Kamis, 04 Jun 2026 23:57 WIB

Warga Diminta Tak Takut Lapor Kematian, Bansos Tetap Bisa Diterima Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 15:10 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengimbau warga agar tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ia menegaskan bahwa laporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.

 

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

Menurutnya, bantuan tetap dapat dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai aturan Kementerian Sosial.

 

“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Kahfi, Rabu (8/10/2025).

 

Politisi Gerindra itu menyebut masih banyak warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.

 

“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

 

Kahfi menilai kesalahpahaman soal pelaporan kematian perlu segera diluruskan. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan edukasi masif agar warga tidak lagi ragu melapor.

Baca Juga: Cara Cairkan Bansos PKH Tahun 2026, Cukup 5 Langkah Langsung Clear

 

“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya kini sudah memiliki sistem digital Klampid New Generation (KNG), yang mempermudah warga mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, secara online.

 

“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” katanya.

Baca Juga: Cara Cairkan Bansos PKH 2026: Cukup Lakukan Ini, Gampang Banget

 

Kahfi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan agar penyaluran bansos di Surabaya semakin tepat sasaran.

 

“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.