Minggu, 06 Sep 2026 00:40 WIB

Achmad Hidayat Sebut Armuji Pernah Juluki Megawati ‘Mbok Pikun’

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jul 2025 10:48 WIB
Megawati
Megawati

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap pernyataan kontroversial yang disebutnya pernah dilontarkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

 

Baca Juga: Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

Achmad menyebut, Armuji pernah menjuluki Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan sebutan “Mbok Pikun” dalam sebuah pertemuan di vila Armuji di Batu, Jawa Timur, menjelang dinamika pencalonan presiden pada 2023.

 

“Yang menyebut Bu Mega ‘Mbok Pikun’ itu Pak Armuji sendiri. Ada saksinya juga, salah satunya Pak Solekan, senior PDIP,” kata Achmad kepada selalu.id, Senin (21/7/2025).

 

Menurut Achmad, pernyataan itu disampaikan saat Armuji membahas arah politik partai jelang turunnya rekomendasi capres dari DPP PDIP.

 

“Katanya hanya guyonan, tapi bagi saya itu soal prinsip. Menyangkut kehormatan Ketua Umum,” tegasnya.

 

Achmad juga mengaku pernah mendengar langsung Armuji menyebut kader PDIP tingkat bawah sebagai “rayap-rayap” dalam sebuah percakapan telepon.

 

“Itu pas beliau nelepon saya. Karena HP saya rusak, pakai speaker, jadi terdengar jelas,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Bulan Bung Karno, PDIP dan Bamusi Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Santuni Anak Yatim

Ia menilai, ucapan itu tidak pantas diucapkan seorang pimpinan partai, terutama saat kader di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting justru bekerja keras untuk partai.

 

Selain itu, Achmad mengungkap pernyataan Armuji usai ibadah umrah pada 2022 lalu, yang menurutnya menyatakan tidak akan maju sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya dan hanya akan fokus sebagai wakil wali kota.

 

Namun, menurut Achmad, komitmen itu diingkari. Bahkan, saat ia mengingatkan, Armuji disebut menjawab, “Perjanjian gak ono buktine, gak ono videone,” serta mengancam akan “ngudal-ngudal” Achmad jika tak mendukung.

 

Achmad merasa sejak saat itu mendapat tekanan politik yang berujung pada pembebastugasannya dari pengurus DPC PDIP Surabaya pada Mei 2025.

Baca Juga: Buntut Hasto Ditahan, PDIP Instruksikan Tunda Retret, Ini Info Posisi Eri-Armuji

 

“Saya tetap loyal kepada PDIP dan Ibu Megawati. Saya cuma ingin partai tidak dijadikan alat ambisi pribadi,” ujarnya.

 

Achmad berharap seluruh kader menjaga soliditas dan berpegang pada garis perjuangan partai sesuai arahan Megawati.

 

“Saya tidak melawan senior. Tapi kalau ada yang menyimpang, saya wajib menyampaikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.