Senin, 02 Feb 2026 08:50 WIB

Lawan TBC, Surabaya Torehkan Rekor MURI Lewat 1.361 RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Sep 2025 15:19 WIB

selalu.id – Kota Surabaya mencatat sejarah baru dengan meraih penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat penyuluhan Tuberkulosis (TBC) dengan partisipasi terbanyak di tingkat RW. Rekor ini menjadi yang pertama di Indonesia.

 

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Sebanyak 1.361 RW se-Surabaya mengikuti penyuluhan bertajuk "Merdeka TBC". Pusat kegiatan digelar di Balai RW 3 Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, sementara ribuan RW lainnya mengikuti secara daring pada Kamis (28/8/2025).

 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan capaian ini bukan sekadar rekor, melainkan wujud gotong royong warga dalam melawan TBC.

 

“Rekor MURI ini menunjukan bahwa Kota Surabaya tidak dibangun oleh satu orang, tetapi Surabaya bergerak maju bersama seluruh warganya. Surabaya dimiliki oleh warganya karena yang melakukan sosialisasi adalah dari warga untuk warga,” kata Eri.

 

Pemkot Surabaya melibatkan RT, RW, dan kader kesehatan untuk memantau rumah, melakukan edukasi, serta memastikan penderita TBC menjalani pengobatan hingga tuntas.

 

“Maka dari itu, kami membentuk Kampung Pancasila dengan melibatkan RT, RW hingga KSH supaya bisa memantau setiap rumah dan bergerak bersama melakukan sosialisasi dan pencegahan TBC,” lanjutnya.

 

Eri juga berpesan agar masyarakat tidak menghakimi penderita TBC. Ia optimistis target eliminasi TBC 2030 bisa tercapai.

 

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Senior Manager MURI, Andre Purwandono, menjelaskan penghargaan diberikan karena jumlah lokasi penyuluhan terbanyak di tingkat RW yang belum pernah tercatat sebelumnya. “Yang menjadi penilaian dari MURI ini adalah banyaknya RW yang melakukan penyuluhan TBC, dan ini baru pertama kali di Indonesia,” ujarnya.

 

Keberhasilan ini ditopang 27 ribu kader kesehatan yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya. Masing-masing kader bertanggung jawab atas 20 rumah. Komitmen ini sejalan dengan semangat Kampung Pancasila yang menumbuhkan cinta dan tanggung jawab warga terhadap lingkungannya.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan kegiatan ini bertujuan menyebarkan informasi pencegahan, deteksi dini, hingga pengobatan TBC.

 

“Kami ingin memastikan TBC tidak lagi menjadi penyakit yang menakutkan,” kata Nanik.

Baca Juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

 

Selain edukasi, Pemkot menjalankan strategi lain seperti skrining aktif-pasif, pemberian makanan tambahan berupa susu bagi pasien TBC, pendampingan selama pengobatan, hingga memperkuat regulasi melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC dan Perwali No. 117 Tahun 2024.

 

Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) mencatat 6.740 kasus TBC di Surabaya sejak Januari hingga Agustus 2025. Angka itu masih sekitar 41,87 persen dari estimasi kasus. Tantangan nyata tetap ada, mulai dari mobilitas penduduk, stigma sosial, hingga kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.

 

“Kami berharap dengan sosialisasi yang masif dapat menekan hambatan dalam pengobatan TBC pada masyarakat, sehingga target eliminasi pada 2030 dapat terwujud,” pungkas Nanik. (ADV)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Kabar Gembira, Dari Keuangan hingga Karier

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.