Rabu, 22 Jul 2026 22:30 WIB

Achmad Hidayat Sebut Armuji Pernah Juluki Megawati ‘Mbok Pikun’

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jul 2025 10:48 WIB
Megawati
Megawati

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap pernyataan kontroversial yang disebutnya pernah dilontarkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

 

Baca Juga: Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

Achmad menyebut, Armuji pernah menjuluki Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan sebutan “Mbok Pikun” dalam sebuah pertemuan di vila Armuji di Batu, Jawa Timur, menjelang dinamika pencalonan presiden pada 2023.

 

“Yang menyebut Bu Mega ‘Mbok Pikun’ itu Pak Armuji sendiri. Ada saksinya juga, salah satunya Pak Solekan, senior PDIP,” kata Achmad kepada selalu.id, Senin (21/7/2025).

 

Menurut Achmad, pernyataan itu disampaikan saat Armuji membahas arah politik partai jelang turunnya rekomendasi capres dari DPP PDIP.

 

“Katanya hanya guyonan, tapi bagi saya itu soal prinsip. Menyangkut kehormatan Ketua Umum,” tegasnya.

 

Achmad juga mengaku pernah mendengar langsung Armuji menyebut kader PDIP tingkat bawah sebagai “rayap-rayap” dalam sebuah percakapan telepon.

 

“Itu pas beliau nelepon saya. Karena HP saya rusak, pakai speaker, jadi terdengar jelas,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Bulan Bung Karno, PDIP dan Bamusi Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Santuni Anak Yatim

Ia menilai, ucapan itu tidak pantas diucapkan seorang pimpinan partai, terutama saat kader di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting justru bekerja keras untuk partai.

 

Selain itu, Achmad mengungkap pernyataan Armuji usai ibadah umrah pada 2022 lalu, yang menurutnya menyatakan tidak akan maju sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya dan hanya akan fokus sebagai wakil wali kota.

 

Namun, menurut Achmad, komitmen itu diingkari. Bahkan, saat ia mengingatkan, Armuji disebut menjawab, “Perjanjian gak ono buktine, gak ono videone,” serta mengancam akan “ngudal-ngudal” Achmad jika tak mendukung.

 

Achmad merasa sejak saat itu mendapat tekanan politik yang berujung pada pembebastugasannya dari pengurus DPC PDIP Surabaya pada Mei 2025.

Baca Juga: Buntut Hasto Ditahan, PDIP Instruksikan Tunda Retret, Ini Info Posisi Eri-Armuji

 

“Saya tetap loyal kepada PDIP dan Ibu Megawati. Saya cuma ingin partai tidak dijadikan alat ambisi pribadi,” ujarnya.

 

Achmad berharap seluruh kader menjaga soliditas dan berpegang pada garis perjuangan partai sesuai arahan Megawati.

 

“Saya tidak melawan senior. Tapi kalau ada yang menyimpang, saya wajib menyampaikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.