Sabtu, 06 Jun 2026 17:01 WIB

Cak Yebe Kritik Kampung Pancasila: Minim Kajian, Tanpa Uji Coba

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 13 Sep 2025 20:46 WIB
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko

selalu.id – Program Kampung Pancasila yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menuai kritik dari DPRD. Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, menilai program tersebut dijalankan tanpa perencanaan matang dan kajian lapangan yang memadai.

 

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

“Tapi seyogyanya, kalau ingin bikin program kemasyarakatan, lakukan kajian dulu, bikin simulasi. Jangan hanya berorientasi pada hasil, tapi juga kendala dan tantangannya,” kata politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe, Sabtu (13/9/2025).

 

Menurutnya, hampir semua program Wali Kota Surabaya selama ini tidak pernah melibatkan DPRD, bahkan sekadar diajak berdiskusi. Padahal, seharusnya program strategis butuh pembahasan bersama sebelum digulirkan serentak.

 

“Yang unik, hampir semua program wali kota ini tidak pernah melibatkan DPRD. Program tiba-tiba langsung dirunning se-Surabaya,” ujarnya.

 

Cak Yebe juga menyoroti mekanisme pelaksanaan Kampung Pancasila yang membagi tanggung jawab tiap kecamatan ke organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, hal ini justru menimbulkan ketimpangan karena kemampuan anggaran OPD berbeda-beda.

 

“Kalau OPD anggarannya besar, mereka bisa jor-joran. Tapi kalau OPD kecil, bagaimana? Itu yang jadi masalah,” tegasnya.

 

Baca Juga: Gandeng UNDP, Cara Pemerintah Cegah Pencemaran Plastik Sungai di Surabaya

Ia menyarankan agar Pemkot lebih dulu memberikan pembekalan intensif kepada lurah dan camat sebelum program dijalankan. Dengan metode Training of Trainer (ToT), pesan yang diusung bisa diteruskan secara berjenjang hingga ke tingkat RT, RW, Dawis, KSH, hingga Karang Taruna.

 

“Kalau 153 lurah dan 31 camat diberi pembekalan ToT secara intensif, mereka bisa menyalurkan ke jajarannya, lalu ke masyarakat bawah,” jelasnya.

 

Selain itu, ia juga mendorong adanya proyek percontohan sebagai model keberhasilan.

 

Baca Juga: Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

“Lebih baik ada pilot project. Misalnya satu kelurahan per zona dijadikan contoh,” tambahnya.

 

Cak Yebe menekankan tujuan utama Kampung Pancasila harus berfokus pada penguatan kultur, terutama generasi muda Surabaya. Jika program ini gagal, ia menyarankan agar Pemkot menyiapkan konsep baru yang lebih dekat dengan kearifan lokal.

 

“Kampung Pancasila nek sampe gak sukses, yo bikin maneh kampung dengan istilah baru yang mengusung kearifan lokal. Tujuannya memperkuat kultur supaya tumbuh fanatisme emosional arek Suroboyo,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

pPristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.