Minggu, 19 Jul 2026 20:11 WIB

Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Nov 2025 16:01 WIB

Selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah strategi besar dalam memerangi perundungan atau bullying di sekolah. Tak lagi mengandalkan serangkaian sosialisasi formal, kini pemkot memilih mencetak “garda pelajar anti-bullying” siswa-siswa terpilih yang akan menjadi fasilitator dan agen perubahan langsung di lingkungan sekolah mereka.

Langkah ini menjadi pendekatan baru yang dinilai lebih efektif karena melibatkan anak-anak sebagai penggerak utama budaya sekolah ramah anak.

Baca Juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh, mengatakan program ini akan mulai berjalan setelah Ujian Tengah Semester (UTS).

“Setelah UTS dan menjelang liburan, kami berencana mengumpulkan perwakilan siswa seperti pengurus OSIS, Orpes, dan tim pemantau,” kata Yusuf, Minggu (17/11/2025).

Ratusan siswa pilihan ini akan dibekali materi khusus agar mampu menjadi fasilitator dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan suportif.

“Materinya mencakup perilaku digital sehat, toleransi, gotong royong, hingga pemahaman tentang 10 prinsip hak anak,” tambah Yusuf.

Strategi ini, menurutnya, penting karena penanganan bullying tidak bisa dibebankan hanya kepada guru Bimbingan dan Konseling (BK).

“Kami menekankan pentingnya empati untuk seluruh guru, bukan hanya guru BK,” tegasnya.

Baca Juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Guru diminta lebih proaktif mengamati perubahan perilaku siswa. Sikap diam atau tiba-tiba menarik diri bisa menjadi tanda tekanan, sakit, atau menjadi korban perundungan.

“Guru tidak hanya mengajar. Mereka harus peka ketika ada anak yang tiba-tiba tertutup. Itu bisa jadi indikasi masalah,” jelasnya.

Di tingkat sekolah, pencegahan diperkuat lewat Tim Penanganan dan Pencegahan Kekerasan (TPPK) dengan metode pendekatan yang lebih humanis—di antaranya mendorong siswa untuk saling mencurahkan isi hati.

“Kami yakin metode curhat antar teman sebaya jauh lebih efektif untuk mendeteksi dan menyelesaikan masalah lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Ancaman bullying kini juga merambah dunia maya. Karena itu, Dispendik berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) untuk edukasi literasi digital.

“Melarang total internet itu tidak realistis. Yang dibutuhkan adalah pendampingan agar anak tahu waktu dan konten yang aman,” katanya.

Jika bullying sudah terjadi, pemulihan korban akan ditangani bersama DP3AP2KB yang memiliki konselor profesional. Pemkot juga menggandeng lembaga lain seperti BNN dan Densus dalam perlindungan anak.

“Sinergi ini kami harapkan bisa memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak Surabaya,” pungkas Yusuf.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Krisis Air Bersih, Warga Kunjorowesi Mojokerto Bergantung Sisa Air Hujan

Akibat krisis air bersih ini, warga Dusun Kandangan harus bergantung pada sisa air hujan yang disimpan di kolam penampungan air atau tandon.