Sabtu, 06 Jun 2026 05:20 WIB

Rekat Peduli Indonesia Terima Hibah untuk Bantu Penganggulangan TBC

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 06 Feb 2022 15:40 WIB
Anggota Rekat Peduli Indonesia
Anggota Rekat Peduli Indonesia

selalu.id - Rekat Peduli Indonesia yang merupakan organisasi penyintas Pasien TBC Resisten Obat di Kota Surabaya mendapatkan Hibah dari Stop TB Patnership Global melalui program CFCS (Challenge Facility For Civil Society) Periode 10 yang berfokus memberikan penguatan kapasitas organisasi penyintas.

Hibah dengan tema SAFE TB (Strengthening Affected Community To End TB) yaitu Penguatan Komunitas Terdampak Untuk Mengakhiri TB. Rencananya akan digunakan untuk berkolaborasi dengan pemerintah pada program penanggulangan TBC yang akan bekerja pada area Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik).

Baca Juga: Malaysia Healthcare Expo Hadir di Surabaya, Tawarkan Layanan Jantung hingga Fertilitas

Hibah ini adalah program tahunan dari Stop TB Patnership Global period ke yang di berikan ke 27 Negara dan di Indonesia ada 3 organisasi diantaranya Penabulu, JIP (Jaringan Indonesia Positif) dan Rekat Peduli Indonesia. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi organisasi penyintas karena Rekat adalah organisasi penyintas TBC pertama berasal dari daerah yang mendapatkan kepercayaan untuk menerima hibah ini.

Baca Juga: Tips Merawat Kulit Wajah Agar Glowing saat Lebaran, Ciwi-ciwi Kepoin Yuk

Ketua Yayasan Rekat Peduli Indonesia, Ani Herna Sari mengatakan bahwa hibah ini akan dipergunakan untuk Penguatan kapasitas organisasi penyintas TBC.
Hibah ini juga akan memberikan pelatihan tentang sensitisasi HAM dan Gender, Pemberdayaan ekonomi Pasien dan Penyintas dengan pelatihan Batik, Pembuatan asesories dari manik-manik dan juga pembuatan telur asin. Program ini juga akan akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan terkait, Dinkesprov dan juga pemangku kepentingan lainnya.

Rekat sudah berdiri sejak 2014 dan kemudian pada tahun 2015 sudah berbadan hukum dengan nama Perkumpulan Rekat Surabaya. Mengingat kebutuhan organisasi yang semakin meningkat sehingga pada tahun 2021 Rekat harus mendaftarkan lagi organisasi dengan tanpa mengurangi maksud dan tujuan. Sehingga terbentuklah Yayasan Rekat Peduli Indonesia dengan SK KEMENKUMHAM NO. AHU-0029914.AH.01.04 Tahun 2021.

Baca Juga: Dear Bestie, Ingin Eyelash Extension Kamu Tahan Lama? Berikut Caranya

Rekat Peduli Indonesia mempunyai visi Indonesia bebas TBC dan misi mengurangi laju TB di Indonesia, menghilangkan stigma dan diskriminasi pada pasien TBC. Salah satu upaya yang telah dilakukan Rekat untuk mewujudkan visi dan misi tersebut adalah terlibat dalam pendampingan pasien TBC RO di Kota Surabaya sejak tahun 2016. Saat ini Rekat memiliki 20 pendamping pasien di bawah Dinas Kesehatan Surabaya dan telah mendampingi pasien sebanyak 461 pasien sejak tahun 2016. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.