Senin, 09 Feb 2026 19:13 WIB

Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Nov 2025 16:01 WIB

Selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah strategi besar dalam memerangi perundungan atau bullying di sekolah. Tak lagi mengandalkan serangkaian sosialisasi formal, kini pemkot memilih mencetak “garda pelajar anti-bullying” siswa-siswa terpilih yang akan menjadi fasilitator dan agen perubahan langsung di lingkungan sekolah mereka.

Langkah ini menjadi pendekatan baru yang dinilai lebih efektif karena melibatkan anak-anak sebagai penggerak utama budaya sekolah ramah anak.

Baca Juga: Jelang Imlek, Salon di Surabaya Diserbu Pelanggan

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan program ini akan mulai berjalan setelah Ujian Tengah Semester (UTS).

“Setelah UTS dan menjelang liburan, kami berencana mengumpulkan perwakilan siswa seperti pengurus OSIS, Orpes, dan tim pemantau,” kata Yusuf, Minggu (17/11/2025).

Ratusan siswa pilihan ini akan dibekali materi khusus agar mampu menjadi fasilitator dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan suportif.

“Materinya mencakup perilaku digital sehat, toleransi, gotong royong, hingga pemahaman tentang 10 prinsip hak anak,” tambah Yusuf.

Strategi ini, menurutnya, penting karena penanganan bullying tidak bisa dibebankan hanya kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Kami menekankan pentingnya empati untuk seluruh guru, bukan hanya guru BK,” tegasnya.

Baca Juga: Menanti Siapa Saja Anggota DPRD Surabaya yang Jadi Tersangka Kasus Bimtek

Guru diminta lebih proaktif mengamati perubahan perilaku siswa. Sikap diam atau tiba-tiba menarik diri bisa menjadi tanda tekanan, sakit, atau menjadi korban perundungan.

“Guru tidak hanya mengajar. Mereka harus peka ketika ada anak yang tiba-tiba tertutup. Itu bisa jadi indikasi masalah,” jelasnya.

Di tingkat sekolah, pencegahan diperkuat lewat Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan (TPPK) dengan metode pendekatan yang lebih humanis—di antaranya mendorong siswa untuk saling mencurahkan isi hati.

“Kami yakin metode curhat antar teman sebaya jauh lebih efektif untuk mendeteksi dan menyelesaikan masalah lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Terminal Peti Kemas, Pelindo Datangkan Alat Bongkar Muat Baru

Ancaman bullying kini juga merambah dunia maya. Karena itu, Dispendik berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) untuk edukasi literasi digital.

“Melarang total internet itu tidak realistis. Yang dibutuhkan adalah pendampingan agar anak tahu waktu dan konten yang aman,” katanya.

Jika bullying sudah terjadi, pemulihan korban akan ditangani bersama DP3AP2KB yang memiliki konselor profesional. Pemkot juga menggandeng lembaga lain seperti BNN dan Densus dalam perlindungan anak.

“Sinergi ini kami harapkan bisa memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak Surabaya,” pungkas Yusuf.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peredaran Pupuk Bersubsidi Ilegal di Ngawi Digagalkan, 6 Orang Ditetapkan Tersangka

Kasus ini terbongkar setelah petugas menerima informasi pengiriman pupuk bersubsidi ilegal dari Kabupaten Lamongan ke Ngawi.

Khofifah Dirujak Netizen usai Mangkir di Sidang Korupsi Dana Hibah Jatim: Pedes Banget!

Tak banyak dari mereka, menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan penyelidikan tidak berjalan transparan, hingga menginginkan proses hukum berjalan cepat.

Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Ning Ita mengatakan di tengah berbagai tantangan nasional dan global, pers di daerah memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang menyejukkan.

Kisah Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Presiden Soekarno: Cinta Abadi sang Poklamator

Dewi Soekarno sejatinya lahir dengan nama Naoko Nemoto. Ia adalah perempuan asal Jepang yang menjadi istri kelima Presiden Soekarno.

Mengenal Upacara Mulang Pekelem: Persembahan untuk Gunung Rinjani

Mulang Pekelem sudah dilakukan selama berabad-abad dan hingga kini tetap menjadi tradisi yang penting bagi masyarakat setempat.

Cuaca Ekstrem Diprediksi Terjadi 7 Hari ke Depan, Berikut Wilayah yang Harus Waspada

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan akan bahaya cauca ekstrem hingga potensi bencana. Masyarakat diimbau waspada.