Rabu, 04 Feb 2026 11:27 WIB

Warga Diminta Tak Takut Lapor Kematian, Bansos Tetap Bisa Diterima Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 15:10 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengimbau warga agar tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ia menegaskan bahwa laporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.

 

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Menurutnya, bantuan tetap dapat dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai aturan Kementerian Sosial.

 

“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Kahfi, Rabu (8/10/2025).

 

Politisi Gerindra itu menyebut masih banyak warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.

 

“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

 

Kahfi menilai kesalahpahaman soal pelaporan kematian perlu segera diluruskan. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan edukasi masif agar warga tidak lagi ragu melapor.

Baca Juga: Demi Bansos, Warga Surabaya Diminta Segera Update Data Kependudukan

 

“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya kini sudah memiliki sistem digital Klampid New Generation (KNG), yang mempermudah warga mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, secara online.

 

“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” katanya.

Baca Juga: Wacana Vasektomi Penerima Bansos jadi Kontroversi, DPRD: Masih Dikaji

 

Kahfi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan agar penyaluran bansos di Surabaya semakin tepat sasaran.

 

“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.

Operasional Dermaga Jamrud Selatan Surabaya Kembali Normal Pasca Insiden Kapal Pacific 88

"Saat ini seluruh kegiatan operasional berjalan lancar dan terus dipantau secara intensif," kata Branch Manager Terminal Jamrud, Nilam Mirah Muh Junaedhy.

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.