Kamis, 22 Okt 2026 05:24 WIB

Pameran The Jumping City Gresik, Representasi Kota yang Berjumpalitan

  • Penulis : Yasin
  • | Minggu, 23 Feb 2025 17:13 WIB

Selalau.id - Damar Kurung atau lentera khas Gresik biasanya dipasang menjelang bulan Ramadan sebagai lentera yang menjadi penanda menuju ke jalan-jalan pemakaman. Lentera ini yang nantinya menjadi ”penerang” jalan bagi orang-orang yang mulai melakukan ritus padusan atau ziarah ke pemakaman sanak keluarga sebagai pembuka babak Ramadan. Selanjutnya, secara kultural damar kurung juga dipasang di depan rumah, maupun tempat penting lain, misalnya di jalan kampung yang dilalui warga. Di sekujur permukaan lentera itu cerita-cerita masyarakat Gresik seperti tradisi pasar bandeng, perayaan Idul Fitri, suasana warung kopi hingga keramaian alun-alun dinarasikan melalui lukisan. Damar Kurung menjadi semacam kanvas tradisional berisi ingatan-ingatan warga untuk dituturkan.

The Jumping City merupakan pameran karya dua seniman, yakni Anhar dan Suef, seniman lintas generasi yang memilih medium lukisan Damar Kurung. Pameran ini diselenggarakan tepat sebelum memasuki bulan Ramadhan. Pameran ini dimulai sejak tanggal 22 Februari sampai 22 Maret 2025. The Jumping City yang dikuratori oleh Hidayatun Nikmah ini diselengarakan oleh Yayasan Gang Sebelah, dan berlokasi di Galeri Loteng Kemasan, sebuah tempat bekas sarang burung walet yang berada di lantai atas Sualoka.Hub Jl. Nyai Ageng Arem-Arem Gg. II No. 20, Kampung Kemasan Gresik.

Baca Juga: Melihat Tubuh Lewat Seni Lukis dalam Pameran The Imaginary Bodies di ARTOTEL Grand Prima Surabaya

Damar Kurung bukan hanya sebagai lentera dengan lukisan dekoratif semata, tetapi merupakan media untuk menggambarkan dinamika kehidupan kota dan manusia yang berjumpalitan di dalamnya. "Setiap gambar pada Damar Kurung yang dibuat oleh Anhar dan Suef mengandung cerita dan pesan yang mengajak pengunjung untuk melihat Kota Gresik dari berbagai sudut pandang yang berbeda,” ujar Hidayatun Nikmah.

Terdapat delapan program pameran The Jumping City yang bisa diakses publik, seperti Ziarah Damar Kurung, Merangakai Damar Kurung, Workshop, Artist Talk, Screening Film, Curator Talk, Teater, dan Lomba Mewarnai. Tajuk The Jumping City dipilih karena karya-karya Anhar dan Suef banyak menyoal kehidupan kota yang dinamis—yang progresif sekaligus regresif dalam satuan waktu yang sama dalam perkembangan kota,” ujar Hidayatun Nikmah selaku Kurator.

Baca Juga: Wanita Bunuh Pacarnya di Gresik, Anak Lurah asal Surabaya Tewas

”Harapan kami tidak muluk-muluk, semoga karya kami layak untuk dinikmati sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Gresik masih ada seniman yang terus menjaga dan mengembangkan Damar Kurung sebagai bagian dari warisan budaya,” ujar Suef.

Senada dengan rekannya, Anhar juga menyatakan tentang harapannya agar masyarakat Gresik terus melestarikan lentera berbentuk kubus tersebut. ”Semoga para pengunjung pameran ini, bisa mendapatkan sesuatu dari karya yang kami sampaikan. Sekaligus sebagai ajakan untuk melestarikan budaya, dalam hal ini seni Damar Kurung.”

Baca Juga: SBY Buka-bukaan Soal Isu Politik Praktis di Surabaya, Begini Penjelasannya

Sebagaimana tradisi padusan, pameran The Jumping City sengaja diselengarakan untuk menyambut bulan suci ramadan. Pameran dibuka setiap hari, mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB dan berlangsung selama satu bulan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.