Kamis, 17 Sep 2026 04:45 WIB

Utang Rp1,59 Triliun Pemkot Surabaya, DPRD Ingatkan Risiko Jika Efisiensi Gagal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Sep 2025 14:58 WIB

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan pinjaman dalam struktur APBD 2026 memasuki tahap akhir. Dari semula Rp2,9 triliun, besaran pinjaman disepakati turun menjadi Rp1,59 triliun.

 

Baca Juga: Dugaan Jual Beli Lapak di SWK Taman Prestasi Surabaya, Ini Pengakuan Pedagang Senior

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menyebut Pemkot masih memiliki ruang fiskal cukup lega meski menanggung beban pinjaman. Hal itu terlihat dari langkah efisiensi belanja wajib tahun 2025.

 

Belanja wajib yang semula Rp10,5 triliun berhasil ditekan menjadi Rp8,5 triliun. Aning menegaskan pemangkasan tidak menyentuh sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, beasiswa, serta insentif RT, RW, dan LPMK.

 

“Yang ditekan lebih pada biaya pembelian alat tulis kantor (ATK). Jadi anggaran untuk kesehatan, pendidikan, beasiswa, serta gaji RT, RW, dan LPMK tetap sama,” jelas Aning, Selasa (30/9/2025).

 

Dengan efisiensi ini, Pemkot diproyeksikan memiliki ruang fiskal tersisa Rp3,9 triliun tiap tahun setelah dikurangi kewajiban pokok pinjaman. Proyeksi sisa ruang fiskal pada 2027 sebesar Rp3,1 triliun, 2028 Rp1,6 triliun, 2029 Rp1,6 triliun, dan 2030 kembali naik Rp3,1 triliun.

Baca Juga: Jam Operasional Tak Relevan, Perda Surabaya Diprotes Pedagang Buah Pasar Tanjung Sari

 

Pendapatan daerah juga diprediksi terus meningkat. Pada 2026 ditargetkan Rp11,2 triliun dan 2027 sebesar Rp11,7 triliun. “Rata-rata kenaikan pendapatan daerah konsisten di kisaran Rp400–800 miliar tiap tahun,” terang Aning.

 

Ia menyebut pinjaman Rp1,59 triliun akan difokuskan untuk proyek infrastruktur strategis, seperti pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), penanganan banjir, penerangan jalan umum (PJU), serta infrastruktur lingkungan.

Baca Juga: Sesar Aktif Ancam Surabaya, Pemkot Minta BPBD Siapkan Skenario Evakuasi Warga saat Gempa

 

“Kalau JLLB rampung 2026, dampak ekonominya luar biasa. Konektivitas ke kawasan Gerbangkertosusila lebih lancar, sehingga potensi fiskal kota juga meningkat,” ungkapnya.

 

Namun Banggar DPRD tetap mengingatkan agar efisiensi belanja wajib benar-benar nyata, bukan hanya angka di atas kertas. “Kami akan mengawasi ketat saat pembahasan RAPBD murni 2026,” tegas Aning.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sisi Gelap Warkop Jalan Kunti Surabaya, Pesan Kopi Bisa Sambil Nyabu

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti 10 poket sabu seberat total 65,51 gram. Saat ini, kasusnya terus dilakukan pengembangan.

Indonesia Diprediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Besok, Ini Wilayahnya

Meski sebagian besar wilayah Indonesia tengah dikepung kemarau terik, potensi hujan lebat hingga angin kencang masih mengintai. BMKG mengimbau selalu waspada.

Turun Langsung Dengarkan Masukan Tenant, SIER Dapat Pujian Soal Keamanan Kawasan

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan yang dapat mendukung kebutuhan tenant.

Diberhentikan Lewat WA, Relawan SPPG Porong Sidoarjo Pertanyakan Prosedur Evaluasi dan Hak BPJS

Relawan yang diberhentikan itu adalah Egidius Nehe alias Egis. Ia mengaku terkejut lantaran menerima pemberitahuan pemutusan tugas hanya melalui pesan WA.

Penduduk Surabaya Tembus 3 Juta, Dapil dan Kursi DPRD Berpeluang Dirombak

Kondisi ini dimanfaatkan DPRD Kota Surabaya untuk mengawal peluang penambahan lima kursi legislatif pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mendatang.

Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

Langkah ini diambil guna memastikan kesetaraan akses air bersih di Kota Surabaya.