Tiga Mantan Santri di DPRD Surabaya Turun ke Jalan Kecam Trans7
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 16 Okt 2025 19:26 WIB
selalu.id – Aksi protes mewarnai depan Gedung Bank Mega yang juga menjadi kantor biro Trans7 di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Bawa Sapi ke DPRD, Jagal RPH Pegirian Tolak Relokasi ke TOW
Ratusan massa dari berbagai elemen seperti Ansor, Banser, Pagar Nusa, hingga PMII, turun ke jalan mengecam tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan merendahkan martabat kiai.
Tiga anggota DPRD Kota Surabaya yang merupakan mantan santri turut bergabung menyuarakan kekecewaan terhadap tayangan tersebut.
Salah satu di antaranya, Tubagus Lukman Amin, menyebut tayangan Trans7 sebagai bentuk penghinaan terhadap dunia pesantren.
“Kita semua melihat dengan mata telanjang. Trans7 telah menghina dan melecehkan. Tayangan mereka melukai hati para santri, para kiai, dan umat pesantren. Ini bukan jurnalisme, ini framing keji narasi sesat dan biadab!” ujarnya.
Tubagus menilai stasiun televisi nasional itu menayangkan informasi yang telah dipotong dan disusun secara tendensius tanpa menggali fakta di lapangan.
“Media sebesar itu seharusnya paham etika jurnalistik. Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi benteng moral bangsa,” tambahnya.
Baca Juga: Demo Tolak Pemangkasan ADD di Mojokerto Ricuh, Massa Dorong Polisi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhaimin, menilai tayangan yang menyinggung pesantren tersebut mencederai kehormatan para santri dan kiai.
“Kalau nama santri dan kiai diframing dan direndahkan, itu sama saja merendahkan sejarah bangsa. Surabaya berdiri karena darah dan perjuangan para kiai dan santri,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, Syaifuddin, juga anggota Komisi A DPRD Surabaya, memimpin massa mengucapkan Sumpah Santri Indonesia sebagai simbol solidaritas dan perlawanan moral terhadap media yang dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai pesantren.
“Kami, Santri Indonesia, bersumpah bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Bangsa yang gandrung akan keadilan! Bahasa kami, bahasa kebenaran dan keadilan! Hidup santri! Hidup rakyat!” serunya dari atas mobil komando.
Baca Juga: Pembuat Molotov untuk Demo Grahadi Terancam UU Darurat, Pelaku Belajar dari Internet
Seruan “Lawan!” menggema di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Takbir dan yel-yel perlawanan terus berkumandang menggambarkan kemarahan kolektif massa terhadap tayangan yang mereka nilai melecehkan nilai-nilai pesantren.
Aksi ini disebut sebagai bentuk teguran kepada media nasional agar lebih berhati-hati dalam menyajikan pemberitaan yang menyangkut simbol-simbol keagamaan.
“Kami tidak akan berhenti sebelum ada pertanggungjawaban nyata. Ini soal martabat, soal sejarah, dan soal masa depan Indonesia,” tegas Syaifuddin menutup orasinya.
Editor : Ading
URL : https://selalu.id/news-11134-tiga-mantan-santri-di-dprd-surabaya-turun-ke-jalan-kecam-trans7
