Rabu, 22 Jul 2026 05:53 WIB

Wacana Vasektomi Penerima Bansos jadi Kontroversi, DPRD: Masih Dikaji

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan

selalu.id – Wacana penerapan program vasektomi bagi penerima bantuan sosial (bansos) di Jawa Timur memicu kontroversi. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Jairi Irawan, menyatakan bahwa gagasan tersebut masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi.

 

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

“Itu masih sebatas wacana. Kami akan mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama (Kemenag) dan para ahli,” ujar Jairi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (8/5/2025).

 

Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan aspek hukum, sosial, dan agama. “Bansos bukan hanya urusan daerah, tapi juga program nasional. Kita ingin menyalurkan bantuan tanpa menimbulkan kontroversi,” tambahnya.

 

Jairi menjelaskan bahwa wacana vasektomi sebagai syarat bansos memunculkan pro dan kontra, terutama dari kalangan agamawan. Karena itu, kajian mendalam dari berbagai perspektif dinilai penting sebelum mengambil keputusan.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

“Program ini belum tentu bisa diterapkan jika tidak ada kesepakatan dari tokoh agama dan masyarakat. Ini menyangkut nilai dan budaya,” katanya.

 

Politisi dari Fraksi Golkar itu juga menyoroti budaya masyarakat miskin yang umumnya memiliki banyak anak. “Ini soal pola pikir. Mungkin masih ada anggapan ‘banyak anak, banyak rezeki’,” ujarnya.

 

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Meski demikian, ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak akan mengambil kebijakan yang bertentangan dengan aturan atau menimbulkan polemik di masyarakat. “Kalau mau bikin kebijakan, harus mempertimbangkan ekonomi, agama, sosial, dan penerimaan masyarakat. Kalau tidak ada titik temu, tidak perlu dipaksakan,” tegasnya.

 

Hingga kini, wacana vasektomi bagi penerima bansos masih dalam tahap pembahasan internal dan belum ada rencana implementasi.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.