Rabu, 21 Okt 2026 14:48 WIB

Achmad Hidayat Sebut Armuji Pernah Juluki Megawati ‘Mbok Pikun’

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Jul 2025 10:48 WIB
Megawati
Megawati

selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, mengungkap pernyataan kontroversial yang disebutnya pernah dilontarkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

 

Baca Juga: Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

Achmad menyebut, Armuji pernah menjuluki Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dengan sebutan “Mbok Pikun” dalam sebuah pertemuan di vila Armuji di Batu, Jawa Timur, menjelang dinamika pencalonan presiden pada 2023.

 

“Yang menyebut Bu Mega ‘Mbok Pikun’ itu Pak Armuji sendiri. Ada saksinya juga, salah satunya Pak Solekan, senior PDIP,” kata Achmad kepada selalu.id, Senin (21/7/2025).

 

Menurut Achmad, pernyataan itu disampaikan saat Armuji membahas arah politik partai jelang turunnya rekomendasi capres dari DPP PDIP.

 

“Katanya hanya guyonan, tapi bagi saya itu soal prinsip. Menyangkut kehormatan Ketua Umum,” tegasnya.

 

Achmad juga mengaku pernah mendengar langsung Armuji menyebut kader PDIP tingkat bawah sebagai “rayap-rayap” dalam sebuah percakapan telepon.

 

“Itu pas beliau nelepon saya. Karena HP saya rusak, pakai speaker, jadi terdengar jelas,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Bulan Bung Karno, PDIP dan Bamusi Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Santuni Anak Yatim

Ia menilai, ucapan itu tidak pantas diucapkan seorang pimpinan partai, terutama saat kader di tingkat PAC, ranting, dan anak ranting justru bekerja keras untuk partai.

 

Selain itu, Achmad mengungkap pernyataan Armuji usai ibadah umrah pada 2022 lalu, yang menurutnya menyatakan tidak akan maju sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya dan hanya akan fokus sebagai wakil wali kota.

 

Namun, menurut Achmad, komitmen itu diingkari. Bahkan, saat ia mengingatkan, Armuji disebut menjawab, “Perjanjian gak ono buktine, gak ono videone,” serta mengancam akan “ngudal-ngudal” Achmad jika tak mendukung.

 

Achmad merasa sejak saat itu mendapat tekanan politik yang berujung pada pembebastugasannya dari pengurus DPC PDIP Surabaya pada Mei 2025.

Baca Juga: Buntut Hasto Ditahan, PDIP Instruksikan Tunda Retret, Ini Info Posisi Eri-Armuji

 

“Saya tetap loyal kepada PDIP dan Ibu Megawati. Saya cuma ingin partai tidak dijadikan alat ambisi pribadi,” ujarnya.

 

Achmad berharap seluruh kader menjaga soliditas dan berpegang pada garis perjuangan partai sesuai arahan Megawati.

 

“Saya tidak melawan senior. Tapi kalau ada yang menyimpang, saya wajib menyampaikan,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.

Polda Jatim Terjunkan Pasukan Atasi Penanganan Karhutla

Berdasarkan perkembangan situasi dan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur.