Sabtu, 14 Feb 2026 09:06 WIB

Rini Indriyani Kian Moncer di Panggung Publik, Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun Borong Penghargaan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Nov 2025 09:50 WIB

selalu.id – Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, kembali membawa prestasi untuk Kota Surabaya. Pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 di Jakarta, Kamis (13/11/2025), Surabaya meraih penghargaan Wiyata Dharma Utama berkat kampanye wajib belajar 13 tahun yang digencarkan Pemkot.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Lantik Istrinya Jadi Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Surabaya, Ini Pesannya

Penghargaan diberikan oleh Kemendikdasmen RI dan Pembina Seruni Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming. Surabaya memborong delapan penghargaan dari dua belas kategori yang dilombakan.

 

“Penghargaan ini Surabaya dapatkan karena ikut mengkampanyekan wajib belajar 13 tahun melalui vlog. Yang menang itu dari kecamatan, kelurahan, sampai mitra Bunda PAUD,” ujar Rini Indriyani.

 

Beberapa pemenang kampanye wajib belajar 13 tahun berasal dari Kelurahan Kedung Baruk, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Sukomanunggal, serta perwakilan Labkesmas dari TK Santo Carolus.

 

Rini menyampaikan bahwa wajib belajar 13 tahun merupakan program nasional yang terus digaungkan Pemkot Surabaya untuk meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini.

 

“PAUD itu fondasi. Karakter, kebiasaan, cara bersikap anak, semuanya dibangun dari usia ini,” ujarnya.

 

Ia mendorong guru, orang tua, serta Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan untuk berkolaborasi meningkatkan mutu layanan PAUD. Salah satu upaya penguatan pendidikan keluarga dilakukan melalui program Sekolah Orang Tua Hebat. Program ini memberikan empat belas materi bagi orang tua anak usia 0 sampai 5 tahun, mulai dari kesehatan, pemenuhan gizi, peran ayah, penanganan tantrum, hingga cara menyikapi anak yang enggan sekolah.

 

“Sehingga orang tua ini jadi lebih hebat untuk mengasuh dan mendidik anak,” terang Rini.

Baca Juga: Bunda PAUD Surabaya Kembangkan Enam Program Unggulan untuk Anak Usia Dini

 

Pemkot Surabaya juga memberikan beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau bagi guru PAUD yang belum linier serta memfasilitasi jaminan sosial bagi seluruh tenaga pendidik PAUD.

 

Selain itu, seluruh Balai RW telah direvitalisasi agar dapat digunakan untuk layanan PAUD. Langkah ini memungkinkan anak mendapatkan pendidikan usia dini yang dekat dengan tempat tinggal.

 

“Orang tua tidak punya alasan lagi untuk tidak menyekolahkan anaknya sebelum SD,” tegasnya.

 

Baca Juga: Isu Rini Indriyani Disiapkan Sebagai Penerus Wali Kota Surabaya Mencuat, Ini Analisa 3 Pengamat

Rini juga memberikan penghargaan kepada para Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan yang dinilai berperan besar dalam capaian Surabaya.

 

“Mereka yang luar biasa. Mereka turun langsung di wilayah masing-masing,” katanya.

 

Ia mengajak para orang tua untuk tidak melewatkan pendidikan PAUD bagi anak.

 

“Ini investasi sejak dini. Manfaatnya akan terasa ketika anak tumbuh lebih dewasa dan mandiri,” tandasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

SIER Resmikan Renovasi SDN Pejangkungan II, Wujud Nyata Dukungan Pendidikan di Kawasan Industri

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, yang berfokus pada penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak.

Wujudkan Program Anak, Gresik Gelar Musrenbang Anak 2026

Anak-anak mempelajari alur penyaluran aspirasi melalui dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD.

Daftar Shio yang Diprediksi Paling Hoki di Tahun Kuda Api

Menurut kalender lunar, dipandang oleh pakar feng shui sebagai masa yang sangat dinamis dan penuh perubahan.

BPKH Perlu Ruang Lebih Banyak Kelola Dana Haji dengan Prinsip Kehati-hatian

Saleh menekankan perlunya pembenahan dengan meninjau kembali seluruh pasal terkait kewenangan dan tanggung jawab BPKH dalam undang-undang.

Harga Cabai di GPM Surabaya Turun hingga 50 Persen Jelang Ramadan

Antiek Sugiharti menyebut cabai yang dijual kepada warga merupakan hasil panen langsung kelompok tani (Poktan) binaan Pemkot.

Santri asal Sidoarjo Meninggal Dunia Diduga Tersengat Listrik di Mojokerto

Korban sempat terjatuh ke kolam tandon air di lantai 4 gedung pondok. Korban diketahui bernama KAW (13), warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo.