Jumat, 04 Sep 2026 16:06 WIB

Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Jan 2026 08:35 WIB
Kantor Kelurahan Pacar keling Surabaya
Kantor Kelurahan Pacar keling Surabaya

selalu.id - Pengaduan soal bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kota Surabaya. Kali ini datang dari warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, yang mempertanyakan mengapa masih ada keluarga tidak mampu yang belum tersentuh bantuan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa setiap laporan warga menjadi pintu masuk evaluasi data, bukan sekadar formalitas administratif. 

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Aduan tersebut diterima langsung oleh Kelurahan Pacarkeling dari warga RT 002/RW 001 Gresikan pada Selasa (13/1/2026) lalu.

Lurah Pacarkeling, Eny Kurniawati, menyebut keluhan warga justru membuka ruang klarifikasi penting terkait mekanisme bansos yang selama ini kerap disalahpahami masyarakat.

“Warga datang ke kelurahan dan sudah kami terima. Mereka mempertanyakan kenapa merasa tidak mampu tapi belum menerima bantuan,” ujar Eny, Minggu (18/1/2026).

Menurut Eny, tidak semua bantuan bersumber dari Pemkot Surabaya. Salah satu yang paling sering disoal adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang menggunakan data by name by address (BNBA).

“Untuk BLT, kelurahan hanya menyampaikan undangan sesuai data BNBA. Kalau namanya tidak ada di situ, kelurahan tidak bisa menambah,” jelasnya.

Di luar bantuan pusat, Pemkot Surabaya memiliki skema bantuan daerah yang bersifat responsif, mulai dari bantuan seragam sekolah bagi keluarga miskin (gamis) hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau Dandan Omah.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Salah satu kasus yang menjadi sorotan warga adalah kondisi rumah seorang warga bernama Robi di kawasan Gresikan. Eny mengungkapkan bahwa kelurahan sebenarnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Yang bersangkutan sempat keberatan jika rumahnya direnovasi. Bahkan ada informasi dari warga sekitar bahwa kerusakan rumah dilakukan sendiri,” ungkap Eny.

Meski begitu, kelurahan tidak menutup mata. Secara kasat mata, kondisi rumah Robi memang memiliki bagian yang tidak layak. Karena itu, pihak kelurahan kembali memberikan penjelasan dan mengajukan rehabilitasi rumah melalui Baznas. Saat ini, Robi masih tinggal di rumah tersebut berdampingan dengan rumah keluarganya.

Selain Robi, kelurahan juga memproses pengajuan bantuan atas nama Lusi, seorang janda yang hidup bersama satu anak, sementara tiga anak lainnya telah berkeluarga dan mandiri.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

“Bu Lusi ini berjualan, rombongnya dipinjami saudara dan kondisinya rusak. Kelurahan sudah mengajukan bantuan rombong ke Baznas,” kata Eny.

Tak hanya itu, hasil penelusuran lapangan juga membuat kelurahan mengusulkan bantuan rombong untuk Bu Wiwik dan Pak Aris yang tinggal di kawasan sama, karena dinilai memenuhi kriteria penerima bantuan.

Eny menegaskan, kunci agar bantuan tepat sasaran adalah keaktifan warga melapor. Aduan bisa disampaikan melalui KSH, RT/RW, maupun langsung ke kelurahan.

“Kami terbuka. Setiap laporan pasti kami cek langsung ke lapangan. Tapi semua tetap harus sesuai mekanisme dan hasil verifikasi,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.