Rabu, 22 Jul 2026 23:03 WIB

Sweeping Jam Malam, Begini Cara Wali Kota Eri Tertibkan Remaja di Pinggir Jalan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 04 Jul 2025 14:34 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi sweeping jam malam anak
Wali Kota Eri Cahyadi sweeping jam malam anak

selalu.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin sweeping pembatasan jam malam anak di bawah usia 18 tahun pada Kamis malam (3/7/2025). Dalam kegiatan tersebut, rombongan berhenti di kawasan Taman Wisata Nambangan, Surabaya, setelah sebelumnya menyusuri Jalan Wonokusumo dan kawasan bawah Jembatan Suramadu.

 

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Di lokasi tersebut, Wali Kota Eri menjumpai enam remaja yang sedang nongkrong pada pukul 23.30 WIB. Sebagian dari mereka masih berstatus pelajar, sementara satu orang telah bekerja.

 

Wali Kota Eri langsung menanyakan identitas dan asal domisili para remaja, serta apakah mereka telah meminta izin kepada orang tua untuk keluar malam.

 

"Awakmu bawa KTP ndak? Umur berapa? Awakmu arek endi?" tanya Eri kepada salah satu remaja.

Beberapa remaja mengaku belum memiliki KTP meski berusia 18 tahun. Eri kemudian meminta mereka menelepon orang tua masing-masing dan berbicara langsung melalui video call untuk memastikan perizinan mereka.

 

"Bu, kulo ningali putrane njenengan kok cangkruk nang pinggir embong. Wes pamit nopo dereng?" ucap Eri kepada salah satu ibu dari remaja tersebut.

 

Baca Juga: Kejati Jatim Serahkan Aduan Dugaan Pemborosan APBD Surabaya 2025 ke Inspektorat

Hal serupa dilakukan kepada ayah remaja lainnya. Eri juga meminta para remaja agar tidak pulang larut malam.

 

Dalam kesempatan tersebut, Eri juga menegur para pedagang kopi yang berjualan di lokasi dan meminta mereka ikut mengawasi anak-anak yang berkeliaran malam hari. Ia kemudian membayar seluruh konsumsi minuman yang dibeli enam remaja tersebut.

"Wes bayar durung iki? Tak bayari kabeh. Tapi sampean delok, lek onok arek maneh, takok ono. Lek gak duwe KTP umure cilik, kongkon mulih jam 10 ya," pesan Eri kepada pedagang.

 

Baca Juga: Pertama Kali Digelar Malam, Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Sebelumnya, Eri juga memberi imbauan serupa kepada pemilik warung kopi di kawasan Jalan Wonosari agar meminta anak-anak di bawah umur untuk pulang sebelum pukul 22.00 WIB.

 

Sweeping ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/12681/436.7.8/2025 tentang pembatasan jam malam bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun. Kegiatan diawali dengan apel gabungan jajaran perangkat daerah, TNI, dan Polri di halaman Balai Kota.

 

"Pembatasan jam malam ini bukan untuk mengekang anak-anak, tapi bentuk perlindungan. Orang tua wajib mendukung kegiatan positif dan mencegah kegiatan negatif," kata Eri.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.