Minggu, 06 Sep 2026 02:01 WIB

Warga Diminta Tak Takut Lapor Kematian, Bansos Tetap Bisa Diterima Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 15:10 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengimbau warga agar tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ia menegaskan bahwa laporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.

 

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Menurutnya, bantuan tetap dapat dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai aturan Kementerian Sosial.

 

“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Kahfi, Rabu (8/10/2025).

 

Politisi Gerindra itu menyebut masih banyak warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.

 

“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

 

Kahfi menilai kesalahpahaman soal pelaporan kematian perlu segera diluruskan. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan edukasi masif agar warga tidak lagi ragu melapor.

Baca Juga: Penerima Hingga yang Dicoret dari Bansos Surabaya, Berikut Data Terbarunya

 

“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya kini sudah memiliki sistem digital Klampid New Generation (KNG), yang mempermudah warga mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, secara online.

 

“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” katanya.

Baca Juga: Demi Dongkrak Daya Beli, Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Sosial Rp32,16 Miliar di Ngawi 

 

Kahfi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan agar penyaluran bansos di Surabaya semakin tepat sasaran.

 

“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.