Jumat, 04 Sep 2026 18:07 WIB

DPRD Jatim Desak Bank Jatim Pecat Oknum Pelaku Pelecehan Siswi Magang

selalu.id – DPRD Jawa Timur mendesak Bank Jatim menjatuhkan sanksi tegas terhadap oknum pegawai yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi magang dari SMKN 1 Sampang. Desakan ini muncul setelah kasus tersebut mencuat dan menjadi perhatian publik.

 

Baca Juga: Bareskrim Bongkar Kasus Kekerasan Seksual dan Pengantin Pesanan, Amankan Pelatih hingga Tokoh Agama

Anggota Komisi C DPRD Jatim, Nur Faizin, menyayangkan lambannya respons manajemen Bank Jatim dalam menangani kasus ini. Ia menyebut sudah menerima informasi sejak kemarin dan langsung mengonfirmasi ke kantor pusat Bank Jatim. Namun, pihak bank menyatakan kasus itu masih dalam proses penelusuran.

 

“Saya sangat menyayangkan respons yang lambat dari Bank Jatim. Seharusnya kasus seperti ini ditangani dengan cepat dan serius,” ujar Nur Faizin, Kamis (9/10/2025).

 

Berdasarkan informasi yang beredar, pegawai Bank Jatim berinisial M.M. diduga melakukan pelecehan terhadap siswi magang berinisial S yang sedang membantu pelayanan di bagian customer service. Terduga pelaku juga disebut pernah terlibat kasus serupa di cabang lain, seperti Cabang Sumenep dan Cabang Sampang.

 

“Jika benar pelakunya orang yang sama, ini bukan lagi soal kelalaian tetapi pembiaran. Orang seperti ini tidak boleh dilindungi dan harus dipecat,” tegas Faizin.

 

Baca Juga: Modus Gantian Pijat, Pria di Mojokerto Ini Cabuli Anak Tiri

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan internal dan fungsi SDM di tubuh Bank Jatim. Menurutnya, manajemen gagal melindungi korban dan membiarkan pelaku mengulangi perbuatannya.

 

“Bank Jatim harus menindak tegas predator seksual seperti ini. Jika terbukti bersalah, bank wajib memberikan pendampingan psikologis bagi korban,” tambahnya.

 

Faizin menegaskan, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Bank Jatim wajib menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang menjunjung transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Baca Juga: Lecehkan Anak saat Parade Surabaya Vaganza, Pria 40 Tahun Dimassa

 

Kasus dugaan pelecehan itu terjadi pada akhir September lalu. Korban diduga mengalami tindakan tidak pantas, seperti pegangan tangan berulang dan perabaan di area sensitif.

 

Masyarakat dan DPRD Jatim mendesak penegak hukum agar bertindak cepat, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi institusi perbankan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.