Selasa, 03 Feb 2026 06:17 WIB

Achmad Hidayat Sebut Armuji Pernah Juluki Megawati ‘Mbok Pikun’

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jul 2025 10:48 WIB
Megawati
Megawati

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap pernyataan kontroversial yang disebutnya pernah dilontarkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

 

Baca Juga: Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

Achmad menyebut, Armuji pernah menjuluki Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan sebutan “Mbok Pikun” dalam sebuah pertemuan di vila Armuji di Batu, Jawa Timur, menjelang dinamika pencalonan presiden pada 2023.

 

“Yang menyebut Bu Mega ‘Mbok Pikun’ itu Pak Armuji sendiri. Ada saksinya juga, salah satunya Pak Solekan, senior PDIP,” kata Achmad kepada selalu.id, Senin (21/7/2025).

 

Menurut Achmad, pernyataan itu disampaikan saat Armuji membahas arah politik partai jelang turunnya rekomendasi capres dari DPP PDIP.

 

“Katanya hanya guyonan, tapi bagi saya itu soal prinsip. Menyangkut kehormatan Ketua Umum,” tegasnya.

 

Achmad juga mengaku pernah mendengar langsung Armuji menyebut kader PDIP tingkat bawah sebagai “rayap-rayap” dalam sebuah percakapan telepon.

 

“Itu pas beliau nelepon saya. Karena HP saya rusak, pakai speaker, jadi terdengar jelas,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Bulan Bung Karno, PDIP dan Bamusi Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Santuni Anak Yatim

Ia menilai, ucapan itu tidak pantas diucapkan seorang pimpinan partai, terutama saat kader di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting justru bekerja keras untuk partai.

 

Selain itu, Achmad mengungkap pernyataan Armuji usai ibadah umrah pada 2022 lalu, yang menurutnya menyatakan tidak akan maju sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya dan hanya akan fokus sebagai wakil wali kota.

 

Namun, menurut Achmad, komitmen itu diingkari. Bahkan, saat ia mengingatkan, Armuji disebut menjawab, “Perjanjian gak ono buktine, gak ono videone,” serta mengancam akan “ngudal-ngudal” Achmad jika tak mendukung.

 

Achmad merasa sejak saat itu mendapat tekanan politik yang berujung pada pembebastugasannya dari pengurus DPC PDIP Surabaya pada Mei 2025.

Baca Juga: Buntut Hasto Ditahan, PDIP Instruksikan Tunda Retret, Ini Info Posisi Eri-Armuji

 

“Saya tetap loyal kepada PDIP dan Ibu Megawati. Saya cuma ingin partai tidak dijadikan alat ambisi pribadi,” ujarnya.

 

Achmad berharap seluruh kader menjaga soliditas dan berpegang pada garis perjuangan partai sesuai arahan Megawati.

 

“Saya tidak melawan senior. Tapi kalau ada yang menyimpang, saya wajib menyampaikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.