Minggu, 06 Sep 2026 18:07 WIB

Runtuhnya Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, DPRD Jatim Dorong Audit Bangunan

selalu.id - Runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, yang menewaskan satu orang dan melukai 86 lainnya, mendapat perhatian DPRD Jawa Timur.

 

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Wakil Ketua DPRD Jatim, Deni Wicaksono, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan keluarga besar ponpes.

 

"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Dengan duka cita mendalam, kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Khoziny," kata Deni.

 

Deni memastikan DPRD Jatim akan mengawal penanganan korban, baik medis, psikologis, maupun dukungan lain. Ia juga mendesak pemerintah dan instansi teknis segera melakukan audit menyeluruh terhadap bangunan pesantren di Jawa Timur, terutama yang baru dibangun atau diperluas dalam waktu singkat.

 

Menurutnya, langkah itu penting untuk memastikan tidak ada cacat struktural yang membahayakan keselamatan santri maupun masyarakat.

 

Baca Juga: Peringati HUT ke-81 RI, Partai Demokrat Gresik Gelar Aksi Bersih-bersih Makam Pahlawan

"Ini menjadi momentum bagi Pemprov Jatim dan Pemkab/Pemkot se-Jatim untuk membersamai ponpes-ponpes dalam pengecekan kualitas dan keamanan bangunan," tegasnya.

 

Ia menekankan keselamatan santri dan masyarakat sebagai prioritas utama. Pemerintah daerah juga diminta mendampingi pesantren yang sedang membangun, dengan menugaskan ahli teknik sipil.

 

"Kualitas dan keamanan bangunan fasilitas pendidikan sangat penting bukan hanya untuk mendukung kegiatan pembelajaran, tapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga-lembaga pendidikan, termasuk pesantren," ujar Deni, alumnus Universitas Airlangga Surabaya.

Baca Juga: Kabar Baik, Masyarakat Kini Bisa 'Cas' Mobil Listrik di Gedung DPRD Jatim

 

"Sekali lagi, keselamatan santri dan masyarakat adalah prioritas utama. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar tidak terulang di masa depan," pungkasnya.

 

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.