Bantah Isu Proyek Geothermal Rusak Tanah, Pertamina Beberkan Data dan Teknologi
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 30 Jul 2025 17:14 WIB
selalu.id – PT Pertamina New & Renewable Energy membantah isu bahwa eksplorasi energi panas bumi (geothermal) merusak struktur tanah. Melalui Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder, Arif Mulizar, Pertamina menegaskan bahwa pemboran panas bumi tidak menggerus tanah dan tidak menyebabkan gempa bumi.
Baca Juga: DPR, Wali Kota Eri Cahyadi, dan DPRD Surabaya All Out Tuntaskan Sengketa Eigendom
“Kalau ada yang bilang eksplorasi geotermal merusak struktur tanah, kita harus cek dulu. Tanah yang mana yang rusak? Bentuk kerusakannya seperti apa? Konsep pemboran panas bumi itu hanya melubangi bumi untuk mengambil sumber panas, bukan mengambil material atau menggerus tanah,” kata Arif dalam konferensi pers di Regantris Cendana, Surabaya, Rabu (30/7/2025).
Arif menjelaskan, sumber geotermal biasanya berada di dekat gunung berapi atau sumber panas bumi lain yang rawan gempa vulkanik. Hal ini, menurutnya, sering memunculkan anggapan keliru bahwa aktivitas pembangkitan energi geothermal memicu gempa.
“Padahal, gempa di kawasan itu memang karena kondisi alamnya. Tidak ada tambahan gerakan gempa dari produksi geothermal,” ujarnya.
Arif mengakui bahwa literasi publik soal geotermal masih rendah. Namun, pihaknya mengklaim telah melakukan sosialisasi secara masif, terutama di wilayah yang akan dikembangkan.
“Indonesia ini luas sekali. Budaya literasi kita juga harus ditingkatkan bersama-sama. Kita selalu upayakan sosialisasi sebaik mungkin,” ujarnya.
Baca Juga: Wali Kota Eri dan Wakil DPR RI Adies Kadir Perjuangkan Warga Surabaya Buka Blokir Tanah Eigendom
Arif menambahkan, pengembangan geothermal dilakukan secara bertahap, dimulai dari eksplorasi. Jika titik pertama tidak menemukan sumber panas, itu menjadi petunjuk untuk menentukan lokasi lain yang lebih potensial.
“Sekarang teknologinya sudah canggih. Kalau titik pertama kosong, bisa jadi sumbernya ada 500 meter atau 1 kilometer dari situ,” tambahnya.
Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang disebut paling hijau di era Presiden Prabowo, target energi terbarukan mencapai 76 persen pada 2034. Untuk geothermal, target Pertamina Geothermal Energy sebesar 1 gigawatt, dengan capaian saat ini sekitar 700 megawatt.
Baca Juga: Pertamina Periksa 300 SPBU di Jawa Timur, Tak Ditemukan Pertalite Bermasalah
“Artinya kita masih mengejar 300 megawatt lagi,” ujar Arif.
Saat ini, Pertamina telah mengembangkan enam lokasi proyek geothermal: di Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan dua titik di Jawa Barat.
“Di Lampung saja, kapasitasnya 220 megawatt dan mampu menyuplai sekitar 23 persen kebutuhan listrik provinsi tersebut,” tutupnya.
Editor : Ading
