Senin, 20 Jul 2026 12:30 WIB

Warga Pacarkeling Surabaya Mengadu Tak Kebagian Bansos, Begini Faktanya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 18 Jan 2026 08:35 WIB
Kantor Kelurahan Pacar keling Surabaya
Kantor Kelurahan Pacar keling Surabaya

selalu.id - Pengaduan soal bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kota Surabaya. Kali ini datang dari warga Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, yang mempertanyakan mengapa masih ada keluarga tidak mampu yang belum tersentuh bantuan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa setiap laporan warga menjadi pintu masuk evaluasi data, bukan sekadar formalitas administratif. 

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Aduan tersebut diterima langsung oleh Kelurahan Pacarkeling dari warga RT 002/RW 001 Gresikan pada Selasa (13/1/2026) lalu.

Lurah Pacarkeling, Eny Kurniawati, menyebut keluhan warga justru membuka ruang klarifikasi penting terkait mekanisme bansos yang selama ini kerap disalahpahami masyarakat.

“Warga datang ke kelurahan dan sudah kami terima. Mereka mempertanyakan kenapa merasa tidak mampu tapi belum menerima bantuan,” ujar Eny, Minggu (18/1/2026).

Menurut Eny, tidak semua bantuan bersumber dari Pemkot Surabaya. Salah satu yang paling sering disoal adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat yang menggunakan data by name by address (BNBA).

“Untuk BLT, kelurahan hanya menyampaikan undangan sesuai data BNBA. Kalau namanya tidak ada di situ, kelurahan tidak bisa menambah,” jelasnya.

Di luar bantuan pusat, Pemkot Surabaya memiliki skema bantuan daerah yang bersifat responsif, mulai dari bantuan seragam sekolah bagi keluarga miskin (gamis) hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) atau Dandan Omah.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Salah satu kasus yang menjadi sorotan warga adalah kondisi rumah seorang warga bernama Robi di kawasan Gresikan. Eny mengungkapkan bahwa kelurahan sebenarnya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Yang bersangkutan sempat keberatan jika rumahnya direnovasi. Bahkan ada informasi dari warga sekitar bahwa kerusakan rumah dilakukan sendiri,” ungkap Eny.

Meski begitu, kelurahan tidak menutup mata. Secara kasat mata, kondisi rumah Robi memang memiliki bagian yang tidak layak. Karena itu, pihak kelurahan kembali memberikan penjelasan dan mengajukan rehabilitasi rumah melalui Baznas. Saat ini, Robi masih tinggal di rumah tersebut berdampingan dengan rumah keluarganya.

Selain Robi, kelurahan juga memproses pengajuan bantuan atas nama Lusi, seorang janda yang hidup bersama satu anak, sementara tiga anak lainnya telah berkeluarga dan mandiri.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Bu Lusi ini berjualan, rombongnya dipinjami saudara dan kondisinya rusak. Kelurahan sudah mengajukan bantuan rombong ke Baznas,” kata Eny.

Tak hanya itu, hasil penelusuran lapangan juga membuat kelurahan mengusulkan bantuan rombong untuk Bu Wiwik dan Pak Aris yang tinggal di kawasan sama, karena dinilai memenuhi kriteria penerima bantuan.

Eny menegaskan, kunci agar bantuan tepat sasaran adalah keaktifan warga melapor. Aduan bisa disampaikan melalui KSH, RT/RW, maupun langsung ke kelurahan.

“Kami terbuka. Setiap laporan pasti kami cek langsung ke lapangan. Tapi semua tetap harus sesuai mekanisme dan hasil verifikasi,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.