusif terhadap anak ASD.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.