Selasa, 03 Feb 2026 01:35 WIB

Jam Malam Anak Berlaku di Surabaya, Sweeping Dimulai Pekan Depan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Jun 2025 10:06 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai mensosialisasikan kebijakan jam malam bagi anak di bawah usia 18 tahun, yang berlaku pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Penindakan atau sweeping dijadwalkan mulai pekan depan.

 

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan keberhasilan kebijakan ini bergantung pada keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

 

“Tanpa peran orang tua, apa yang dilakukan pemerintah tidak ada artinya. Kita sering melihat anak-anak di jalan atau taman pukul 10 sampai 11 malam tanpa pengawasan. Ini yang harus dibenahi,” ujar Eri, Kamis (26/6/2025).

 

Pemkot akan membentuk satuan tugas (satgas) di setiap RT dan RW dengan melibatkan LSM, komunitas, serta perangkat kelurahan. Satgas ini akan mengawasi dan memberi edukasi langsung di lingkungan masing-masing.

 

“Jam malam ini adalah upaya menggerakkan semua elemen di tiap RT dan RW. Satgas akan diisi perwakilan RT, RW, komunitas, dan Pemkot,” jelasnya.

 

Sweeping akan difokuskan pada ruang publik terbuka seperti taman dan jembatan. Anak-anak yang ditemukan tanpa pendampingan akan dijemput dan diantar pulang. Nama orang tua mereka akan dicatat sebagai bagian dari upaya edukatif.

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

 

“Kalau anak ada di kafe lewat jam 10 malam tanpa orang tua, apakah orang tuanya tidak mencari? Ini tidak masuk akal. Kecuali anak tersebut memang sedang les atau belajar,” kata Eri.

 

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, bukan represif. Anak-anak yang terjaring akan mengikuti program pembinaan selama tujuh hari di Rumah Perubahan, dengan pendampingan psikolog dari perguruan tinggi.

 

Baca Juga: Balap Liar dan Geng Motor di Surabaya Menurun Drastis, Ini Penyebabnya

“Kalau sudah terjaring, kita tanya ke orang tuanya, mau diapakan anak ini? Butuh pembinaan psikologi atau tidak?” ujar Eri.

 

Pemkot juga menyediakan fasilitas pendidikan alternatif melalui Rumah Ilmu Arek Surabaya (RIAS) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

“Masalah tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan, tapi harus menyentuh akarnya. Saya ingin membentuk budaya arek Surabaya yang kuat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.