Lagi, Kader PDIP Surabaya Bongkar Dugaan Gratifikasi Unit Apartemen, Armuji Dituding?
- Penulis : Ade Resty
- | Jumat, 18 Jul 2025 10:26 WIB
selalu.id — Kader PDI Perjuangan Kota Surabaya, Achmad Hidayat, melontarkan tudingan terkait dugaan gratifikasi unit apartemen yang disebut-sebut melibatkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.
Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda
Tudingan itu disampaikan Achmad dalam video yang diunggah di akun TikTok @Irma, Kamis (17/7/2025). Ia menilai, pengelolaan sebuah apartemen di kawasan Jalan Merr, Surabaya Timur, menjadi rumit karena adanya dugaan konflik kepentingan yang ditengarai berasal dari gratifikasi kepada pejabat di Surabaya.
“Permasalahan apartemen ini tak kunjung selesai karena salah satu pemimpin kota Surabaya menerima gratifikasi unit apartemen. Awalnya atas nama ponakannya, lalu berpindah nama,” ujar Achmad.
Menurut Achmad, unit apartemen tersebut sebelumnya tercatat atas nama seorang kerabat yang hanya berstatus pegawai outsourcing di salah satu instansi pemerintah.
Ia mempertanyakan logika kepemilikan unit apartemen mewah oleh seseorang yang disebut memiliki kendala kesehatan dan bukan berasal dari keluarga berpenghasilan tinggi.
“Secara akal sehat, tak masuk jika pegawai outsourcing bisa punya unit apartemen. Belakangan malah dialihkan atas nama pihak lain,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Bimtek DPRD Surabaya Kembali Dibuka, Begini Tanggapan Sekwan
Achmad menduga, skema pemindahan kepemilikan ini justru memperkuat dugaan adanya gratifikasi terselubung yang berpotensi melanggar etik maupun hukum.
Selain itu, ia menyoroti informasi terkait tunggakan pajak apartemen tersebut. Menurutnya, hal ini semakin menambah perhatian publik terhadap dugaan pelanggaran yang melibatkan pejabat.
“Kalau memang putih ya putih, kalau hitam ya hitam. Jangan beraninya ke rakyat kecil, tapi asetnya sendiri bermasalah,” kata Achmad.
Baca Juga: Wawali Armuji Dipanggil Polisi Terkait Bimtek DPRD Surabaya
Ia juga mengkritik gaya kepemimpinan yang menurutnya cenderung mengeksploitasi isu rakyat demi kepentingan pribadi.
“Rakyat kecil dikorbankan untuk konten viral, demi kekuasaan, demi kekayaan. Sementara masalah di internalnya dibiarkan menggantung,” pungkasnya.
Editor : Ading
