Kamis, 03 Sep 2026 14:57 WIB

Rini Indriyani Kian Moncer di Panggung Publik, Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Borong Penghargaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Nov 2025 09:50 WIB

selalu.id – Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, kembali membawa prestasi untuk Kota Surabaya. Pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025), Surabaya meraih penghargaan Wiyata Dharma Utama berkat kampanye wajib belajar 13 tahun yang digencarkan Pemkot.

 

Baca Juga: Pengamat Tanggapi Poster Rini-Fikser: Masih Fase Coba-coba!

Penghargaan diberikan oleh Kemendikdasmen RI dan Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming. Surabaya memborong delapan penghargaan dari dua belas kategori yang dilombakan.

 

“Penghargaan ini Surabaya dapatkan karena ikut mengkampanyekan wajib belajar 13 tahun melalui vlog. Yang menang itu dari kecamatan, kelurahan, sampai mitra Bunda PAUD,” ujar Rini Indriyani.

 

Beberapa pemenang kampanye wajib belajar 13 tahun berasal dari Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Sukomanunggal, serta perwakilan Labkesmas dari TK Santo Carolus.

 

Rini menyampaikan bahwa wajib belajar 13 tahun merupakan program nasional yang terus digaungkan Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.

 

“PAUD itu fondasi. Karakter, kebiasaan, cara bersikap anak, semuanya dibangun dari usia ini,” ujarnya.

 

Ia mendorong guru, orang tua, serta Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk berkolaborasi meningkatkan mutu layanan PAUD. Salah satu upaya penguatan pendidikan keluarga dilakukan melalui program Sekolah Orang Tua Hebat. Program ini memberikan empat belas materi bagi orang tua anak usia 0 sampai 5 tahun, mulai dari kesehatan, pemenuhan gizi, peran ayah, penanganan tantrum, hingga cara menyikapi anak yang enggan sekolah.

 

“Sehingga orang tua ini jadi lebih hebat untuk mengasuh dan mendidik anak,” terang Rini.

Baca Juga: Dua Nama Potensial yang Disebut Cocok Dampingi Arif Fathoni di Pilwali Surabaya 2029

 

Pemkot Surabaya juga memberikan beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau bagi guru PAUD yang belum linier serta memfasilitasi jaminan sosial bagi seluruh tenaga pendidik PAUD.

 

Selain itu, seluruh Balai RW telah direvitalisasi agar dapat digunakan untuk layanan PAUD. Langkah ini memungkinkan anak mendapatkan pendidikan usia dini yang dekat dengan tempat tinggal.

 

“Orang tua tidak punya alasan lagi untuk tidak menyekolahkan anaknya sebelum SD,” tegasnya.

 

Baca Juga: Beredar Poster Bacakada Surabaya-Jatim, Pengamat: Ini Instrumen Cek Ombak!

Rini juga memberikan penghargaan kepada para Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan yang dinilai berperan besar dalam capaian Surabaya.

 

“Mereka yang luar biasa. Mereka turun langsung di wilayah masing-masing,” katanya.

 

Ia mengajak para orang tua untuk tidak melewatkan pendidikan PAUD bagi anak.

 

“Ini investasi sejak dini. Manfaatnya akan terasa ketika anak tumbuh lebih dewasa dan mandiri,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.