Rabu, 21 Okt 2026 15:58 WIB

Buntut Hasto Ditahan, PDIP Instruksikan Tunda Retret, Ini Info Posisi Eri-Armuji

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 21 Feb 2025 10:49 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Armuji
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Armuji

selalu.id - Penetapan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Harun Masiku memicu reaksi keras dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Megawati mengeluarkan instruksi khusus yang melarang seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP mengikuti retret kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Akademi Militer Magelang pada 21-28 Februari 2025.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025, yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Juru Bicara PDIP, Guntur Romli.

“Betul (surat instruksi Megawati),” ujar Guntur Romli, Kamis (20/2/2025).

Dalam surat tersebut, Megawati menegaskan bahwa kepala daerah dan wakil kepala daerah PDIP wajib menunda keberangkatan mereka ke Magelang. Bahkan, mereka yang sudah dalam perjalanan diminta untuk segera berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum.

“Mereka yang sudah dalam perjalanan juga diminta untuk segera berhenti dan menunggu arahan dari Ketua Umum,” bunyi instruksi tersebut.

Selain itu, Megawati juga meminta seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah tetap dalam komunikasi aktif dan siaga terhadap perintah darurat.

“Seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah PDI Perjuangan harus tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call,” demikian bunyi poin kedua dalam instruksi tersebut.

Surat instruksi ini semakin mempertegas sikap PDIP terhadap penahanan Hasto Kristiyanto, yang mereka anggap sebagai bentuk kriminalisasi hukum.

“Mencermati dinamika politik nasional pada hari ini, Kamis 20 Februari 2025, khususnya terkait kriminalisasi hukum terhadap Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Bapak Hasto Kristiyanto, di KPK,” tulis Megawati dalam surat tersebut.

Sementara, Selalu.id mencoba menghubungi terkait pasangan Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armudji ke internal PDIP Surabaya belum mengetahui apakah mereka tetap ikut retret ke Magelang

“Saya lagi cuti, ndak tahu memantau perkembangan,” salah satu tim Eri Cahyadi.

Kemudian, Humas Protokol Eri Cahyadi, Jefri mengaku bahwa dirinya sebagai ajudan sudah pisah dengan Eri Cahyadi sejak Kemarin, Kamis, 20 Februari 2025. Sebab, kepala daerah tidak boleh membawa ajudan ke Magelang.

“Saya sudah pisah kemarin, saya di Jakarta belum tahu info untuk hari ini. Ajudan ndak boleh ikut,” ujarnya saat dihubungi.

Baca Juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik Eks Kepala BNPB Ikut Terseret

Editor : Ading
Berita Terbaru

45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Surabaya Ekkie Noorisma menyebut, dua biang keroknya klasik tidak berizin dan belum bayar pajak.

21 Anggota Geng Motor Pengeroyok Pengunjung Angkringan di Mojokerto Diringkus

Tiga orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka-luka, salah satunya luka robek diduga akibat senjata tajam.

Doa Kebangsaan di Mojokerto, Ning Ita dan Kapolres Kompak Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran

Doa bersama menjadi ikhtiar menyatukan tekad sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dan tokoh masyarakat dalam membangun bangsa.

Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, penindakan saja tidak cukup.

Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Pelaku datang ke lokasi yang juga berfungsi sebagai hunian keluarga, dan menuntut secara kasar kepada Renata agar menyerahkan surat atau sertifikat bangunan.

SIER Perkuat Kerja Sama dengan Investor Jepang, Konjen Dukung Rencana Pengembangan Kawasan Industri

Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, Takonai menyambut baik rencana SIER untuk terus mengembangkan kawasan industri di daerah lain.