Jumat, 23 Okt 2026 21:46 WIB

DPRD Jatim Desak Transparansi Penanganan Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri
Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri

selalu.id – DPRD Jawa Timur mendesak agar penanganan kasus dugaan kredit fiktif di Bank Jatim dilakukan secara transparan dan tuntas. Desakan ini juga mencakup perlindungan terhadap pelapor atau whistleblower yang dinilai belum mendapatkan perhatian.

 

Baca Juga: Soal Isu Kredit Fiktif Rp690 Juta, BRI Nganjuk Tegaskan Sesuai Prosedur

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri, menyebut belum ada langkah konkret dari Pemerintah Provinsi maupun Bank Jatim untuk melindungi whistleblower yang diduga dimutasi setelah melaporkan kasus tersebut.

 

"Setahu saya belum ada langkah konkret. Bahkan, rekomendasi DPRD terkait kasus ini kepada Gubernur Jatim juga diabaikan," ujar Multazamudz Dzikri, Kamis (9/10/2025).

 

Selain menyoroti perlindungan pelapor, DPRD juga mempertanyakan perbedaan keterangan antara auditor internal Bank Jatim dan mantan Direktur Utama mengenai asal mula temuan kasus kredit fiktif tersebut. Perbedaan ini menimbulkan kecurigaan adanya ketidakkonsistenan dalam proses audit internal.

 

Sejak kasus ini mencuat, DPRD telah mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri dugaan keterlibatan jajaran direksi dan komisaris lama. Namun, usulan tersebut belum memperoleh dukungan penuh.

 

Baca Juga: PKB Desak Total Perombakan Timsel Bank Jatim, Ingatkan Tak jadi Ajang Akomodasi Kelompok

DPRD Jatim juga menyoroti proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) jajaran pengurus baru Bank Jatim oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jika ditemukan indikasi keterlibatan, DPRD akan bersurat ke OJK untuk menunda hasil uji tersebut.

 

"Jika masih memungkinkan, kami akan bersurat ke OJK untuk menunda pengumuman hasilnya," kata salah satu anggota DPRD.

 

Sementara itu, DPRD juga menanggapi pernyataan saksi dalam persidangan yang menyebut nama Gubernur Jawa Timur dalam lingkaran perusahaan yang terlibat kasus kredit fiktif. DPRD menegaskan dukungannya kepada Kejaksaan Tinggi Jatim agar proses hukum berjalan tanpa intervensi.

Baca Juga: Bank Jatim Masih Dominasi Deviden, Kontribusi BUMD Lain Disorot DPRD

 

Hingga kini, DPRD belum meminta laporan audit internal terbaru dari Bank Jatim karena jajaran direksi dan komisaris baru belum resmi menjabat. Kasus ini dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap BUMD milik Pemprov Jatim tersebut.

 

“Penyelesaian dan pengusutan tuntas menjadi ikhtiar mengembalikan kepercayaan publik. Semoga tidak berdampak pada kontribusi PAD,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).