Selasa, 21 Jul 2026 17:41 WIB

Dispendik Surabaya Cek Kantin SMPN 37 Usai Temuan Harga Jajanan Naik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Nov 2025 11:36 WIB
Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh
Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh

selalu.id - Dinas Pendidikan Dispendik Kota Surabaya akan melakukan pengecekan langsung ke SMPN 37 Kalianyar Genteng. Langkah ini menyusul temuan DPRD Surabaya terkait kenaikan harga jajanan kantin dan kondisi fasilitas sekolah.

 

Baca Juga: Dispendik Terjunkan Tim Supervisi Awasi MPLS di Surabaya

Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan pihaknya telah menyiapkan agenda verifikasi lapangan serta koordinasi dengan sekolah.

 

“Kami segera melakukan verifikasi lapangan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan kondisi faktual serta menentukan langkah penyelesaian yang diperlukan,” ujar Yusuf, Kamis 27 November 2025.

 

Ia menekankan bahwa standar sarana dan prasarana pendidikan harus dipenuhi sesuai regulasi.

 

“Setiap laporan menjadi bahan perbaikan agar sekolah semakin nyaman dan aman bagi siswa,” tegasnya.

 

Dispendik juga menyoroti keluhan harga makanan di kantin sekolah. Yusuf menyebut alternatif sementara dapat diterapkan sambil menunggu hasil evaluasi bersama pengelola kantin.

 

“Alternatifnya mendorong siswa membawa bekal dari rumah atau memanfaatkan makanan terjangkau di sekitar sekolah sesuai tata tertib,” jelasnya.

 

“Kami akan meminta sekolah melakukan evaluasi internal terkait pengelolaan kantin,” tambahnya.

 

Yusuf turut menanggapi status sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis MBG. Ia memastikan penentuan sasaran program berada pada kewenangan Badan Gizi Nasional.

 

“Penetapan sekolah penerima program MBG merupakan kewenangan Badan Gizi Nasional. Pemerintah Kota Surabaya tidak dilibatkan dalam penentuan,” ujarnya.

Baca Juga: Gagal Masuk Sekolah Negeri? Pemkot Surabaya Siapkan Jalur Swasta Berkualitas

 

Sebelumnya, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi’i menemukan adanya kenaikan harga jajanan kantin di SMPN 37. Ia menerima aduan wali murid yang menyebut harga makanan dinaikkan sebesar seribu rupiah per item yang diduga digunakan untuk menarik dana dari pedagang.

 

“Gorengan harga Rp2.000 dijual Rp3.000, ayam geprek dari Rp9.000 dijual Rp10.000. Per seribu diambil mereka,” ujar Imam setelah bertemu Wakasek Kurikulum Dwi Cahyawati dan Wakasek Humas Srimulat Widiarti.

 

Ia menyebut mekanisme tersebut tidak transparan dan membebani siswa serta pedagang.

 

“Setiap bulan bisa dapat Rp2 juta sampai Rp2,5 juta dari 3 sampai 4 pedagang. Margin itu terlalu tebal. Pertama merugikan siswa, kedua bisa bikin dagangan tidak laku,” tegasnya.

 

Baca Juga: Dispendik Surabaya Siapkan Sekolah Swasta Bagi Calon Siswa yang Tak Lolos Negeri

Imam menyebut kebijakan itu muncul karena fasilitas sekolah negeri belum mencukupi.

 

“Ternyata fasilitas sekolah negeri di Surabaya masih belum diberikan semuanya. Akhirnya sekolah atau guru-guru pakai cara sendiri-sendiri,” jelasnya.

 

SMPN 37 memiliki 261 siswa dari keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah MBR dari total 757 siswa. Namun sekolah ini belum masuk penerima program MBG.

 

“Loh siswa miskin ini kalau jajan harga segitu apa tidak menambah beban? Padahal sekolah-sekolah yang MBR-nya sedikit saja sudah dapat MBG,” kata Imam.

 

Ia menyebut baru sekitar 80 sekolah di Surabaya yang menerima MBG dari lebih 3.000 sekolah.

Editor : Ading
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.