Minggu, 18 Okt 2026 17:24 WIB

Buntut Penganiayaan Siswa di Blitar, Komisi E DPRD Jatim Minta Sekolah Bertindak Tegas

Penganiayaan siswa di Blitar
Penganiayaan siswa di Blitar

selalu.id – Kasus penganiayaan yang dialami seorang siswa SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, memicu reaksi keras dari Komisi E DPRD Jawa Timur. Dalam video yang beredar di media sosial, korban tampak dirundung dan dianiaya secara fisik oleh sejumlah siswa lainnya.

 

Baca Juga: Jukir Liar yang Keroyok Pengendara Mobil di Surabaya Diamankan, Ini Tampangnya

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Dr. Puguh Wiji Pamungkas, menyebut kasus ini sebagai alarm atas lemahnya perlindungan anak di daerah. Ia menegaskan pentingnya percepatan pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak yang saat ini tengah dibahas.

 

“Kejadian ini sangat memprihatinkan dan membuktikan perlunya Perda Perlindungan Perempuan dan Anak yang sedang kami godok,” kata Dr. Puguh, Rabu (23/7/2025).

 

Menurutnya, Perda tersebut akan menjadi landasan hukum untuk menjamin keamanan dan keselamatan anak dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun digital.

 

Dr. Puguh menyoroti beberapa faktor yang memperparah kasus perundungan, termasuk paparan kekerasan di media sosial dan game online tanpa kontrol. Ia menyebut anak-anak bisa tumbuh dengan mental permisif terhadap kekerasan jika hal ini terus dibiarkan.

 

“Kalau tidak diatasi, mereka akan terbiasa melakukan bullying tanpa merasa bersalah,” ujarnya.

Baca Juga: Tidak Diberi Uang, Jukir Liar Ngamuk Pukul dan Ludahi Pengendara Mobil di Surabaya

 

Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan karakter selain akademik untuk membentuk generasi yang siap bersaing secara sehat.

 

Kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Dr. Puguh meminta langkah tegas. “Sekolah harus memberikan pembinaan kepada pelaku, pendampingan pada korban, serta edukasi bagi orang tua agar tidak terulang,” imbuhnya.

 

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Komisi E saat ini masih menyusun Ranperda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Berdasarkan data akademik, angka kekerasan terhadap anak di Jawa Timur masih tergolong tinggi, baik di lingkungan nyata maupun digital.

 

“Perda ini akan menjadi instrumen hukum penting dalam menangani kasus-kasus seperti ini,” tegasnya.

 

Dr. Puguh berharap semua pihak turut berperan aktif dalam menghapus kekerasan terhadap anak. Ia menekankan bahwa sekolah dan orang tua memiliki tanggung jawab besar menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari kekerasan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC