Sabtu, 06 Jun 2026 09:52 WIB

Bantah Isu Proyek Geothermal Rusak Tanah, Pertamina Beberkan Data dan Teknologi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Jul 2025 17:14 WIB
Foto: Konferensi Pers Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder Pertamina New & Renewable, Arif Mulizar Arif
Foto: Konferensi Pers Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder Pertamina New & Renewable, Arif Mulizar Arif

selalu.id – PT Pertamina New & Renewable Energy membantah isu bahwa eksplorasi energi panas bumi (geothermal) merusak struktur tanah. Melalui Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder, Arif Mulizar, Pertamina menegaskan bahwa pemboran panas bumi tidak menggerus tanah dan tidak menyebabkan gempa bumi.

 

Baca Juga: Tanggapi Aksi Protes Sopir Truk, Pertamina Klaim Hanya Terapkan Kebijakan Pemerintah

“Kalau ada yang bilang eksplorasi geotermal merusak struktur tanah, kita harus cek dulu. Tanah yang mana yang rusak? Bentuk kerusakannya seperti apa? Konsep pemboran panas bumi itu hanya melubangi bumi untuk mengambil sumber panas, bukan mengambil material atau menggerus tanah,” kata Arif dalam konferensi pers di Regantris Cendana, Surabaya, Rabu (30/7/2025).

 

Arif menjelaskan, sumber geotermal biasanya berada di dekat gunung berapi atau sumber panas bumi lain yang rawan gempa vulkanik. Hal ini, menurutnya, sering memunculkan anggapan keliru bahwa aktivitas pembangkitan energi geothermal memicu gempa.

 

“Padahal, gempa di kawasan itu memang karena kondisi alamnya. Tidak ada tambahan gerakan gempa dari produksi geothermal,” ujarnya.

 

Arif mengakui bahwa literasi publik soal geotermal masih rendah. Namun, pihaknya mengklaim telah melakukan sosialisasi secara masif, terutama di wilayah yang akan dikembangkan.

 

“Indonesia ini luas sekali. Budaya literasi kita juga harus ditingkatkan bersama-sama. Kita selalu upayakan sosialisasi sebaik mungkin,” ujarnya.

 

Baca Juga: Negosiasi Alot, Ratusan Sopit Truk Masih Bertahan di Depan Kantor Pertamina Patra Niaga Surabaya

Arif menambahkan, pengembangan geothermal dilakukan secara bertahap, dimulai dari eksplorasi. Jika titik pertama tidak menemukan sumber panas, itu menjadi petunjuk untuk menentukan lokasi lain yang lebih potensial.

 

“Sekarang teknologinya sudah canggih. Kalau titik pertama kosong, bisa jadi sumbernya ada 500 meter atau 1 kilometer dari situ,” tambahnya.

 

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang disebut paling hijau di era Presiden Prabowo, target energi terbarukan mencapai 76 persen pada 2034. Untuk geothermal, target Pertamina Geothermal Energy sebesar 1 gigawatt, dengan capaian saat ini sekitar 700 megawatt.

 

Baca Juga: Gimmick Sekolah Hijau di Tengah Krisis Energi

“Artinya kita masih mengejar 300 megawatt lagi,” ujar Arif.

 

Saat ini, Pertamina telah mengembangkan enam lokasi proyek geothermal: di Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan dua titik di Jawa Barat.

 

“Di Lampung saja, kapasitasnya 220 megawatt dan mampu menyuplai sekitar 23 persen kebutuhan listrik provinsi tersebut,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.