Selasa, 03 Feb 2026 20:11 WIB

Warga Diminta Tak Takut Lapor Kematian, Bansos Tetap Bisa Diterima Ahli Waris

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 08 Okt 2025 15:10 WIB
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi
Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi

selalu.id – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Azhar Kahfi mengimbau warga agar tidak takut melaporkan kematian anggota keluarganya ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ia menegaskan bahwa laporan kematian tidak akan membuat bantuan sosial (bansos) otomatis dicabut.

 

Baca Juga: Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

Menurutnya, bantuan tetap dapat dialihkan kepada ahli waris yang sah, seperti istri, anak, atau anggota keluarga lain yang memenuhi syarat sesuai aturan Kementerian Sosial.

 

“Selaku mitra Komisi A DPRD Kota Surabaya, kami ingin menegaskan bahwa bansos tidak akan hilang begitu saja. Bantuan bisa dialihkan kepada ahli waris yang sah agar tetap tepat sasaran,” ujar Kahfi, Rabu (8/10/2025).

 

Politisi Gerindra itu menyebut masih banyak warga yang enggan melapor karena khawatir kehilangan bansos. Berdasarkan laporan di lapangan, tercatat sekitar seribu warga meninggal dunia yang akta kematiannya belum dilaporkan ke Disdukcapil.

 

“Kalau data penerima bansos tidak diperbarui, ya rawan salah sasaran. Akurasi data ini penting supaya bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” tegasnya.

 

Kahfi menilai kesalahpahaman soal pelaporan kematian perlu segera diluruskan. Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya melakukan edukasi masif agar warga tidak lagi ragu melapor.

Baca Juga: Demi Bansos, Warga Surabaya Diminta Segera Update Data Kependudukan

 

“Masih banyak warga yang mengira kalau lapor kematian nanti bansos keluarga otomatis dihapus. Padahal tidak. Justru dengan melapor, bantuan bisa diteruskan ke ahli waris,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Pemkot Surabaya kini sudah memiliki sistem digital Klampid New Generation (KNG), yang mempermudah warga mengurus administrasi kependudukan, termasuk akta kematian, secara online.

 

“Sekarang semua bisa lewat HP, tidak perlu repot ke kantor. Jadi jangan takut, urusannya mudah, dan bansos tetap bisa dilanjutkan ke ahli waris,” katanya.

Baca Juga: Wacana Vasektomi Penerima Bansos jadi Kontroversi, DPRD: Masih Dikaji

 

Kahfi berharap masyarakat semakin sadar pentingnya memperbarui data kependudukan agar penyaluran bansos di Surabaya semakin tepat sasaran.

 

“Kepedulian warga terhadap administrasi kependudukan adalah langkah kecil tapi berdampak besar bagi efektivitas kebijakan sosial di Surabaya,” pungkasnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Hujan Disertai Angin di Surabaya Juga Tumbangkan 30 Pohon

Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menegaskan petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemotongan batang dan pembersihan material pohon. 

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global.