Risma Ingatkan Kader PDIP Surabaya Jelang Konfercab: Jangan Ngisin-ngisini
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 03 Okt 2025 09:24 WIB
selalu.id – Ketua DPP PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, mendatangi kantor DPC PDIP Kota Surabaya, Kamis (2/10/2025).
Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
Mantan Wali Kota Surabaya dua periode itu menegaskan konsolidasi partai tidak boleh hanya berhenti pada kemenangan pemilu, melainkan harus berlanjut dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.
Risma menyebut kunjungannya ke Jawa Timur, termasuk Surabaya, merupakan bagian dari rutinitas koordinasi dengan struktur partai di daerah.
“Meskipun pembina Jawa Timur bukan saya, tapi karena rumah saya di sini, teman-teman kalau butuh konsultasi saya juga hadir. Saya sampaikan pesan Ibu Ketua Umum agar kita jangan hanya baik saat butuh suara rakyat, tapi harus terus-menerus memperjuangkan kepentingan mereka,” ujarnya.
Ia menekankan pesan utama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yakni kader PDIP harus selalu dekat dengan rakyat.
Menjelang konferensi cabang (Konfercab), Risma juga mengingatkan agar kader tidak larut dalam konflik internal.
Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang
“Rebutan opo? Masa tukaran karo koncone dewe. Ngisin-ngisini ae. Musuh kita itu yang merampas ekonomi rakyat, bukan kawan sendiri,” tegas Risma.
Selain agenda konsolidasi, Risma juga meninjau sejumlah titik di Sidoarjo, termasuk proyek konstruksi yang dinilai rawan risiko teknis. Ia mengingatkan pentingnya aspek keselamatan agar tidak membahayakan masyarakat.
Juru Bicara DPP PDIP, Seno Bagaskoro, yang turut mendampingi Risma, menegaskan pesan Megawati sangat jelas, yaitu memperkuat organisasi sembari tetap hadir di tengah rakyat.
Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK
“Konfercab jangan sampai menguras energi hanya untuk konflik internal. Konsolidasi harus seiring dengan upaya memperbaiki kehidupan rakyat,” kata Seno.
Menurutnya, PDIP kini tengah membangun tradisi baru dalam regenerasi kepemimpinan yang lebih modern dan profesional, termasuk melalui asesmen, psikotes, hingga wawancara.
“Bu Risma menegaskan, Konfercab harus menjadi satu tarikan nafas dengan perjuangan rakyat. Energi kita jangan habis untuk rivalitas internal, tapi harus dicurahkan untuk mendampingi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Ading