Rabu, 22 Jul 2026 02:25 WIB

Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Jun 2025 10:14 WIB

Selalu.id – Peringatan Haul Bung Karno ke-55 digelar dengan penuh khidmat dan nuansa religius oleh DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pada Sabtu (21/6/2025) malam.

Bertempat di kantor DPC PDIP Surabaya, acara ini tak hanya dihadiri para kader, tetapi juga berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Rangkaian acara diawali dengan doa lintas agama, mencerminkan semangat kebangsaan dan toleransi yang diajarkan oleh Bung Karno semasa hidupnya.

Plt Ketua DPC PDIP Surabaya, Yordan M. Batara Goa, menyampaikan pesan khusus dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

“Intisari pesan dari Ibu Mega sangat jelas: kita harus kembali ke sumber, yaitu Pancasila dan rakyat. Energi kita sebagai kader partai harus dicurahkan sepenuhnya untuk menyelesaikan masalah rakyat. Tidak cukup hanya bicara, tapi juga dalam bentuk tindakan nyata,” tegas Yordan.

Ia menekankan bahwa haul Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momen penting untuk merenungkan kembali warisan perjuangan Putra Sang Fajar.

“Sudahkah kita benar-benar menjalankan ajaran beliau? Apakah kita sudah menjadi bagian dari solusi rakyat? Ini yang menjadi renungan bersama malam ini,” tambahnya.

Dalam penyampaian pesannya, Yordan juga menegaskan ajakan Megawati agar kader menulis sejarah dengan kejujuran dan keberanian.

“Kita harus menulis sejarah dengan penuh kejujuran dan hati yang bersih, bahwa kita harus merawat kebenaran dengan keberanian. Dan bahwa kita harus melanjutkan perjuangan Bung Karno dengan kesetiaan dan segenap jiwa pengabdian,” ujarnya.

Tak berhenti pada peringatan haul, DPC PDIP Surabaya juga telah menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, di antaranya donor darah pada Minggu mendatang, pemutaran film Bung Karno di Balai Budaya, hingga “Soekarno Trip Jilid 2” yang akan mengajak anak-anak muda mengunjungi lokasi-lokasi bersejarah perjuangan Bung Karno.

“Anak muda sangat antusias ikut Soekarno Trip beberapa hari yang lalu. Maka kita adakan lagi supaya semangat Bung Karno bisa diwarisi generasi muda,” kata Yordan.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Peringatan haul ini turut dihadiri oleh perwakilan PCNU Kota Surabaya. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap PDIP yang menginisiasi acara haul.

“Saya terenyuh, PDIP menyelenggarakan haul. Ini ciri khas NU, tapi kini dilakukan oleh PDIP. Ini menunjukkan kedekatan ideologis dan historis, seperti dulu antara Gus Dur dan Ibu Mega,” ujar Saiful.

Ia juga menyampaikan bahwa warga NU selama ini banyak yang menyalurkan aspirasi politiknya melalui PDI Perjuangan.

“Dari 51% warga NU di Surabaya, sebagian besar mengarah ke PDIP. Karena memang terbukti partai ini berpihak pada rakyat bawah,” ujarnya.

Acara ditutup dengan tausiah dari Kyai Aris Yoyok yang menyampaikan pesan kebangsaan dalam balutan humor khasnya. Ia menekankan bahwa warisan Bung Karno bukan berupa materi, tetapi nilai-nilai luhur.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

Pak Karno tidak meninggalkan harta benda. Tapi beliau meninggalkan ideologi, semangat Pancasila, dan cinta tanah air. Itu jauh lebih berharga,” tutur Kyai Yoyok, disambut tepuk tangan para hadirin.

Sementara itu, koordinator acara haul, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, menyebut kegiatan ini dihadiri seluruh jajaran struktur PDIP, mulai dari PAC hingga anak ranting, serta tokoh-tokoh lintas agama.

“Kami ingin warisan nilai-nilai perjuangan Bung Karno terajut secara nasional dan tetap menjaga persatuan,” tegas Ghoni yang juga merupakan Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Surabaya.

Ghoni juga mengapresiasi kehadiran PCNU Surabaya, yang menurutnya mengingatkan kembali pada hubungan historis antara Bung Karno dan NU.

“Ini memperkuat fakta sejarah bahwa Bung Karno bukan milik satu golongan. Beliau milik semua, dan haul ini kami persembahkan sebagai bentuk cinta kami kepada beliau dan kepada bangsa ini,” pungkasnya.

Editor : Yasin
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.