Selasa, 29 Sep 2026 18:29 WIB

Fraksi PDIP Nilai RPJMD Jatim Minim Solusi dan Target PAD Tidak Realistis

Yordan M. Batara Goa
Yordan M. Batara Goa

selalu.id – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur 2025–2029 yang diajukan Gubernur tidak komprehensif dan minim solusi nyata.

 

Baca Juga: DPRD Jatim Sahkan Perda Hak Disabilitas, Perkuat Perlindungan dan Kesetaraan Hukum

Pandangan ini disampaikan dalam sidang paripurna melalui juru bicara fraksi, Yordan M. Batara Goa, Rabu (9/7/2025).

 

Fraksi PDIP menilai jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi sebelumnya terlalu defensif dan tidak membuka ruang dialog. Salah satu sorotan utama adalah target pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya dipatok 1,87 persen per tahun.

 

"Target pertumbuhan PAD yang rendah ini akan membatasi ruang fiskal untuk membiayai program prioritas yang pro-rakyat," kata Yordan.

 

Ia menyebut angka tersebut tidak realistis karena rata-rata pertumbuhan PAD Jatim dalam lima tahun terakhir mencapai 6,9 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Fraksi PDIP menilai proyeksi konservatif ini disusun tanpa argumentasi teknis yang kuat.

 

Selain itu, fraksi menyoroti kurangnya perhatian terhadap ketimpangan wilayah dan risiko kebencanaan. Meski kawasan Gerbangkertosusila menyumbang 46 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sementara Madura hanya 5 persen, RPJMD disebut tidak memuat indikator ketimpangan seperti Indeks Theil.

Baca Juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

 

Begitu pula dengan indikator kebencanaan yang dinilai luput, padahal menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2024, sebanyak 31 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori risiko tinggi bencana.

 

Fraksi PDIP juga menyoroti persoalan ketahanan keluarga. Angka perkawinan anak usia 16–18 tahun di Jawa Timur disebut masih tinggi, yakni 5,6 persen, tertinggi ketiga di Pulau Jawa.

 

"Ini bukan hanya soal data, tapi tentang masa depan generasi muda," tegas Yordan.

Baca Juga: Gerindra Soroti Turunnya Anggaran Pertanian, Kehutanan dan Energi di RAPBD Jatim 2027

 

Sorotan lainnya adalah terkait layanan dasar. Fraksi PDIP menyebut angka pengangguran lulusan SMK di Jatim yang mencapai 8,19 persen menunjukkan adanya ketimpangan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia kerja. Akses layanan kesehatan yang belum merata antara kawasan perkotaan dan pesisir/kepulauan juga menjadi catatan.

 

Fraksi PDIP meminta agar Gubernur membuka ruang revisi substansi terhadap dokumen RPJMD sebelum disahkan. Mereka menegaskan RPJMD seharusnya menjadi instrumen pembangunan yang efektif, bukan sekadar formalitas dokumen lima tahunan.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Perkuat Integrasi Layanan di TPK Bagendang dan Bumiharjo

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi Pelindo dalam mendukung kelancaran arus barang dan penguatan rantai logistik nasional.

Banyak ASN Pemkot Surabaya Langgar Aturan, Dari Terlibat Pungli hingga Penyalahgunaan Wewenang

Atas sanksi ini, Kepala BkPSDM Surabaya Ira Tursilawati meminta seluruh ASN menjalankan tugas sesuai aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Tabrak Pikap Tetangga Parkir Sembarangan di Mojokerto, Pemuda Tewas

Korban saat kejadian sedang mengendarai motor Vixion nopol S 4076 NAK.

172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

dari ratusan peserta yang mengeluhkan kondisi kesehatan, tidak semuanya membutuhkan perawatan di rumah sakit. 

RAPBD Surabaya 2027 12,8 Triliun, DPRD Dorong Program Terkoneksi ke Pemerintah Pusat

Langkah ini dinilai dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat tanpa seluruh kebutuhan hanya mengandalkan anggaran daerah.

Momen Bos BRI Jember Turun Gunung Sapa Nasabah dalam Peringatan HPN 2026

Bagi Adhitya, HPN bukan panggung seremoni tahunan belaka. Ini adalah ruang refleksi untuk melihat kualitas layanan BRI dari kacamata masyarakat.