Senin, 07 Sep 2026 10:49 WIB

Bantah Isu Proyek Geothermal Rusak Tanah, Pertamina Beberkan Data dan Teknologi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Jul 2025 17:14 WIB
Foto: Konferensi Pers Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder Pertamina New & Renewable, Arif Mulizar Arif
Foto: Konferensi Pers Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder Pertamina New & Renewable, Arif Mulizar Arif

selalu.id – PT Pertamina New & Renewable Energy membantah isu bahwa eksplorasi energi panas bumi (geothermal) merusak struktur tanah. Melalui Analyst II Government Relation Corporate Communication and Stakeholder, Arif Mulizar, Pertamina menegaskan bahwa pemboran panas bumi tidak menggerus tanah dan tidak menyebabkan gempa bumi.

 

Baca Juga: 12 Ribu Lebih Berita Migas dalam 6 Bulan, Cuma 2% yang Negatif. Kok Bisa?

“Kalau ada yang bilang eksplorasi geotermal merusak struktur tanah, kita harus cek dulu. Tanah yang mana yang rusak? Bentuk kerusakannya seperti apa? Konsep pemboran panas bumi itu hanya melubangi bumi untuk mengambil sumber panas, bukan mengambil material atau menggerus tanah,” kata Arif dalam konferensi pers di Regantris Cendana, Surabaya, Rabu (30/7/2025).

 

Arif menjelaskan, sumber geotermal biasanya berada di dekat gunung berapi atau sumber panas bumi lain yang rawan gempa vulkanik. Hal ini, menurutnya, sering memunculkan anggapan keliru bahwa aktivitas pembangkitan energi geothermal memicu gempa.

 

“Padahal, gempa di kawasan itu memang karena kondisi alamnya. Tidak ada tambahan gerakan gempa dari produksi geothermal,” ujarnya.

 

Arif mengakui bahwa literasi publik soal geotermal masih rendah. Namun, pihaknya mengklaim telah melakukan sosialisasi secara masif, terutama di wilayah yang akan dikembangkan.

 

“Indonesia ini luas sekali. Budaya literasi kita juga harus ditingkatkan bersama-sama. Kita selalu upayakan sosialisasi sebaik mungkin,” ujarnya.

 

Baca Juga: Usai Pertamina Klarifikasi Viral Nota BBM, Netizen: Subsidi Pertamax Aja

Arif menambahkan, pengembangan geothermal dilakukan secara bertahap, dimulai dari eksplorasi. Jika titik pertama tidak menemukan sumber panas, itu menjadi petunjuk untuk menentukan lokasi lain yang lebih potensial.

 

“Sekarang teknologinya sudah canggih. Kalau titik pertama kosong, bisa jadi sumbernya ada 500 meter atau 1 kilometer dari situ,” tambahnya.

 

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru yang disebut paling hijau di era Presiden Prabowo, target energi terbarukan mencapai 76 persen pada 2034. Untuk geothermal, target Pertamina Geothermal Energy sebesar 1 gigawatt, dengan capaian saat ini sekitar 700 megawatt.

 

Baca Juga: Setelah Cek Nota Pembelian BBM, Netizen Sadari Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

“Artinya kita masih mengejar 300 megawatt lagi,” ujar Arif.

 

Saat ini, Pertamina telah mengembangkan enam lokasi proyek geothermal: di Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan dua titik di Jawa Barat.

 

“Di Lampung saja, kapasitasnya 220 megawatt dan mampu menyuplai sekitar 23 persen kebutuhan listrik provinsi tersebut,” tutupnya.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Harga Emas Antam Hari Ini: Kurang Baik Tapi Masih Lumayan, Ini Rinciannya 

Sebagai informasi, harga buyback ini merupakan harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual kembali emasnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Pengangguran Lagi Beruntung, Yang Kerja juga Ada Peluang Menarik

Ramalan zodiak hari ini meliputi seputar percintaan, keuangan dan karier bisa menjadi prediksi peruntungan di masa depan.

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.