Senin, 07 Sep 2026 05:32 WIB

Jam Malam Anak Berlaku di Surabaya, Sweeping Dimulai Pekan Depan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 26 Jun 2025 10:06 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id – Pemerintah Kota Surabaya mulai mensosialisasikan kebijakan jam malam bagi anak di bawah usia 18 tahun, yang berlaku pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Penindakan atau sweeping dijadwalkan mulai pekan depan.

 

Baca Juga: Kenakalan Remaja di Surabaya Tahun Ini Disebut Turun, Apa Iya?

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan keberhasilan kebijakan ini bergantung pada keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat, bukan hanya pemerintah.

 

“Tanpa peran orang tua, apa yang dilakukan pemerintah tidak ada artinya. Kita sering melihat anak-anak di jalan atau taman pukul 10 sampai 11 malam tanpa pengawasan. Ini yang harus dibenahi,” ujar Eri, Kamis (26/6/2025).

 

Pemkot akan membentuk satuan tugas (satgas) di setiap RT dan RW dengan melibatkan LSM, komunitas, serta perangkat kelurahan. Satgas ini akan mengawasi dan memberi edukasi langsung di lingkungan masing-masing.

 

“Jam malam ini adalah upaya menggerakkan semua elemen di tiap RT dan RW. Satgas akan diisi perwakilan RT, RW, komunitas, dan Pemkot,” jelasnya.

 

Sweeping akan difokuskan pada ruang publik terbuka seperti taman dan jembatan. Anak-anak yang ditemukan tanpa pendampingan akan dijemput dan diantar pulang. Nama orang tua mereka akan dicatat sebagai bagian dari upaya edukatif.

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Demo Ricuh, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

 

“Kalau anak ada di kafe lewat jam 10 malam tanpa orang tua, apakah orang tuanya tidak mencari? Ini tidak masuk akal. Kecuali anak tersebut memang sedang les atau belajar,” kata Eri.

 

Pemkot Surabaya menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, bukan represif. Anak-anak yang terjaring akan mengikuti program pembinaan selama tujuh hari di Rumah Perubahan, dengan pendampingan psikolog dari perguruan tinggi.

 

Baca Juga: 26 Pelajar Terlibat Kerusuhan Demo, Wali Kota Surabaya Ketatkan Jam Malam

“Kalau sudah terjaring, kita tanya ke orang tuanya, mau diapakan anak ini? Butuh pembinaan psikologi atau tidak?” ujar Eri.

 

Pemkot juga menyediakan fasilitas pendidikan alternatif melalui Rumah Ilmu Arek Surabaya (RIAS) bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

“Masalah tidak bisa diselesaikan dengan kekerasan, tapi harus menyentuh akarnya. Saya ingin membentuk budaya arek Surabaya yang kuat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.