Selasa, 03 Feb 2026 23:25 WIB

Rekat Peduli Indonesia Terima Hibah untuk Bantu Penganggulangan TBC

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Feb 2022 15:40 WIB
Anggota Rekat Peduli Indonesia
Anggota Rekat Peduli Indonesia

selalu.id - Rekat Peduli Indonesia yang merupakan organisasi penyintas Pasien TBC Resisten Obat di Kota Surabaya mendapatkan Hibah dari Stop TB Patnership Global melalui program CFCS (Challenge Facility For Civil Society) Periode 10 yang berfokus memberikan penguatan kapasitas organisasi penyintas.

Hibah dengan tema SAFE TB (Strengthening Affected Community To End TB) yaitu Penguatan Komunitas Terdampak Untuk Mengakhiri TB. Rencananya akan digunakan untuk berkolaborasi dengan pemerintah pada program penanggulangan TBC yang akan bekerja pada area Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Baca Juga: Lawan TBC, Surabaya Torehkan Rekor MURI Lewat 1.361 RW

Hibah ini adalah program tahunan dari Stop TB Patnership Global period ke yang di berikan ke 27 Negara dan di Indonesia ada 3 organisasi diantaranya Penabulu, JIP (Jaringan Indonesia Positif) dan Rekat Peduli Indonesia. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi organisasi penyintas karena Rekat adalah organisasi penyintas TBC pertama berasal dari daerah yang mendapatkan kepercayaan untuk menerima hibah ini.

Baca Juga: Cek Kesehatan Gratis Digelar di Sekolah, Sasar 242 Ribu Siswa Surabaya

Ketua Yayasan Rekat Peduli Indonesia, Ani Herna Sari mengatakan bahwa hibah ini akan dipergunakan untuk Penguatan kapasitas organisasi penyintas TBC.
Hibah ini juga akan memberikan pelatihan tentang sensitisasi HAM dan Gender, Pemberdayaan ekonomi Pasien dan Penyintas dengan pelatihan Batik, Pembuatan asesories dari manik-manik dan juga pembuatan telur asin. Program ini juga akan akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan terkait, Dinkesprov dan juga pemangku kepentingan lainnya.

Rekat sudah berdiri sejak 2014 dan kemudian pada tahun 2015 sudah berbadan hukum dengan nama Perkumpulan Rekat Surabaya. Mengingat kebutuhan organisasi yang semakin meningkat sehingga pada tahun 2021 Rekat harus mendaftarkan lagi organisasi dengan tanpa mengurangi maksud dan tujuan. Sehingga terbentuklah Yayasan Rekat Peduli Indonesia dengan SK KEMENKUMHAM NO. AHU-0029914.AH.01.04 Tahun 2021.

Baca Juga: Anggaran Kesehatan Timpang, Banggar Desak Fokus ke Pencegahan

Rekat Peduli Indonesia mempunyai visi Indonesia bebas TBC dan misi mengurangi laju TB di Indonesia, menghilangkan stigma dan diskriminasi pada pasien TBC. Salah satu upaya yang telah dilakukan Rekat untuk mewujudkan visi dan misi tersebut adalah terlibat dalam pendampingan pasien TBC RO di Kota Surabaya sejak tahun 2016. Saat ini Rekat memiliki 20 pendamping pasien di bawah Dinas Kesehatan Surabaya dan telah mendampingi pasien sebanyak 461 pasien sejak tahun 2016. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.