Bunda PAUD Surabaya Kembangkan Enam Program Unggulan untuk Anak Usia Dini
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 15 Okt 2025 13:01 WIB
selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini melalui program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan pra-sekolah. Upaya ini menjadi bagian dari visi membentuk generasi emas 2045 yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global.
Baca Juga: Rini Indriyani Kian Moncer di Panggung Publik, Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Borong Penghargaan
Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menjelaskan bahwa terdapat enam program prioritas PAUD yang telah dijalankan untuk memastikan kesiapan mental, psikologis, dan akademik anak sebelum masuk Sekolah Dasar (SD).
“Enam program ini kami rancang untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, kecintaan terhadap budaya lokal, dan kemandirian anak-anak Surabaya,” ujar Bunda Rini, Selasa (14/10/2025).
Salah satu program unggulan adalah Kamis Mlipis, di mana setiap Kamis anak-anak diajak menggunakan Bahasa Jawa dan berlatih Bahasa Inggris melalui kegiatan Sate (Speak and Talk English). “Tujuannya agar anak-anak bisa mencintai identitas lokal tapi juga siap bersaing di tingkat global,” jelasnya.
Program lainnya adalah Festival Literasi Anak Bercerita yang bertujuan menumbuhkan minat baca dan kemampuan komunikasi sejak dini. “Membiasakan anak membaca dan bercerita sejak kecil penting untuk membangun komunikasi yang baik dengan guru, orang tua, dan teman-temannya,” kata Bunda Rini.
Pemkot Surabaya juga rutin menggelar Talenta Seni Anak, hasil kolaborasi dengan sejumlah pusat perbelanjaan di setiap wilayah. “Anak-anak bisa tampil di panggung besar secara gratis. Ini bagian dari membangun rasa percaya diri sejak dini,” tambahnya.
Baca Juga: Isu Rini Indriyani Disiapkan Sebagai Penerus Wali Kota Surabaya Mencuat, Ini Analisa 3 Pengamat
Untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Pemkot memberikan Beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi guru PAUD yang belum bergelar sarjana. “Program ini meningkatkan kualitas guru, dan tentu berdampak pada kualitas pendidikan anak-anak,” ujarnya.
Selain penguatan akademik, edukasi perlindungan diri anak juga menjadi perhatian utama. Bunda Rini bahkan menulis buku berjudul Stop, Aku Tidak Suka (Stop, I Don’t Like That) untuk mengajarkan anak berani berkata tidak terhadap tindakan yang tidak pantas.
“Kami juga punya program Manasik Haji Anak, agar anak-anak mengenal nilai religius dan praktik ibadah sejak dini,” lanjutnya.
Baca Juga: Surabaya Perkuat Program Wajib Belajar 13 Tahun, PAUD Jadi Fondasi Karakter Anak
Menurutnya, PAUD bukan sekadar tempat bermain, melainkan wadah pembentukan kesiapan mental anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. “Anak yang terbiasa di PAUD akan lebih mandiri dan mudah beradaptasi,” tegasnya.
Untuk pemerataan akses, Pemkot Surabaya memanfaatkan Balai RW sebagai lokasi penyelenggaraan PAUD. Hingga kini, sekitar 1.360 RW telah dibenahi agar layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
“Wajib belajar 13 tahun ini bukan hanya soal akademik, tapi juga membangun karakter dan sosial anak-anak Surabaya untuk menuju generasi emas 2045,” pungkas Bunda Rini.
Editor : Ading