Senin, 07 Sep 2026 06:31 WIB

Jam Malam Anak, Dispendik Surabaya Minta Sekolah Perketat Pengawasan Kegiatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Jun 2025 12:30 WIB
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh

selalu.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya memperketat pengawasan kegiatan sekolah untuk mendukung penerapan kebijakan jam malam anak. Kebijakan ini bertujuan melindungi tumbuh kembang anak serta mencegah kenakalan remaja.

 

Baca Juga: Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh, menyatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan, khususnya SD dan SMP, untuk menyosialisasikan Surat Edaran (SE) Jam Malam Anak kepada siswa dan orang tua.

 

“Sosialisasi dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung, memastikan informasi sampai ke seluruh pihak,” kata Yusuf, Rabu (25/6/2025).

 

Ia menambahkan, kegiatan siswa di luar jam pelajaran seperti latihan Pramuka atau persiapan lomba harus dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan koordinasi dengan orang tua.

 

“Kegiatan anak dapat terpantau dan harus diperkuat dengan surat pernyataan yang diketahui bersama,” jelasnya.

 

Dispendik menegaskan kegiatan sekolah tidak boleh melewati batas jam malam, kecuali kegiatan pembentukan karakter seperti Pramuka dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS).

 

Selain itu, Yusuf meminta peran aktif guru Bimbingan Konseling (BK) dalam mendeteksi siswa yang berisiko melanggar ketentuan. Data pelanggaran siswa telah tercatat dalam profil sekolah.

 

“Diperlukan pengawasan lebih intensif dari orang tua, untuk memastikan siswa tidak melanggar ketentuan,” ujarnya.

 

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

Sekolah juga diwajibkan melaporkan jika ada siswa yang terindikasi sering keluar malam tanpa pengawasan.

 

“Setiap permasalahan siswa sudah terdata melalui catatan guru BK dan profil sekolah, yang kemudian akan menjadi data pembinaan bagi anak yang bersangkutan,” imbuh Yusuf.

 

Dispendik turut bekerja sama dengan DP3APPKB Surabaya dalam edukasi mengenai bahaya pergaulan bebas, narkoba, dan bullying, serta mendukung program Sekolah Ramah Anak.

 

Yusuf juga menyebut Dispendik mendukung program Gerakan 1 Jam Berkualitas Tanpa Gawai Bersama Keluarga dengan melibatkan komite sekolah, wali murid, hingga perangkat kecamatan dan kelurahan.

 

Baca Juga: Gagal Masuk Sekolah Negeri? Pemkot Surabaya Siapkan Jalur Swasta Berkualitas

“Dukungan ini diwujudkan dengan melakukan sosialisasi kepada wali murid melalui pertemuan komite dan wali murid,” tambahnya.

 

Dispendik saat ini menyiapkan evaluasi menyeluruh untuk menilai dampak kebijakan jam malam terhadap prestasi dan kedisiplinan siswa.

 

“Hal ini berkorelasi dengan seruan 7 kebiasaan positif anak Indonesia yang mengarah pada peningkatan prestasi anak di Kota Surabaya,” kata Yusuf.

 

Ia berharap kebijakan ini menjadi dasar membentuk generasi pelajar Surabaya yang sehat, berprestasi, dan mampu bersaing secara global.

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.