Sabtu, 06 Jun 2026 06:02 WIB

Founder MAC: Autisme Bukan Penyakit, tapi Kondisi Perkembangan Saraf

selalu.id – Founder sekaligus CEO Malang Autism Center (MAC) Mohammad Cahyadi menegaskan autisme bukan penyakit, melainkan kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, berinteraksi, dan memproses informasi.

 

Baca Juga: Malang Autism Center Gelar Pameran Karya Anak Autis Pertama di Malang Raya

Pernyataan itu disampaikan dalam Jagongan Bareng bertema “Autisme dan Kita” yang digelar Rumah Literasi Digital (RLD) Surabaya di Balai RW-RLD, Jalan Kaca Piring 6 Surabaya, Senin (29/9).

 

“Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dapat menunjukkan perilaku berbeda dari anak seusianya, seperti kesulitan berbicara atau memahami emosi,” kata Cahyadi.

 

Ia menekankan setiap anak dengan ASD memiliki potensi unik yang dapat dikembangkan. Malang Autism Center yang berdiri sejak 2015, menurutnya, telah memberikan layanan komprehensif mulai terapi harian, program asrama, hingga terapi musiman.

 

Cahyadi menegaskan lembaga tersebut berkomitmen membantu anak-anak ASD agar lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan sosial.

 

Ia menambahkan, banyak orang tua masih terbatas informasi mengenai autisme. Karena itu edukasi berkelanjutan dan deteksi dini sangat penting. Kemajuan ilmu pengetahuan saat ini, kata dia, memungkinkan deteksi sejak bayi berusia enam bulan.

 

Baca Juga: Telkomsel Dorong Generasi Muda Bijak Bermedia Sosial Lewat Rumah Literasi Digital

“Dengan intervensi yang tepat, anak-anak bisa mencapai kemandirian sosial dan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

 

Cahyadi juga menyampaikan pesan kepada tiga kelompok orang tua. Ia meminta orang tua baru memperkaya informasi tumbuh kembang anak, orang tua bayi enam bulan waspada terhadap perilaku berbeda, serta orang tua yang anaknya menjalani intervensi aktif memantau perkembangan bersama terapis.

 

Sementara itu, pemerhati isu autisme Chusnur Ismiati menilai kesadaran publik sangat penting untuk mendukung anak autisme mencapai potensi maksimal. Ia menyebut teknologi dapat berperan dalam deteksi dini, termasuk melalui aplikasi yang mengenali potensi autisme sebelum anak diperiksa psikolog atau dokter.

 

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ibu di Surabaya Selamatkan Anak dari Speech Delay

Rumah Literasi Digital Surabaya melalui Jagongan Bareng “Autisme dan Kita” berupaya menghadirkan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman sekaligus kepedulian terhadap isu autisme.

 

Sebagai tambahan, Malang Autism Center akan menggelar Malang Autism Conference (MACo) 2025 pada 25–26 Oktober di Malang Creative Center. Acara tersebut menghadirkan seminar, kampanye sosial, pameran karya, serta ruang ekspresi bagi anak autisme.

 

Perhelatan itu melibatkan dokter spesialis, terapis, akademisi, dan penggiat autisme. MACo 2025 tidak hanya menjadi perayaan ulang tahun ke-10 MAC, tetapi juga wadah menghapus stigma, membuka ruang dialog, serta mendorong masyarakat lebih ramah dan inklusif terhadap anak ASD.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.