Rabu, 22 Jul 2026 12:25 WIB

Utang Rp1,59 Triliun Pemkot Surabaya, DPRD Ingatkan Risiko Jika Efisiensi Gagal

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 30 Sep 2025 14:58 WIB

selalu.id – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan pinjaman dalam struktur APBD 2026 memasuki tahap akhir. Dari semula Rp2,9 triliun, besaran pinjaman disepakati turun menjadi Rp1,59 triliun.

 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, menyebut Pemkot masih memiliki ruang fiskal cukup lega meski menanggung beban pinjaman. Hal itu terlihat dari langkah efisiensi belanja wajib tahun 2025.

 

Belanja wajib yang semula Rp10,5 triliun berhasil ditekan menjadi Rp8,5 triliun. Aning menegaskan pemangkasan tidak menyentuh sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, beasiswa, serta insentif RT, RW, dan LPMK.

 

“Yang ditekan lebih pada biaya pembelian alat tulis kantor (ATK). Jadi anggaran untuk kesehatan, pendidikan, beasiswa, serta gaji RT, RW, dan LPMK tetap sama,” jelas Aning, Selasa (30/9/2025).

 

Dengan efisiensi ini, Pemkot diproyeksikan memiliki ruang fiskal tersisa Rp3,9 triliun tiap tahun setelah dikurangi kewajiban pokok pinjaman. Proyeksi sisa ruang fiskal pada 2027 sebesar Rp3,1 triliun, 2028 Rp1,6 triliun, 2029 Rp1,6 triliun, dan 2030 kembali naik Rp3,1 triliun.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Pendapatan daerah juga diprediksi terus meningkat. Pada 2026 ditargetkan Rp11,2 triliun dan 2027 sebesar Rp11,7 triliun. “Rata-rata kenaikan pendapatan daerah konsisten di kisaran Rp400–800 miliar tiap tahun,” terang Aning.

 

Ia menyebut pinjaman Rp1,59 triliun akan difokuskan untuk proyek infrastruktur strategis, seperti pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), penanganan banjir, penerangan jalan umum (PJU), serta infrastruktur lingkungan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

 

“Kalau JLLB rampung 2026, dampak ekonominya luar biasa. Konektivitas ke kawasan Gerbangkertosusila lebih lancar, sehingga potensi fiskal kota juga meningkat,” ungkapnya.

 

Namun Banggar DPRD tetap mengingatkan agar efisiensi belanja wajib benar-benar nyata, bukan hanya angka di atas kertas. “Kami akan mengawasi ketat saat pembahasan RAPBD murni 2026,” tegas Aning.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.