Sabtu, 26 Sep 2026 17:45 WIB

Tiga Mantan Santri di DPRD Surabaya Turun ke Jalan Kecam Trans7

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 16 Okt 2025 19:26 WIB

selalu.id – Aksi protes mewarnai depan Gedung Bank Mega yang juga menjadi kantor biro Trans7 di Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Kamis (16/10/2025).

 

Baca Juga: Demo di Jakarta Memanas: Gerbang Tol Dalam Kota Ditutup Total, Berikut Daftarnya

Ratusan massa dari berbagai elemen seperti Ansor, Banser, Pagar Nusa, hingga PMII, turun ke jalan mengecam tayangan Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan merendahkan martabat kiai.

 

Tiga anggota DPRD Kota Surabaya yang merupakan mantan santri turut bergabung menyuarakan kekecewaan terhadap tayangan tersebut.

 

Salah satu di antaranya, Tubagus Lukman Amin, menyebut tayangan Trans7 sebagai bentuk penghinaan terhadap dunia pesantren.

 

“Kita semua melihat dengan mata telanjang. Trans7 telah menghina dan melecehkan. Tayangan mereka melukai hati para santri, para kiai, dan umat pesantren. Ini bukan jurnalisme, ini framing keji narasi sesat dan biadab!” ujarnya.

 

Tubagus menilai stasiun televisi nasional itu menayangkan informasi yang telah dipotong dan disusun secara tendensius tanpa menggali fakta di lapangan.

 

“Media sebesar itu seharusnya paham etika jurnalistik. Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tapi benteng moral bangsa,” tambahnya.

 

Baca Juga: Jeritan Hati Tukang Becak di Mojokerto, Berjuang Rebut Kembali Tanah yang Dirampok Mafia

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhaimin, menilai tayangan yang menyinggung pesantren tersebut mencederai kehormatan para santri dan kiai.

 

“Kalau nama santri dan kiai diframing dan direndahkan, itu sama saja merendahkan sejarah bangsa. Surabaya berdiri karena darah dan perjuangan para kiai dan santri,” ujarnya.

 

Dalam aksi tersebut, Syaifuddin, juga anggota Komisi A DPRD Surabaya, memimpin massa mengucapkan Sumpah Santri Indonesia sebagai simbol solidaritas dan perlawanan moral terhadap media yang dinilai tidak sensitif terhadap nilai-nilai pesantren.

 

“Kami, Santri Indonesia, bersumpah bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan. Bangsa yang gandrung akan keadilan! Bahasa kami, bahasa kebenaran dan keadilan! Hidup santri! Hidup rakyat!” serunya dari atas mobil komando.

Baca Juga: Aksi Damai Wartawan-Jurnalis di Nganjuk Sikapi Istilah Londo Ireng

 

Seruan “Lawan!” menggema di sepanjang Jalan Yos Sudarso. Takbir dan yel-yel perlawanan terus berkumandang menggambarkan kemarahan kolektif massa terhadap tayangan yang mereka nilai melecehkan nilai-nilai pesantren.

 

Aksi ini disebut sebagai bentuk teguran kepada media nasional agar lebih berhati-hati dalam menyajikan pemberitaan yang menyangkut simbol-simbol keagamaan.

 

“Kami tidak akan berhenti sebelum ada pertanggungjawaban nyata. Ini soal martabat, soal sejarah, dan soal masa depan Indonesia,” tegas Syaifuddin menutup orasinya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online 1 Triliun di Thailand

Proses penangkapan dilakukan bersama Divisi Hubungan Internasional Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand.

Ribuan Santri Adu Bakat dalam PORSADIN VII Jatim di Lumajang

Para juara nantinya akan mewakili Jawa Timur di PORSADIN Nasional yang rencananya digelar di Jakarta pada November 2026.

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.