Rabu, 21 Okt 2026 09:17 WIB

Warga Diminta Tak Takut Lapor Kematian, Bansos Tetap Bisa Diterima Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 15:10 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengimbau warga agar tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ia menegaskan bahwa laporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.

 

Baca Juga: Bukan Lagi Sistem Desil, Penerima Bansos di Surabaya Kini Ditentukan Lewat Rembuk Warga

Menurutnya, bantuan tetap dapat dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai aturan Kementerian Sosial.

 

“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Kahfi, Rabu (8/10/2025).

 

Politisi Gerindra itu menyebut masih banyak warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.

 

“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

 

Kahfi menilai kesalahpahaman soal pelaporan kematian perlu segera diluruskan. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan edukasi masif agar warga tidak lagi ragu melapor.

Baca Juga: Woro-woro Warga Surabaya, Ini 4 Cara Ubah Data Desil agar Dapat Bansos Lagi

 

“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya kini sudah memiliki sistem digital Klampid New Generation (KNG), yang mempermudah warga mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, secara online.

 

“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” katanya.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

 

Kahfi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan agar penyaluran bansos di Surabaya semakin tepat sasaran.

 

“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.