Selasa, 20 Okt 2026 04:57 WIB

DPRD Jatim Desak Bank Jatim Pecat Oknum Pelaku Pelecehan Siswi Magang

selalu.id – DPRD Jawa Timur mendesak Bank Jatim menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum pegawai yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi magang dari SMKN 1 Sampang. Desakan ini muncul setelah kasus tersebut mencuat dan menjadi perhatian publik.

 

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Nur Faizin, menyayangkan lambannya respons manajemen Bank Jatim dalam menangani kasus ini. Ia menyebut sudah menerima informasi sejak kemarin dan langsung mengonfirmasi ke kantor pusat Bank Jatim. Namun, pihak bank menyatakan kasus itu masih dalam proses penelusuran.

 

“Saya sangat menyayangkan respons yang lambat dari Bank Jatim. Seharusnya kasus seperti ini ditangani dengan cepat dan serius,” ujar Nur Faizin, Kamis (9/10/2025).

 

Berdasarkan informasi yang beredar, pegawai Bank Jatim berinisial M.M. diduga melakukan pelecehan terhadap siswi magang berinisial S yang sedang membantu pelayanan di bagian customer service. Terduga pelaku juga disebut pernah terlibat kasus serupa di cabang lain, seperti Cabang Sumenep dan Cabang Sampang.

 

“Jika benar pelakunya orang yang sama, ini bukan lagi soal kelalaian tetapi pembiaran. Orang seperti ini tidak boleh dilindungi dan harus dipecat,” tegas Faizin.

 

Baca Juga: Modus Gantian Pijat, Pria di Mojokerto Ini Cabuli Anak Tiri

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan internal dan fungsi SDM di tubuh Bank Jatim. Menurutnya, manajemen gagal melindungi korban dan membiarkan pelaku mengulangi perbuatannya.

 

“Bank Jatim harus menindak tegas predator seksual seperti ini. Jika terbukti bersalah, bank wajib memberikan pendampingan psikologis bagi korban,” tambahnya.

 

Faizin menegaskan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim wajib menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Baca Juga: Lecehkan Anak saat Parade Surabaya Vaganza, Pria 40 Tahun Dimassa

 

Kasus dugaan pelecehan itu terjadi pada akhir September lalu. Korban diduga mengalami tindakan tidak pantas, seperti pegangan tangan berulang dan perabaan di area sensitif.

 

Masyarakat dan DPRD Jatim mendesak penegak hukum agar bertindak cepat, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi institusi perbankan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).