Rabu, 21 Okt 2026 10:02 WIB

Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Nov 2025 11:36 WIB
Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh

selalu.id - Dinas Pendidikan Dispendik Kota Surabaya akan melakukan pengecekan langsung ke SMPN 37 Kalianyar Genteng. Langkah ini menyusul temuan DPRD Surabaya terkait kenaikan harga jajanan kantin dan kondisi fasilitas sekolah.

 

Baca Juga: Soal Seragam Sekolah, DPRD Surabaya Minta Pemkot Kaji Pembiayaan Batik Lewat BOPDA

Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan pihaknya telah menyiapkan agenda verifikasi lapangan serta koordinasi dengan sekolah.

 

“Kami segera melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan kondisi faktual serta menentukan langkah penyelesaian yang diperlukan,” ujar Yusuf, Kamis 27 November 2025.

 

Ia menekankan bahwa standar sarana dan prasarana pendidikan harus dipenuhi sesuai regulasi.

 

“Setiap laporan menjadi bahan perbaikan agar sekolah semakin nyaman dan aman bagi siswa,” tegasnya.

 

Dispendik juga menyoroti keluhan harga makanan di kantin sekolah. Yusuf menyebut alternatif sementara dapat diterapkan sambil menunggu hasil evaluasi bersama pengelola kantin.

 

“Alternatifnya mendorong siswa membawa bekal dari rumah atau memanfaatkan makanan terjangkau di sekitar sekolah sesuai tata tertib,” jelasnya.

 

“Kami akan meminta sekolah melakukan evaluasi internal terkait pengelolaan kantin,” tambahnya.

 

Yusuf turut menanggapi status sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis MBG. Ia memastikan penentuan sasaran program berada pada kewenangan Badan Gizi Nasional.

 

“Penetapan sekolah penerima program MBG merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional. Pemerintah Kota Surabaya tidak dilibatkan dalam penentuan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

 

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37. Ia menerima aduan wali murid yang menyebut harga makanan dinaikkan sebesar seribu rupiah per item yang diduga digunakan untuk menarik dana dari pedagang.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Ia menyebut mekanisme tersebut tidak transparan dan membebani siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Baca Juga: Bupati Probolinggo Sidak RSUD Waluyo Jati Kraksaan Usai Viral Video Pasien Terlantar Hingga Meninggal

Imam menyebut kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri belum mencukupi.

 

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Namun sekolah ini belum masuk penerima program MBG.

 

“Loh siswa miskin ini kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban? Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” kata Imam.

 

Ia menyebut baru sekitar 80 sekolah di Surabaya yang menerima MBG dari lebih 3.000 sekolah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Doa Lintas Agama Digelar di Sidoarjo

Istigasah dipimpin KH Rofiq Siradj.

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

Integrasi ini memudahkan masyarakat mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus mendatangi sejumlah kantor pelayanan secara terpisah.